
Amar pun lalu menemui Malik Dan Malik menceritakan Yuna sudah memberikan Izin Dan keduanya langsung pergi ke bank Untuk mengambil uang nya
Setelah itu kedua nya mampir sebuah cafe untuk ngobrol Dan Malik menanya kan bagaimana kesan pertama Amar menikah Dan Amar pun lalu bercerita
" Hah..... kok bisa hahaha............" tawa Malik terbahak bahak Dan untung cafenya sepi Membuat keduanya bisa curhat
" Apes gue tapi untung masih orisinil " kata Amar
" Hahaha ........ lucu juga ya bagaimana bisa gadis yang terlihat lugu rupanya didalam pake tato Allahuakbar mar Amar..... untung masih ori kali ngak ana bisa bayangin tuh muka lho " kata Malik Yang tertawa sampai sakit perut .
" Parah deh, apa Yuna ngak seperti itu Mal " kata Amar
" Ngak mar , Yuna memang tomboy dan baru hijrah Tapi tak ada tato dia bersih dan masih ori ngak neko neko Hanya dia perasa Dan tak mau diduakan
Dia akan bersikap cuek pada Ana kalo marah . Yang membuat ana harus berhati hati bersikap padanya " kata Malik
" Kacau .... kalo abi dan umi tahu pasti kaget Mal " kata Amar
" Ya tapi kan masih bisa di didik mar Yang penting dia asli .Masalah modifikasi
lho bisa pelan pelan Cuma lucu juga ya masa ada tulisan begituan " kata Malik yang lagi lagi terkekeh mengingat nya
" Awas lho ember bisa gue aduan lho di cium Maryam sama Yuna " ancam Amar
" Wah lho kacau pasti Ali nih biang kerok nya " kata Malik Karna hanya Ali dan Yusuf yang tahu masalah itu
" Tapi ingat jangan keceplosan sampai kelepasan ana hajar lho benaran " ancam
Malik yang tak mau Yuna sedih apalagi istrinya itu perasa
" Ya janji demi Allah dan rasulnya " kata Amar . Yang memang dekat dengan Malik sedari mereka kecil
Lalu setelah curhat panjang lebar keduanya pun pulang kerumah Dan Malik sempat mampir toko roti kesukaan sang istri untuk membelinya .
**********
Dikota saranjana Alea tersenyum Mikha mengendong Azzam .Hari ini mereka bisa pulang kerumah Karna Alea melahirkan normal tampa ada masalah
Dan Aldi sangat senang ketika Dua pasang teman mereka menyambut mereka dirumah
" Assalamualaikum " kata Aldi yang mengendong Alea langsung masuk kekamar
" Walaikum salam bro selamat pulang " kata Burhan dan jafar tersenyum Dan Helen mendekati Mikha bersama Laras yang sedang mengendong bayi Azzam .
__ADS_1
" Ya allah tampan bang " kata Laras
" Ya bang mudahan anak kita juga " kata
Helen senang melihat bayi Azzam yang mengerjapkan matanya
" Iyalah kan abang juga tampan " kata Burhan
" Ya , iyalah unta arab pasti ngak mau kalah " kata Aldi terkekeh
" Iya dong pasti lucu dan imut " kata Burhan tersenyum menoel hidung bayi Azzam
" Bang jangan masih kecil nanti toel hilang hidung nya gimana ?" kata Helen protes
" Hahaha...... mana ada hilang bisa balik lagi sayang Kan dia setengah hantu Pasti nanti juga bisa menghilang dan muncul sendiri tuh bayi " kata Burhan
" Masa sih tuan " kata Mikha Yang membuat Helen dan Laras saling pandang karna mereka juga hantu .
