Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 195


__ADS_3

Dirumah Yuna sudah siap ber saur bersama dengan Mikha Anis Arjan dan Arjun . Mereka menikmati makan sahur dengan lahap Sambil ngobrol layak nya keluargga


" Nona apa besok kita kepasar lagi ,karna stock sudah habis " kata Mikha yang bersemangat Karna tadi malam semua siswa sudah bubar dan Mikha dan Anis membawakan makanan untuk mereka bersama plus amplop yang Malik siapkan untuk mereka.


" Ya habis ini kita berangkat biar bisa memilih yang segar segar " kata Yuna .


" Ya nona siap " kata Anis


"' Apa abi perlu ikut " kata Malik mengusap bahu Yuna .


" Tuan , ngak usah , kan sudah ada Arjan yang jadi kuli panggul hehehe......." kata Mikha tersenyum


" Ck.... kan tuan mau lihat lihat juga buat cuci mata ya kan tuan kan banyak buah juga " kata Arjun .menimpali


" Hahaha .... benar itu kan abi mau beli buah yang banyak " kata Malik


" Boleh kenapa tidak " kata Yuna tersenyum .


" Ya sudah setelah subuhan kita berangkat Arjun jaga rumah ya " kata Malik.


" Hah...... kenapa saja sendiri yang ditinggal tuan kan rumahnya ngak pindah pindah Kalo ditinggal " kata Arjun protes karna ia juga ingin ikut kepasar


" Hahaha ..... bilang saja ingin ikut Ngak pake ngeles " kata Anis .


" Itu tahu tapi kok ngak peka " kata Arjun cemberut.


" Trus duduk dimana " kata Arjan


" Pake mobil yang besar kan duduk dibelakang bebas hambatan dan muat belanja banyak " kata Arjun


" Ya terserah rumahnya bisa dikunci kok " kata Yuna


Mereka pun lalu ngobrol yang lain sambil makan Dan setelah selesai mereka pun sholat subuh berjamaah di masjid Dan itu membuat ibu ibu muda tersenyum pada Yuna.


" Bukan nya itu ustazah Aliya ya yang terkenal itu yang juga membantu para ustad kemaren ya .


" Iya istri ustad Malik yang tampan itu lho mirip artis korea mana kulitnya putih dan bersih


" Ih.....pantasan istrinya juga cantik orang ustad nya juga pintar dan ramah gitu masih muda lagi ngajar di Al azhar " kata Seorang ibu muda sebaya Yuna Yang memperhatikan Yuna .


" Iya ....Ana pikir masih jomlo rupanya sudah punya istri ya " kata Yang lain

__ADS_1


" Ya jelas cepat laku banyak yang mau umi ,orang tampan muda dan ustad lagi disini aja pasti ada yang nawarin poligami " kata seorang ibu muda.


" Wah .... ngak deh kalo poligami , kalah saing sama ustazah Aliya yang ngak jadi istrinya aja di bikin baper Apalagi poligami bakal dicuekin kita .


" Aish kalian ini , lagian ustad Malik juga ngak mau punya istri lagi . Sudah bilang sama abah tutup pintu hati ngak ada lowongan jadi jangan berharap " kata putri ustad Ali yang sulung


Membuat semua orang tersenyum Dan ada yang manyun karna kecewa .


" Hahaha .... kalian kenapa kaget , ngak usah pesimis banyak yang lain " kata putri ustad Ali tertawa


Padahal ia juga kagum pertama kali melihat ustad Malik di kampus Tapi setelah tahu ustad Malik sudah punya istri


Niatnya sinar karna ustazah Billa saya yang terkenal pintar saja di tolak .Padahal teman nya satu kampus .Dan itu ia dengar dari desas desus dari pada dosen Dan mahasiswa sekampusnya . Dan ustad Billa menikah dengan temannya ustad Malik.


" Ayo sholat....sholat .... tuh sudah Adzan jangan bengong " kata umi Aisyah menegur sang putri


" Iya umi " kata gadis itu tersenyum sambil sesekali melirik Yuna yang diapit Mikha dan Anis yang mengawal Yuna


*************


Disebuah rumah sakit Yusuf duduk termenung karna biaya rumah sakit membengkak padahal kemaren ia sudah di bantu istri Malik . Ketika sang istri kesana minta bantuan .


