
Karya bingung harus menjelaskan nya Karna memang ia membawa benda pusaka itu untuk berjaga jaga dijalan. Kalo ada apa apa Tapi bagaimana Yuna bisa tahu. Yang membuat Karya akhirnya diam.
" Tapi apa ya " kata Rustam penasaran
" Bukan apa apa " kata Karya . Yang diam dan hanya fokus pada setir mobilnya.
Sedangkan Yuna dan Meri yang duduk di belakang hanya saling pandang.
" Kok kamu bisa tahu Yun " kata Meri berbisik.
" Aku merasakan hawa mistis sejak kita berangkat dari banjarmasin " kata Yuna santai. Yang memang Yuna bisa merasakan hal hal aneh yang di sekelilingnya.
Siang mereka sudah melewati kec batu licin jadi sekita kurang lebih 1 jam lagi mereka akan sampai di kota baru.
" Yun buah yang dijual dipinggir jalan itu murah apa mahal sih " tanya Meri yang tergiur melihat para penjual buah yang mereka lewati.
" Kalo buat orang lewat kaya kita itu jelas kemahalan Mer , nanti kita beli di pasar saja Tinggal satu jam lagi nyampe kok pas lewat pasar kita beli kalo pengen " kata Yuna.
" Ok "kata Meri. Yang tahu pasti mengenal daerahnya jadi tahu mana yang murah dan mahal..
" Kang jadi langsung pulangkan. Kita diantar sampai kota baru saja. Cari yang dekat penginapan dan pasar ya " kata Yuna.
" Kamu ngambek yun " tanya karya menoleh kebelakang. Melihat Yuna.
" Ngak di bikin santai aja , lagian aku bakal lama kok disini kang . Jadi kalian pulang aja langsung " kata Yuna santai .Karna tak ingin merepotkan teman temannya.
" Memang mau berapa lama disini Yun ?" kata Rustam penasaran
" Ngak tahu juga tam , belum pasti makannya kalian bisa pulang " kata Yuna yang khawatir karna ia belum tahu pasti berapa lama untuk bertemu Alea.
Bukan tampa alasan Yuna mencari Alea. Karna ia mimpi di datangi Alea berkali kali. Dan itu lebih dari 5 x yang membuat nya Yakin Alea masih hidup dan ia tak pernah menceritakan tentang mimpinya Pada siapa pun sebelum bertemu langsung dengan Alea . Agar ia bisa memastikan itu firasat atau hanya kembang tidur.
Siang Mereka pun sampai disebuah penginapan di kota baru . Yang tak jauh dari pasar . Agar keduanya bisa jalan jalan. Karna dipasar lebih murah Dan lagi bisa ditawar karna semua nya komplit
Yuna memilih kamar yang dobel bed agar dia dan Meri bisa sekamar .
" Kang langsung mau pulang kan kita jalan jalan dulu kepasar buat beli oleh oleh " kata Yuna.
" Iya aku juga ingin mencoba makanan asli sini. Di pasar banyak yang jual.kan " kata Meri.
" Iyalah banyak pastinya lengkap Mer " kata Yuna . Yang lalu menutup kamar dan menguncinya .
__ADS_1
" Ok yuk lihat lihat " kata Meri .Yang senang bisa jalan jalan mencari kulineran khas kotabaru yang cukup enak katanya.
******
Sedangkan disebuah rumah Alea menyiapkan banyak kantong plastik. Untuk nanti malam belanja keperluan dirumah Ke kota baru. kota nya manusia. Yang menurut Aldi ramai dan disana juga tersedia bermacam makanan yang enak. Yang membuat Alea penasaran
" Aku akan ikut siapa tahu aku tahu jalan pulang " bathin Alea yang sangat rindu ingin pulang kerumah dan bertemu orang tuanya.
Karna selama tinggal dikota saranjana .
Alea tak bisa berbuat apa pun dan bingung karna memang ia belum tahu seluk beluk kota itu
" Mudahan aku bisa mengirim kabar dan minjam ponsel orang untuk bicara dengan ibu dan bapa " kata Alea. Yang memang sangat rindu dengan orang tuanya.
**********
Sedangkan dipasar Yuna memberikan oleh oleh untuk karya dan Rustam di toko makanan dan cemilan khas kota baru.
Yang membuat Meri gelap mata memilih dan ingin memborong nya.
