Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 120


__ADS_3

Disisi lain Yuna yang sudah selesai makan Merapikan kamarnya Lalu mengeluar kan koper Yang akan di bawa besok kerumah sang mertua


" Ya ampun aku belum transfer abi " kata Yuna yang lalu memesan tiket pesawat untuk besok sore . Sambil mentransfer uang untuk suaminya Yang dibagi dua Karna ia juga harus punya rekening lain


Selain BRi


" Iya besok aku harus mengurus ATM lagi Agar gampang bila butuh di sana " kata Yuna yang menarik kopernya ke rumah mertua nya sambil diantar sang kakak yang membawakan kantong bakso.


" Nih de sudah ya " kata Fatma ketika sampe di depan pintu


" Ya kak trimakasih ngak masuk dulu " kata Yuna menawarkan .


" Kak Fatma mau jemput Farid de takut kelamaan nunggu " kata Fatma yang tak lupa mengucapkan salam yang dijawab Yuna .


" Ya sudah hati hati ya kak " kata Yuna


Yang lalu menaruh bakso yang diruang tengah dan menarik kopernya kekamar.


" Assalamualaikum " kata Malik memberi salam sambil masuk rumah .


" Walaikum salam " jawab Yuna dan umah Yang keluar bersama umi Farhan.


" Lho kok bisa barengan " kata umah


" Duluan dinda masuknya umah " kata Malik yang duduk di sofa dan melihat kantong kresek .


" Apa tuh Mal " kata umah


" Bakso umah " kata Yuna yang lalu masuk kamar membawa koper .


" Wah mau mau teriak Farah yang membuka bakso yang dibawa Yuna ..


" Tahu aja tuh istrimu kita lagi pengen yang segar segar " kata umi Farhan yang bergegas dapur mengambil mangkok


Lalu kembali lagi keruang tengah .


" Aku mau kak " kata Malik Yang mengambil satu bungkus bakso


" Sudah beli tiket Mal " tanya sang kakak yang menuangkan ke mangkok untuk anak anak nya


" Allahuakbar " kata Malik menepuk jidat karna belum memesan tiket . Karna ia menunggu transferan Yuna Dan ia lupa karna tadi keasyikan ngobrol dengan Amar dan Hadi


Lalu Malik pun merogoh saku celananya


Dan memeriksa ponselnya lalu......


" Masyaallah " kata Malik terbelalak melihat angka nominal uang yang di transfer Yuna .Lalu bergegas beranjak dari duduk nya

__ADS_1


" Dinda........." kata Malik yang setengah berlari masuk kamar


" Ada apa dengan nya umah " kata umi Farhan heran


" Umah ngak tahu kaya kaget begitu " kata umah yang juga bingung .


Sedangkan Yuna berbaring diatas ranjang Dan .....


" Astaga apa dinda ngak salah transfer " kata Malik yang mendekati Yuna .


" Ngak bi " kata Yuna menatap Malik


" Memang dinda transfer berapa ?" kata Malik menatap dalam Yuna yang tak percaya dengan angka nominal uang yang masuk rekening nya .


" 750 juta kan . Yuna sudah beli tiket buat kita tuh laporannya nanti abi yang ambil ya " kata Yuna .


" Allahuakbar ya nanti abi ambil " kata Malik yang lalu berbaring disebelah Yuna dan memeluk juga mencium Yuna . Karna tahu sang istri pasti menjual kepingan emasnya


" Itu terlalu banyak dinda , bagaimana abi membayarnya nanti " kata Malik yang niatnya meminjam pada sang istri.


" Pake ini " kata Yuna berbalik menghadap Malik dan menunjuk dada ustad muda itu. Yang membuat Malik tersenyum dan memeluk Yuna erat .


" Ya abi akan bayar dengan hati abi " kata Malik mengecup bibir Yuna pelan dan tangan nya mulai menyusup kedalam pakaian Yuna .


" Paman..... kata umi bakso nya nanti keburu dingin " kata Farhan membuka pintu dan terbelalak melihat sang paman yang sedang berciuman


" Astagfirullah " kata Farhan langsung menutup pintu


" Maaf abi hilap " kata Malik yang tersenyum Lalu mencium pipi Yuna.


" Ya sudah istirahat lah abi makan baksonya dulu ya " kata Malik Yang kembali mencium pipi istrinya lalu keluar dari kamar


Sampai di ruang tengah Malik pun duduk


Dan menikmati baksonya.


