Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 236


__ADS_3

Malik pun lalu tersenyum ketika Yuna berjalan kearah nya


" Abi ....." kata Yuna


" Ya Allah ini terlalu cantik sayang " kata Malik merangkul istrinya itu .


" Hai ukhti , ana Habibi teman ustad Malik " kata Habibi memperkenalkan diri


" Oh iya salam ustad senang kenal antum ustad " kata Yuna ramah


" Alamak.... Mal gurih gurih sedap tuh suara bikin ana kangen bini " kata Habibi melirik sekilas wajah Yuna Yang membuat Ali menepuk bahunya


" Jangan di pandang nanti terbawa mimpi Yang punya bisa stres " bisik Ali


" Waduh....... masa dibuang sih Li kan kesempatan ini " kata Habibi


" Tapi kan ngak hak milik " kata Ali


" Hahaha ..... ya tahu bukan punya ana pantas tuh Malik adem ayem nolak bini ente kalo yang didapat bikin lutut Malik lemas " kata Habibi tertawa pelan


Tak jauh dari Habibi dan Ali. Malik duduk tenang disebelah Yuna .Dengan sesekali menatap istrinya itu karna hari ini Yuna berhias yang membuat Yuna terlihat berbeda dari biasanya .


" Tumben istri abi hari ini cantik ya bikin abi cemburu " kata Malik pelan


" He.....maaf bi dinda lagi pengen Tapi ngak tebal kan bi "kata Yuna memegang lengan Malik dan menaruh kepalanya .-


" Ya " kata Malik yang tak bisa menyembunyikan rasa gundahnya karna istrinya jadi perhatian banyak pria dan itu membuatnya tak nyaman Namun mau tak mau ia mengiyakan kemauan istrinya itu Karna Yuna memang jarang bersolek .


" Rahman jadi itu menantu ente " kata seorang ustad sepuh dari rantau ustad Rayyan Asegaf


" Ya abah kenapa bah " kata Rahman menatap ustad sepuh itu cukup lama melihat Yuna


" Apa dua anak didekatnya itu anak para Jin " kata ustad tua itu


" Ya bah mereka dari ......."


" Assalamualaikum ustad senang bisa bertemu " kata seorang ustad datang menyapa ustad Rahman yang membuat obrolan mereka terhenti


" Abah ..... apa kabar " kata ustad Zakaria yang murid ustad Rayyan


" Masyaallah kenapa bisa disini bukan nya ente di Yaman " kata ustad Rayyan

__ADS_1


" Ana ikut teman abah pas mampir di kota baru makanya kaget bisa lihat abah dan ustad Rahman disini " kata Zakaria


" Oh ya mampir kerumah nak bagaimana kabar abi mu " kata ustad Rahman yang dulu berteman dengan abah Zakaria semasa masih berdakwah ketika masih muda di Yaman


" Ya ustad lihat nanti kebetulan ana libur bisa plesiran tapi ana ngak punya tempat menginap ustad ." kata Zakaria


" Masalah itu jangan dipikirkan. Ustad Rahman rumahnya besar bisa numpang tidur abah aja nginap disana " kata ustad Rayyan Yang tersenyum lalu tak sengaja melihat Malik sedang merangkul Yuna


" Allahuakbar tuh ustad muda kok disini juga " kata hati Zakaria kaget karna ia memang selisih 5 tahun diatas Malik Namun Malik menjadi dosen istimewa di kota saranjana dan ia dosen biasa


" Ada apa " kata ustad Rayyan menatap Zakaria yang kaget .


" Apa abah kenal ustad muda itu dia ustad Malik kami sama sama mengajar disana " kata Zakaria berbisik.


" Pantas saja perasaan ku berbeda melihat istrinya .Apa ente melihat dua anak disana " kata ustad Rayyan melirik Aziz dan Alif yang menyerupai manusia


'" Allahuakbar anak itu kenapa mereka ada disini " kata Zakaria kaget karna ia tahu persis siapa Alif dan Aziz


Yang wara wiri di kampus saranjana


" Ada apa nak "kata ustad Rahman yang melihat Zakaria kaget


" Dia putra ustad Rahman nak " kata ustad Rayyan duduk tenang


" Apa yang disebelah istrinya " kata Zakaria melihat Yuna


" Ya nak itu istrinya " kata abah


" Apa Malik juga mengajar di saranjana man " kata ustad Rayyan penuh selidik


" Ya bah " kata abah Rahman mengangguk pelan


" Masyaallah tapi ana tak mendengar ustad dari sini mengajar disana . Apa Malik mengajar di kairo mesir " kata Zakaria karna Malik menurut info adalah dosen dari Kairo mesir Dan Malik di rekomendasi dari universitas paling tua di mesir itu


