Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 385


__ADS_3

Malamnya keluargga kecil Malik sudah siap berangkat ke Kairo Dan sebelum berangkat mereka lebih dulu berpamitan ke istana Dan juga dengan sahabat Yuna membuat Alea dan Ani sedih Sedangkan Helen dan Laras tak bisa mengantar Yuna di bandara


" Yun... jangan lupakan kami ya Apabila pulang kabari kami biar kami datang kerumah umah " kata Alea


" Ya Al An.... aku pamit jaga diri kalian ya " kata Yuna yang memeluk dua sahabatnya itu .


" Sedangkan Azzam memeluk erat Ulya dan Alim lalu menangis sedih di tinggal si kembar Begitu juga Azizah yang berkaca kaca matanya karna tak bisa bertemu Ulya lagi


"' Begitu juga Burhan Jafar dan Aldi Yang memeluk ustad Malik yang membuat mereka juga ikut sedih karna selama ini mereka sangat dekat Dan berteman baik .Sedangkan Ghani Abdullah dan Alif serta pengawal lainnya hanya bisa melihat drama perpisahan itu sampai selesai . Hingga Malik dan keluargganya naik ke pesawat Dan mereka pun masuk ke pesawat sambil melambaikan tangan nya pada semua orang yang mengantar


Dan pesawat pun terbang melesat cepat di kegelapan malam menembus awan putih di sepanjang perjalanan.


Di rumah Malik Amar duduk ngobrol setelah makan malam bersama Arjun dan Arjan Yang ngobrol diruang tengah


" Jun apa masalah ustad Ali sudah selesai " kata Amar


" Sudah tuan orang yang menyakiti beliau semua sudah masuk penjara bersama para anteknya begitu juga adiknya Cea dan Clea yang dulu sempat mencelakai nona .Karna ustad Ali Ikram dan Musa sudah mengusut tuntas sampai akar akar nya " kata Arjun menjelaskan


" Hah ..... apa Yuna pernah mereka celaka kan juga " kata Amar kaget


" Ya ustad mereka menabrak nona Yuna Yang kami kira tewas Dan mobil yang menabrak terbakar habis bersama sopir nya Dan sempat membuat Aziz sekarat Karna menangisi nona Tapi ternyata nona Aliya selamat " kata Arjun lalu menceritakan semua kejahatan mereka pada Amar yang membuat Amar geram


Mereka pantas di hukum karena mereka jahat " kata Amar Yang tak habis pikir menganggap nyawa manusia itu dia anggap murah


" Mereka itu pemuja setan ustad maka nya begitu akhlak nya " kata Arjan


" Astagfirullah " kata Amar mengusap dadanya mengelengkan kepalanya karna orang yang punya hati iri dengki itu Hanya menghancurkan diri mereka sendiri Karna tuhan itu adil maha melihat hati manusia dan seluruh niat nya .


" Ya begitulah ustad sedalam dalam nya lautan kita bisa mengukur dalamnya Sedangkan hati orang mana kita tahu Hanya Allah ya tahu ." kata Arjan


" Ya mudahan saja kita masuk orang Yang beriman sampai akhir hayat Dan tak terpengaruh oleh jaman " kata Amar


" Betul ustad " kata Arjun Yang kadang tak habis pikir kenapa manusia semakin kesini banyak yang tak ingat Allah


Cukup lama mereka ngobrol Sampai akhirnya Nurul turun menghampiri mereka Dan kaget melihat ada dua anak kecil berlari di ruang tamu

__ADS_1


" Hahaha..... asyik " kata mereka tertawa membuat Amar Nurul dan Arjun dan Arjun bingung melihat dua anak itu


" Hei......." kata Nurul menyapa kedua nya


" Hei......" kata Ulya dan Alim kaget lalu berhenti berlari sambil saling pandang


Dan lari kekamar


" Bibi........" teriak Alim dan Ulya


" Eh kenapa ?" kata Anis yang membuat semua nya kaget


" Anis....... kalian sudah pulang " kata Arjun senang


" Iya tuh nona dan tuan " kata Anis Yang memang duluan pulang bersama si kembar karna kebelet ingin pipis Dan membuat Alim dan Ulya mengikuti Anis pulang


" Mereka siapa ?" kata Amar


" Mereka anak anak ku mar " kata Malik yang membuat Nurul dan Amar ternganga Tapi tidak bagi Arjun dan Arjun


" Cerdas , mereka memang berumur 3 bulan Tapi mereka sudah bisa lari dan makan juga bermain " kata Mikha .