" Mal lain kali kunci pintu bila dikamar lagi berdua " sindir umi Farhan yang mendapat laporan Farhan .


" Iya maaf tadi lupa " kata Malik


" Emang paman sama bibi ngapain kak tadi " kata Farah menatap sang kakak


Farhan yang ditanya hanya memajukan bibir nya yang membuat umah tersenyum


Karna tahu maksud cucunya itu


" Kan umi sama abi juga sering kalo gitu lalu kenapa paman dan bibi ngak boleh " kata Farah jujur

__ADS_1


" Hah..... kapan " kata sang umi kaget


" Hahaha .... ketangkap basah kak, dimana rah lihat umi dan abi " pancing Malik


" Mal ..." kata sang kakak melotot Sedang kan umah hanya tersenyum .


" Itu paman lagi dikamar mandi trus mandi berdua . kan Farah pura pura tidur " kata Farah dengan polosnya


" Hahaha............wah parah kak, pake sok bilangin Malik kakak sendiri keciduk anak " kata Malik terkekeh


" Iya umi sama abi juga kalo malam toh berisik " kata Farhan .


" Nah lho apalagi han " kata Malik


" Emang kenapa bang " kata umah menatap cucu nya itu ikut bertanya


" Ngak tahu kalo mendesah banter banget sama abi kalo pas main kuda kuda an " kata Farhan jujur


" Inalilahi ups Farhan .. .. " kata umah kaget Lalu menatap sang putri tajam


" Abang ....." kata sang umi melotot


"' Hahaha......... wah adegan live Hadeh kok bisa sih kak bukan nya sudah misah tidurnya " kata Malik .


" Itu karna kamarnya satu Tapi ada pembatas tirai Karna beberapa bulan ini kamar mereka diperbaiki karna bocor " kata umi Farhan tak enak hati ..


" Lah kok bisa " kata Malik yang tahu rumah sang kakak tidak besar cuma tipe 50 Tapi bangunan nya cukup tua .


" Ya karna musim hujan trus bocor jadinya harus diperbaiki " kata umi Farhan Yang membuat umah dan Malik saling pandang sambil menyuap baksonya.


*********


Malam dikota saranjana hawa terasa dingin Aldi dan Alea baru saja melakukan pelepasan Setelah isya mereka berdua ingin berolah raga malam bersama. Setelah selesai keduanya ngobrol


" Bi ...apa Jafar di pindahkan jauh dari abi kerja nya " tanya Alea


" Tidak kantornya tetap dekat cuma gedung nya sedikit jauh dari kantor karna ini lebih tinggi lagi gedung yang satu nya " kata Aldi Yang tahu jafar sebagai kepala pengawas' proyek pembagunan


" Oh ya ......memang gedung yang dibangun banyak bi " kata Alea .


" Rencana nya 10 gedung yang di bangun " kata Aldi


" Allahuakbar bi kan di kora baru dan banjarmasin aja ngak banyak pembagunan tapi di kota saranjana ini sudah seperti kota metropolitan saja " kata Alea.


" Ya begitulah karna memang pimpinan mau nya begitu kita harus apalagi Hanya bekerja sesuai instruksi..Dan lagi di sini Pondasi nya kokoh Dengan baja yang kuat dan bukan kaleng kaleng seperti jakarta Yang kadang bermain curang dalam proyek hingga para karyawan nya kadang jadi korban


" Alhamdulilah bi , abi kerja yang jujur ya jangan meniru pemimpin yang korup kita sudah hidup tenang . Dan lagi abi dapat pekerjaan halal dan berkah ." kata Alea

__ADS_1


" Iya sayang abi tahu jangan khawatir insyaallah pekerjaan abi berkah dan juga di lakukan dengan tanggung jawab " kata Aldi yang tak mungkin bermain curang karna pemimpin mereka ustad jin yang baik dan juga disiplin Bahkan mereka ketat menerapkan aturan para pekerjanya dan juga adil pada tiap karyawan . Tampa pulih kasih


" Pasti tahun tahun kedepan nya kota saranjana akal terkenal ya bi Tapi sayang tak semua orang bisa melihat nya " kata Alea yang kini bangga menjadi bagian kaum saranjana .


__ADS_2