
Tamu yang datang sore itu pun asyik menikmati hidangan ketika dua bayi
itu tidur nyenyak di ayunan tampa terusik di tengah ruang tamu .Yang dikelilingi para tamu
" Wah .... dinda mereka nyenyak " kata
Malik menatap Yuna yang sedang membagikan amplop pada anak anak
" Ya bi ... tadi khusuk dengar pengajian dan sholawat makanya bisa tidur nyenyak " kata Yuna membiarkan kedua anak nya dalam ayunan . Nyenyak tidur karna memang dari pagi mereka lama bermain Begitu juga dengan Azzam yang tidur di kamar nya bersama Alea Helen dan Laras juga Ani Karna tamu pada makan mereka pun bisa beristirahat
Sedang kan Aziz yang sudah sampai di istana menghempaskan badannya di kasur karna lelah
" Heh...... lumayan lif tuh lihat " kata Aziz melihat belian cantik di atas meja dengan pusaka sakti cincin merah hati
" Ya tapi Ana tak suka dengan cincin nya ziz " kata Alif yang terasa bau mistis Menusuk bau busuk di hidung Alif
" Mata mu jeli juga itu adalah cincin pusaka para jin jahat kita harus me musnah kan nya nanti Sambil menunggu paman Ghani melapor pada Ayahandamu " kata Aziz
" Ya makin cepat makin baik sebelum para Jin kafir itu datang merebutnya Karna mereka bisa merasakan hawa mistis nya .
Dan tak lama Abdullah dan Ghani pun datang Karna memang sudah tahu dari para penggawa nya kalo cincin sakti itu bukan benda pusaka Tapi penyedot mistis ilmu iblis
" Ceklek.....
" Paman ......" kata Alif
" Apa kalian sudah tahu Apa yang ingin kami ambil " kata Ghani
" Ya cincin hadiah Aziz itu kan .paman
" Ya bagus lah kalo kalian tahu itu Ayo kita hancur kan " kata Ghani yang memakai sarung tangan tebal untuk memutuskan hawa mistis cincin itu lalu
Ghani membawanya keluar dekat taman meletakan nya di bawah batu Dan lalu berdoa cukup lama Setelah itu pun Ghani mengeluarkan kekuatan nya Lalu bersiap ingin menyerang cincin di bawah batu itu
" Kalian mundur lah " kata Abdullah
Yang ikut mundur dan Aziz bersama Alif pun mundur menjauhi Ghani
" Duar ......... duar........
Batu dan cincin itu pecah bersama asap hitam mengerikan membumbung tinggi Yang membuat Aziz bergidik ngeri Karna cincin itu memang bersumber dari kekuatan iblis .
" Kini mereka tak akan bisa mengusik kita . Pasti para setan dan jin kafir akan mencarinya suatu hari nanti Tapi tenang lah mereka tak akan bisa mengendusnya
" kata Ghani menghancurkan cincin itu menjadi abu Dan Abdullah pun lega
__ADS_1
" Sudah ayo kita .pergi " kata Ghani
" Tapi paman apa itu abunya tak dikubur " kata Aziz
" Apa harus " kata Ghani
" Ya tuan " Kata Abdullah yang lalu mengubur abu bekas hawa jahat itu Agar tidak menjadi bibit penyakit dan petaka pada orang lain
"Alhamdulilah " kata Aziz yang kembali masuk bersama Alif kini mereka sedikit senang Karna kejahatan itu hilang dan lenyap Sedang Ghani Dan Abdullah pun saling pandang memandang asap hitam itu lenyap begitu saja
Disisi lain Malik dan Yuna bernafas lega
Karna Para tamu sudah pada pulang Dan mereka pun lalu duduk santai sambil menikmati makanan yang tersisa
" Alhamdulilah bi semua sudah selesai kita tinggal pulang ke kairo bi . " kata Yuna
" Ya kita akan pulang ke kairo mereka bisa belajar disana dengan aman Karna ada Aziz yang akan mengawasi mereka " kata Malik
" Iya bi " kata Yuna sambil menikmati gulai kambing buatan umah dan para tetangga mereka
" Lan ayo makan emak mu mana " kata Yuna ketika Akan mengambil minum
" Sudah kak, emak lagi di belakang mereka juga sudah makan
" Oh ya Lan gimana sekolah mu Apa sudah selesai " kata Yuna melirik Malik
" Lanjut kan saja , nanti abang yang akan bantu biayanya Dan bilang sama emak mu untuk masukan Asa sekolah di.pondok saja , besok kalo mau pulang biar abang urus pada ustad Lukman Dan emak mu bisa kerja disini nemani umah Ngak perlu kerja ke pasar " kata Malik
" Alhamdulilah bang trimakasih kak, ya nanti Alan akan bilang emak " kata Alan senang sambil tersenyum
Karna tadi malam Malik di tanya umah untuk membantu Alan .Karna si emak bercerita kalo Alan sering puasa untuk bisa menafkahi emak dan adiknya makan
Dan itu membuat Yuna dan Malik untuk membantu Alan toh mereka juga kelebihan rezeki
" Tapi ingat belajar yang rajin Agar kau bisa dapat beasiswa " kata Malik menepuk bahu Alan .