Aldi dan Alea cuma mengeleng Ketika teman teman nya itu membahas tentang bayi Azzam Dan calon bayi mereka Karna bagaimana pun mereka lahir dengan darah campuran Yang membuat mereka penasaran Dengan bayi nya masing masing
" Alamak..... berarti nanti bayi kita juga bisa menghilang dan terbang ya bang " kata Helen
" Ya begitulah " kata Burhan yang memang setiap anak punya kelebihan masing masing Apalagi mereka masih murni Yang lalu duduk bersama untuk ngobrol
" Ziz apa nanti sudah besar kau akan menikah Lalu seperti apa wanita yang kau sukai " kata Alif
" Mhem.....entah lah tapi aku sudah punya bayangan dia cantik dan pintar tak lama lagi ia akan lahir " kata Aziz yang sudah melihat kemunculan bayi Yuna dalam mimpinya .
" Hah ..... apa kau sudah punya calon " kata Alif
" Iya dong dia juga kaum . jin " kata Aziz yang sudah tahu anak umi angkatnya itu salah satunya kaum jin
" Wah......hebat ana belum " kata Alif Yang duduk di rerumputan
" Ya kan banyak yang cantik disini " kata Aziz melihat banyak anak keluarga bangsawan bermain disini .
" Ya tapi aku mau nya bukan hanya cantik saja Tapi juga cerdas karna seorang pendamping pria itu harus bisa mendidik anak anaknya dengan baik " kata Alif
" Masyaallah kau benar Tapi insyaallah kita bisa menemukan nya suatu hari nanti lif " kata Aziz
" Ya teman " kata Alif yang senang berteman dengan Aziz Lalu mereka pun
kembali bermain bersama .
__ADS_1
Disisi lain Yuna yang tampil cantik terlihat asyik melihat lihat loteng atas untuk menginap para tamu yang akan menginap di rumah umah ..
" Bagus ya nona bahkan bisa melihat kebun sayur dan pisang " kata Anis
" Iya nis oh ya nanti malam kita sudah pulang kerumah apa kue sudah diantar " kata Yuna
" Belum nona mungkin sebentar lagi Ayo turun nona sudah mau Adzan " kata Anis yang menuntun nona nya itu menuruni tangga dengan hari hati Dan ketika ada salam terdengar membuat Yuna meleng sehingga
" Nona ....." teriak Anis
" Allahuakbar " kata Malik memeluk istrinya itu yang hampir jatuh
" Abi......." kata Yuna kaget Begitu .juga Amar dan Nurul yang melihat nya di depan pintu
" Ya allah de ngak meleng kalo turun tangga " kata Malik mengendong Yuna menuju sofa dan mendudukkan nya pelan
" Ngak pa pa kan Yun " kata Amar yang ikut mendekati keduanya .
" Ngak papa mar hanya kaget " kata Yuna .
" Hati hati nak " kata umah yang datang membawa teh bersama Anis yang juga membawa nampan kue .
" Tadi hanya kaget umah kan nona jadi ngak fokus " kata Anis
" Besok besok harus fokus dulu ya sayang kan masih ada umah di dapur " mata Malik yang mengusap kepala Yuna .
" Duduk mar nak Nurul .ayo duduk ini cicipi kue nya " kata umah
" Iya umah " kata Nurul yang melihat rumah ustad Malik sangat besar .Yang membuat Nurul iri pada Yuna Apalagi tadi Ustad Malik menggendongnya dengan mesra tampa merasa keberatan walau pun Yuna berbadan dua .
" De kok melamun " tegur Amar
" Oh ngak bang cuma kaget saja lihat rumah ustad besar kaya lapangan " kata Nurul Yang membuat semua yang mendengar nya tertawa .
" Ya memang dibuat luas biar anak anak bisa bebas bermain " kata Yuna
" Ya nanti nak Nurul juga Amar bisa bangun rumah yang besar ya kan mar " kata Umah
" Insyaallah umah , doakan kami slalu ya umah " kata Amar
" Ya nak semoga cepat punya rumah sendiri juga biar bisa mandiri " kata umah tersenyum
" Aamiin " kata Amar merangkul Nurul Yang kini bisa menerima Nurul dengan apa adanya setelah mendengar penjelasan istrinya itu tadi siang sepulang dari cafe
__ADS_1