
Alea menatap Yuna lekat . Seakan mencari jawaban . Karna ia belum mengerti apa yang Yuna jelaskan..Sedangkan Meri hanya diam menyimak dari setiap apa yang Yuna ucapkan.
" Ayo kita berangkat baca doa dulu sebelum melangkah " kata Yuna. yang lalu berdoa agar selama perjalanan tak ada halangan.
Setelah selesai mereka menuju bandara dengan naik taxi. Hanya 15 menit mereka sudah sampai di bandara dan ketiga nya langsung chek in
" Yuna aku ingin bicara " kata Alea.
" Baik kita bicara di mushola bandara, Mer kamu tunggu disini ya " kata Yuna yang kebetulan pagi jarang ada yang sholat dhuha.
Sesampainya di mushola keduanya pun duduk Dan Alea menatap lekat Yuna lalu menanyakan apa yang terjadi.
"Kau lebih tahu siapa dirimu Al ,orang lain tidak bisa melihat apa yang kau lihat Jangan pernah kau tunjukan pada orang lain .Apa yang kau lihat kau dengar dan yang kau tahu. Yang membuat penghuni dunia lain akan mengikuti mu. Tadi malam ada seseorang yang mengawasi kita. Dan bukan tampa alasan dia mengawasi kita. Yaitu ingin tahu kita siapa ? " kata Yuna
" Lalu aku harus bagaimana ?" kata Alea . bingung
" Bersikap lah seakan kau manusia biasa. Abaikan apa yang kau lihat .pakai kaca mata hitam biar mereka tak melihat mata mu. Karna hanya dengan melihat mereka saja. Mereka tahu kita tahu kehadiran mereka.
" Tapi bagaimana mereka tahu kalo kita bisa melihat mereka. " kata Alea.
" Sejati hantu punya alam sendiri mereka juga tak mau manusia melihat mereka dan juga tak mau bertemu manusia. Karna mereka hantu biasa. Tapi bagi yang mempunyai kelebihan . Dan dari kaum siluman mereka bisa tahu .Kalo kita tahu dengan melihat kemana pandangan kita Jadi jangan pernah menatap mata nya Cukup kaki nya saja Dan berpaling lah seolah kita tak melihatnya . Dengan kata lain kita pura pura tak melihatnya " kata Yuna menjelas kan .
" Baiklah " kata Alea yang mulai mengerti Rupa nya mengerti alam gaib tak semudah ia ia bayangkan Lebih mengerikan ada dialam nyata.
" Apa setelah di jakarta nanti kau mau mengantar ku pulang Yun. Aku takut lama lama tinggal di kota manusia " kata Alea Yang takut. sendiri dengan apa yang ia rasakan.
" Insyaallah kalo aku dapat cuti. " kata Yuna. Setelah selesai bicara keduanya kembali mendekati Meri yang asyik mendengarkan music lewat head set
Dari ponselnya yang memutar lagu music dangdut .
" Sudah ?" tanya Meri
" Mhem...... " dehem Meri yang menatap Alea Yang lalu duduk disebelahnya.
Ketiga nya pun diam sibuk dengan pikiran masing masing. Sampai akhir nya pesawat datang memberitahu penumpang akan naik Dan mereka bertiga masuk karna sudah panggilan untuk masuk. kedalam pesawat.
Ketiga nya mencari sesuai nomor kursi karna Yuna mengambil dikelas bisnis.
__ADS_1
" Yun kita dikelas bisnis " kata Meri kaget
" Yap ..... ayo cepat " kata Yuna cuek yang membuat Alea dan Meri cukup terkejut.
" Dia dapat duit dari mana ?" kata Meri berbisik pada Alea.
" Kenapa bertanya padaku , bukannya kamu yang selama ini bersama dengannya " kata Alea juga bingung . Membuat dua pria disebrang mereka menatap Alea dan Meri berbisik .
Sedang Yuna duduk tenang di duduk dekat jendela pesawat. Tampa bicara ia pun berniat memasang kaca mata hitam nya Namun sebuah tangan mengambil nya dari arah belakang . Yang membuat Yuna kaget
Dan berdiri melihat siapa yang brani mengusiknya .
" Mau duduk disini " kata pria itu tersenyum.
" Kau.....," kata Yuna kaget melihat pria tampan dengan baju koko putih Yang duduk dibelakang kursinya.