" Astaga Mal Yun kalian ngak aneh aneh kan " kata Amar yang tak percaya Karna waktu berangkat bayi Ulya masih merah Dan belum bisa apa pun


" Ngak .....mar, tapi memang itu lah kenyataannya mereka sudah bisa berjalan dan lari " kata Yuna tersenyum


" Ya Ulya Alim ayo salim dulu sama paman Arjun dan Arjan juga paman Amar dan bibi Nurul ya " kata Malik Yang membuat kedua nya menyalami keempatnya Dan setelah itu mereka kembali bermain .


" Allahuakbar .....ana ngak nyangka Mal keponakan Ana bisa bikin ana ngeri ngeri sedap kelamaan di saranjana mereka ikut


jadi aneh " kata Amar


" Itulah ustad kenapa tuan dan nona bersembunyi disana . Karna ini akan mengangetkan kan orang banyak " kata Arjun melihat kedua bocah itu yang masih bermain


" Ya ustad Arjun benar " kata Anis Yang senang karna mereka sudah pulang kerumah lagi .

__ADS_1


" Ayo umi .... main " kata Alim .


" Ya bermain lah " kata Yuna yang lega kini bisa pulang kerumah mereka lagi Sambil menyeret koper kekamar .


" Nis ana minta teh hangat ya " kata Malik


" Ya tuan " kata Anis yang langsung kedapur membuat teh sedangkan Mikha mengiris kue dan cake yang mereka bawa dari rumah umah kemaren pagi untuk bekal .


Yuna pun yang berada di kamar langsung rebahan diatas tempat tidurnya .Dan menikmati hawa segar dari kaca jendela yang di buka Yuna . Agar ada udara masuk kedalam Karna kamar itu lama di tinggal kosong .


" Trimakasih ya Allah Aku sudah bisa pulang dan hidup normal lagi " kata Yuna tersenyum Dan melihat langit langit kamar mereka


Sedangkan di balkon Ulya dan Alim melihat lihat bintang di temani Mikha Yang membawa si kembar melihat indah nya kota kairo di malam hari .


" Bagus banget bi " kata Ulya


" Iya bi , oh ya trus dimana kolam renang nya " kata Alim penasaran


" Oh iya apa kalian ingin lihat ayo kita turun kebawah lihat kolam nya di belakang " kata Mikha


Lalu ketiga nya pun turun kebawah dan melihat kolam yang ada di samping rumah membuat kedua nya tersenyum


" Besok kita mandi disini ya de " kata Ulya sambil memegang air kolam


" Ya kak habis subuh kita mandi " kata Alim yang juga ikut menurun kan kaki nya di kolam dan kedua bocah itu pun duduk anteng di sana yang membuat Mikha duduk santai menunggui kedua bocah itu Yang asyik ngobrol berdua


" Astaga Mik mereka lagi apa " kata Anis yamg ikut menyusul Mikha ke kolam


renang mengawasi nona dan tuan kecilnya mereka itu


" Biasa lagi berunding mau mandi besok pagi " kata Mikha


" Hahaha......... ana pikir ngobrol apa Ternyata sederhana saja ... mandi !! " kata Anis tertawa kecil karna dua bocah itu memang masih polos Dan hanya bisa bercerita dan berpikir yang sederhana karna memang mereka anak anak kecil


Bukan orang dewasa .

__ADS_1


__ADS_2