" Yah ....aku minta bantuan Ali ngak mungkin masa sama Malik lagi sih padahal hari ini terakhir " kata Yusuf


" Abi takut ngak bisa menganti nya bi sayang, Apa lagi itu pemberian umi bi" kata Yusuf


" Terus masa kita minjam lagi bi, gini aja bi biar Lutfia jual dulu nanti kalo punya uang kita tebus mudahan saja abi bisa dapat pinjaman Atau gaji yang belum cair cepat dibayar " kata Lutfia


" Ya ....sudah mudahan besok ketemu ustad guru abi bisa di bayar semua hutang nya " kata Yusuf yang pernah meminjam kan uang tapi belum di bayar Dan kini ia datang untuk menagih nya Karna ibu nya ditanah air sedang sakit Dan dirinya pun jatuh sakit


" Ya sudah bi, ana kepasar dulu " kata Lutfia yang mantap ingin menjual kalung nya Dan lalu pamit menuju pasar ..Karna ia juga pernah berkuliah di kota ini.


Sedangkan di pasar Yuna memilih buah Dan daging untuk dirumah juga sayuran yang ia beli . Setelah selesai Yuna pun mencari taplak meja dan peralatan dapur yang kurang


" Bi abi tunggu disini ya . Dinda mau lihat taplak buat meja dirumah sama beli yang lain " kata Yuna .


" Ya hati hati , Mikha Anis temani nona kalian ya " kata Malik


" Ya tuan " kata Anis dan Mikha kompak . Yang mengawasi nona nya dari dekat


Keduanya nya pun mengikuti Yuna untuk melihat toko taplak dan peralatan dapur. Namun tampa sengaja Yuna melihat Lutfia yang sedang menuju toko emas yang tak jauh dari tempatnya berdiri .

__ADS_1


Yuna pun lalu mendekatinya nya dari dekat .Dan Lutfia ingin menjual perhiasan nya yang ia pakai dileher


" Bi bisa tolong saya butuh uang naikkan harga sedikit ini peninggalan umi ana Nanti kalo punya uang saya tebus lagi " kata Lutfia sedih . Karna si tukang emas menaruh harga murah .


" Ana hanya mampu segitu , ngak mau ngak apa apa ya sudah ukhti bisa pergi . Karna perhiasan kami masih banyak " kata orang itu pada Lutfia sedikit kasar


" Tolong lah bi , suami ana sedang sakit " kata Lutfia mengiba .


Namun si penjual tak menggubris Karna pasti semua orang butuh uang Dan bukan nona itu saja pikirnya


Yuna yang melihat itu pun langsung mendekati Lutfia .


" Ukhti biar saya beli emas nya nanti bila kau butuh bisa kau ambil lagi " kata Yuna Yang membuat Lutfia menoleh .


" Ustazah......" kata Lutfia menunduk melihat Yuna ada di depan nya.


" Kenapa ngak cerita padaku bilang kalo butuh uang " kata Yuna .


" Maaf .... uang kami tidak cukup , Dan kalo minta bantuan lagi kami merepotkan kalian " kata Lutfia.


" Bi sini emas nya kembali biar Ana bawa pulang Maaf ini saudari saya " kata Yuna Yang tak mau emas itu dihargai murah padahal emas itu kwalitas bagus.


" Ya ini ukhti " kata orang itu dengan wajah masam karna tak bisa menekan harga murah.


Yuna pun mengambilnya dan .memasukan nya dalam tas salempang nya Dan Lalu mengeluar kan uang dua ikat dan memberi kan nya pada Lutfia.


" Apa ini cukup " kata Yuna


" Iya cukup trimakasih " kata Lutfia dengan mata berkaca kaca ...


" Sudah .... pulang lah , nanti kau bisa datang kerumah bila membutuhkan emas ini .Dan ini aman bersama ku " kata Yuna


" Trimakasih ustazah , aku banyak berhutang budi pada kalian " kata Lutfia


" Tak usah dipikirkan , yang penting suami mu sembuh " kata Yuna Yang juga belum bertemu Yusuf .


" Aamiin , ana pergi dulu ya banyak trimakasih " kata Lutfia memeluk Yuna


" Sama sama dan hati hati di jalan. " kata Yuna.


" Ya ustazah ..." kata Lutfia

__ADS_1


Yuna pun tersenyum ia merasa iba pada Lutfia karna Yuna bisa membayangkan tinggal negara orang dalam kesusahan pasti lah menyedihkan . Dan Yuna bersyukur dapat kelimpahan rezeki dari allah . Yang membuatnya bisa membantu orang lain Karna sejati nya manusia kembali hanya membawa amal nya ketika kembali pada sang khalik .Dan Yuna pun berusaha sebaik mungkin bisa menolong orang yang membutuhkan pertolongannya.


****, Maaf telat 1 bab nanti malam habis tarawih ya karna tadi ada kegiatan bersilahturahmi ****


__ADS_2