" Ya nak di dosen fiqih S3 Al-Azhar " kata abah Yang membuat Zakaria kaget


" Pantas ia menjadi dosen tamu istimewa abah gaji nya sangat besar disana " kata Zakaria berbisik


" Ya abah tahu nak, dia bersama istrinya disana " kata Abah Rahman


"' Astagfirullah aladzim .....apa istrinya ikut man jangan bercanda ente man Apa ente tidak tahu kota itu kota apa " kata ustad Rayyan kaget karna tak sebarang orang bisa masuk kota jin itu

__ADS_1


" Ana tahu abah ... Tapi menantu ana lebih tahu di mana ia tinggal " kata ustad Rahman


Zakaria terdiam lalu melihat Malik dan Yuna kembali Dan ia sangat terkejut ketika Alif dan Aziz menghampirinya Yuna Apalagi Aziz dipangku oleh Yuna Yang membuat Zakaria kaget karna menurut info yang ia tahu Aziz putra raja jin begitu juga Alif . Yang membuatnya tak percaya dengan penglihatan nya .Kalo Yuna ngobrol dengan anak anak itu


Zakaria yang diminta mengajar di sana akan pulang 3 bulan sekali ke Yaman Anak dan istrinya tak diperbolehkan ikut takut tak bisa kembali kedunia nyata lagi Karna tempat itu buka tempat manusia dan hanya bangsa jin kaum bunian hantu dan sisa nya manusia yang ikut meng gaib yang dinikahi para jin dan hantu yang menetap disana Zakaria yang banyak belajar ilmu tentang jin pun belajar untuk menguasai bahasa dan budayanya Dan Mereka akan menerima gaji besar disana dengan bentuk emas berkantong kantong .


" Tapi ustad manusia biasa tak biasa menembus dinding pembatas dunia lain tampa ia belajar " kata Zakaria


" Ana tahu nak, dan itu bukan hal aneh Menantu ana juga tahu itu . Dan Malik juga tahu masalah itu " kata abah santai


Di kursi Yuna duduk tenang tampa beranjak karna ia hanya makan es krim dan sop buah yang dibawakan Anis dan Mikha Yang mengambil makanan


" Dinda ngak ingin makan " kata Malik


" Dinda kenyang ayo pulang bi " kata Yuna sambil melihat Aziz wara wiri mengikuti Alif


" Ya sebentar Lagi .ya sayang tuh lihat Aziz dan Alif masih betah makan " kata Malik tersenyum mengengam tangan Yuna erat


" Ya bi " kata Yuna


Malik yang sudah makan pun hanya bisa menemani istrinya itu duduk santai sambil melihat para tamu


" Mal tuh bini ente ngak diambilkan makan " kata Habibi yang memperhatikan pasangan itu sedari tadi


" Katanya kenyang bang , maklum bumil kalo pengen makan nya banyak Tapi pas ngak pengen ya biar banyak juga dicuekin " kata Malik


" Hamil berapa bulan kok ngak kelihatan Mal " kata Habibi yang duduk tak jauh dari Malik yang makan bersama Ali


" Tujuh bulan bang " kata Malik


" Hah ......benaran " kata Habibi


" Hah heh...... kaya burung beo aja bang benaran tuh memang hamil cuma tuh perut ke tutupan gaun mahal " kata Ali yang menegak minuman nya sampai tandas


" Huh ....segar........" kata Ali


" Gila tuh Malik bini kaya boneka imut Kaya gitu kok dipajang Kalo ana cepat ana bawa pulang deh Li " kata Habibi Yang dilihat banyak mata pria yang memperhatikan Yuna . Yang terlihat makin cantik pas hamil tua .


Bukannya Malik tak menyadari Tapi Malik tak enak pada teman teman karna ia cuma datang sebentar .Dan terpaksa Malik menahan rasa cemburunya pada setiap mata yang menelisik wajah istri nya yang dilihat banyak kaum adam .


Yang penasaran ingin mengenal nya

__ADS_1


Namun mereka hanya berbisik bisik


Yang terlihat jelas oleh Malik


__ADS_2