" Ya bang " kata Alan
Sedangkan di ayunan dia bayi sedang mengintip para tamu .Karna kedua sudah di ajarkan Yuna untuk menjadi bayi biasa. Karna mustahil bagi manusia biasa ada bayi umur 3 minggu .Jadi keduanya hanya bicara lewat telepati
" Kenapa belum sepi " kata Alim
" Ya memang begitu , kan mereka lagi sibuk " kata Ulya
"Alim mau turun kak " kata Alim
__ADS_1
" Ngak boleh kita manusia biasa ingat itu !!! bukanya kau pandai berpura pura " kata Ulya
" Ya tapi ngak selama ini " kara Alim
" Ya sabar lah " kata Ulya Yang lalu langsung menangis
" Oe...... Oe......Oe....." kata Ulya mencari perhatian sang umi
" Eh ...sudah bangun ya , Ade juga .
" Abi ada yang mau ***** nih , umi bawa kekamar ya Ade juga tolong abi " kata Yuna melirik Malik
" Ya umi ayo sini abi gendong " kata Malik lalu mengendong Alim dan membawanya ke kamar .Lalu Malik pun meletakkan bayi Alim Dan mencium nya
" Sudah aman " kata Malik yang juga mencium bayi Ulya dan Malik keluar dari kamar lalu menutup pintunya
Sedangkan di luar umah dan Fatma membungkus makanan untuk para ibu ibu yang membantu memasak .Di bantu umi dan Alea .
" Umah untuk kue ada di kamar semuanya ada berapa orang yang membantu umah " kata Malik
" 12 orang nak tak termasuk umah fan Fatma " kata umah
" Ya umah nanti untuk bagian laki lakinya biar sama abah ya umah " kata Malik menyodorkan amplop untuk para ibu ibu yang membantu umah
" Ya nak " kata umah
" Fat kue dan berkatnya ambilkan satu satu biar adil " kata umah
" Siap umah " kata Fatma yang gesit untuk mengambil kotak kue dan berkat
Lalu menyusun nya untuk setiap orang agar di bagi rata .
" Ayo siapa yang mau pulang duluan " kata Fatma Yang sudah menyiapkan semuanya .
Ibu ibu pun berkumpul Dan hanya umi yang tidak karna masih sibuk didapur bersama Aliyah menantunya
"' Umi ,Ustad Malik dan Yuna uang nya ngak habis habis ya umi padahal sudah sering membantu orang dan keluargga kita juga " kata Aliyah
" Ya nak itu namanya rezeki yang berkah
Makanya bisa beranak terus duitnya "' kata umi .
"' Ya umi , kaya orang punya pohon duit saja tinggal petik " kata Aliyah
" Hahaha kau ini yah, kalo ada pohon duit mungkin banyak orang yang akan menanam nya Ngak perlu kerja Dan hanya menunggu hasil " kata umi tertawa
__ADS_1
" Iya , ya umi tapi sayang itu hanya berandai andai mengharap yang tak pasti " kata Aliyah tersenyum Yang hanya bisa mensyukuri apa yang ia punya saat ini itu sudah cukup Karna
Semuanya sudah punya takdir masing masing .