" Siapa dia Yun ?" kata Alea melihat pria putih tampan mirip keturunan arab itu.
" Bukan siapa siapa " kata Yuna kembali duduk .di kursinya.
" Siapa " kata Meri yang menatap Alea
" Aku calon suaminya " kata pria itu yang berdiri lalu mengembalikan kaca mata Yuna dan memasangkan nya pada Yuna .
" Hah........" Kata Alea dan Meri kaget. lalu keduanya menatap Yuna dengan tatapan meminta penjelasan.
" Mal apaan sih ngomong seenaknya " kata Yuna menatap pria itu.
Pria tampan putra ustad Rahman guru mengajinya itu memang sudah pulang ketika Yuma cuti. Tapi mereka tak bertemu. Malik yang memang mencari tahu keberadaan tunangan nya itu tampa sengaja bertemu dan melihat Yuna ketika memesan tiket pesawat. Malik juga anak pondok namun ia lama di kairo mesir menutut ilmu . sampai jenjang S2 nya dan Yang Yuna dengar dia mengajar dijakarta dan Dubai.
" Yun " kata Alea melirik sahabatnya.
" Nanti aku jelaskan setelah sampai di Jakarta " kata Yuna.
" Sekarang !!" kata Meri melirik Yuna.
" Bukan tempat yang pantas " kata Yuna menolak .Karna Yuna memang tak pernah bercerita tentang teman masa kecilnya itu. Tapi Yuna memang dijodohkan sang ibu sebelum.meninggal . Waktu itu Yuna masih SMA. saat Malik pulang dari kairo tahun pertama kuliah .Yuna menolak. Namun Malik menyanggupi . Karna Abah dan umah nya juga menyetujui. Karna ustad Rahman juga menyayangi murid nya itu.
__ADS_1
Pesawat mendarat dengan mulus di bandara soekarno hatta dan Malik mengikuti langkah ketiga gadis itu ketika keluar selesai mengambil barang.
"' Yuna " kata Malik Yang meraih tangan wanita nya itu . Sedang kan Meri dan Alea hanya diam saja .
" Apaan sih Mal malu tuh di lihat temanku .
" Hai aku Malik calon nya Yuna " kata Malik menangkup kedua tangannya di depan dada .
" Ya kami teman Yuna saya Meri dan ini Alea " kata Meri memperkenalkan diri.
" Inalilahi " kata Alea yang menghindari dua hantu yang ingin menariknya . Lalu menarik tangan Yuna. Yuna yang sama terkejut langsung mengenggam tangan Alea erat dengan tangan kirinya Tetapi tangan kanannya di genggam Malik .
" Tenang lah " kata Yuna ketika dua hantu menatap mereka berdua .
" Ada apa " kata Meri yang ikut kaget. Menatap Yuna dan Alea Sedang Malik merapal doa . Karna dia juga menyadari
" Ayo naik mobil abang " kata Malik ketika hantu menghilang
"' Hah ...... kami naik taxi saja ' kata Yuna menolak karna ngak enak.
" Ngak ada penolakan , kalian juga " kata Pria itu yang tinggi besar lalu mengandeng tangan Yuna menuju mobil Dan disana sudah ada umah dan abah menunggu mereka.
" Ustad,..." kata Yuna kaget melihat ustad Rahman tersenyum .
" Kami menunggu kalian ayo masuk " kata ustad Rahman menatap Yuna dan teman temannya . Dan ustad Rahman lalu menatap Alea . lalu menghela nafas dalam.
" Ayo masuk " kata umah yang memeluk Yuna. dan tersenyum pada Alea dan Meri.
Yuna pun masuk dan hendak duduk di belakang
" Yuna ditengah sama umah " kata umi Malik yang membuatnya akhirnya duduk ditengah dan Meri dan Alea duduk dibelakang . Sedangkan Malik masuk lewat pintu kanan karna ia membawa mobil
" Ustad abah dan umah kenapa bisa ada di jakarta " kata Yuna kaget .
" Kan umah sudah bilang tempo hari Yuna lupa. katanya mau ngajak jalan jalan " kata umah
" Hah ....astagfirullah. maaf umah " kata Yuna kaget mengingat janji nya waktu itu.
__ADS_1
Bersamaan mobil melaju meninggalkan bandara.