" Meri beli buat makan saja, kita belum pasti pulang nya . Nanti kalo mau pulang saja kita beli oleh olehnya " kata Yuna
" Hah ...... jadi masih lama nih kalian disini Yun ?" tanya Rustam
" Teimakasih banget sudah diantar " kata Yuna Sambil memilih amplang dan kerupuk.
" Sama sama Yun " kata Karya yang lesu.
" Kenapa ya kok muka nya masam gitu " kata Rustam meledek
" Heh...... ngak orang aku cuma ngantuk " kata Karya berbohong padahal ia masih ingin mengantar Yuna. Namun karna Yuna hanya minta sampai kota baru apa mau dikata. Ia pun harus kembali .
Setelah membeli oleh oleh Yuna memberikannya pada Rustam dan Karya dan mereka tak lupa makan siang .
" Wah aku mau lontong yang pake gabus bakar Yun " kata Meri menunjuk apa yang ia inginkan. Karna dipasar lengkap semua jenis makanan bisa dijual
" Ya tumben jadi suka Mer ?" kata Yuna
" Enak yun aku suka " kata Meri . Apalagi ketika ia mencicipi bingka kentang yang pecah di lidah Yang membuat Meri ketagihan .Merasakan kelembutan kuenya.
Mereka pun lalu makan lesehan. Sambil ngobrol dan Meri tak lupa juga membeli buah buahan. . Yang membeli kasturi .Pas musim buah kasturi ( buah mangga kecil berwarna ungu ) Yang membuatnya memborong semua buah itu sampai 5 kg.
__ADS_1
Sedang kan Yuna hanya mengelengkan kepala nya . Karna melihat Meri yang
kalap. Karna ketagihan makan buah kasturi.
" Buah ini ngak ada di jakarta Yun , makanya aku mau pamer nanti sambil
makan dan ku kirim fotonya " kata Meri
" Terserah " kata Yuna Yang menikmati makanannya .
Karya dan Rustam hanya tersenyum melihat Meri yang memang hobby makan . Karna Meri baru pertama kalinya liburan dan ikut dengan Yuna.
Setelah itu Rustam dan karya pulang kembali ke banjarmasin. Tak lupa Yuna memberikan Uang perjalanan yang ia janjikan selama mengantar Yuna dan Mery.
dan juga memberi Rustam Dua lembar ratusan
" Tam buat anak mu jajan salam buat bini ya, Kang trimakasih salam juga buat bini dan anak anak " kata Yuna Yang melepas kepergian kedua pria itu
" Dah hati hati di jalan " kata Meri melambaikan tangan .
Yang dibalas senyuman oleh Rustam dan Karya. Lalu Yuna dan Meri pun kembali kekamar. Untuk beristirahat.
Menjelang sore setelah sholat Ashar Meri tertidur Sedangkan Yuna duduk berzikir sambil bersila . Entah apa yang dilakukan nya hanya tuhan yang tahu.
" Dia akan ada disini nanti malam " kata Yuna menghela nafas
" Syukurlah aku akan menemuinya nanti selepas Isya " kata Yuna. Lalu membuka matanya dan melihat meri yang masih terlelap. Dan pergi keluar sebentar mencari makan .
" Mer....... bangun mau magrib pamali tidur magrib ayo kita sholat " kata Yuna Yang sudah siap dengan mukenanya .
" Eh....... ntar Yun. aku kumpulkan nyawaku dulu " kata Meri lemas Sambil mengerjapkan matanya.
Lalu setelah sepenuhnya sadar Meri dan Yuna pun sholat berjamaah dikamar. Sambil menunggu isya mereka makan malam karna tadi sore saat Meri tidur Yuna membeli Nasi bungkus.
Setelah Isya Yuna pun mengajak Meri Keluar untuk kepasar malam . Bersamaan dengan Alea yang juga pergi belanja bersama Aldi dan Burhan yang ikut menemani bersama Jafar
" Wow.. ..... ramai banget tuh yang jualan " kata Jafar yang melihat lihat pakaian gamis pria. Begitu juga Burhan. Sedang kan Alea sedang memilih milih baju Untuk dirinya yaitu daster rumahan . Mumpung mereka
kepasar .
" Alea ...... " kata seseorang memegang pundaknya .
__ADS_1
Deg...........