
Mobil Malik pun parkir mulus di halaman rumah yang membuat sang kakak .kaget
" Mal ini ngak salah " kata umi Farhan
" Iya paman rumah nya besar banget " kata Farhan .
" Sudah nanti tanya nya kita masuk dulu bawa semua barang dan lalu kita kebelakang untuk makan " kata Malik yang turun lebih dulu. Yang di ikuti Arham dan sang kakak. Lalu masuk kedalam rumah
" Masyaallah besar sekali Mal , mana tingkat lagi " kata umi Farhan
" Assalamualaikum " teriak Farah
" Walaikum salam " jawab dari dalam ruang tengah
" Kak.... masyaallah kalian sudah sampai ." kata Yuna keluar bersama Aziz
" Yuna de....ya Allah kau tambah cantik saja dan ini perut sudah buncit ya " kata Umi Farhan memeluk Yuna dan Aziz pun menyalami Farhan dan Farah karna Malik memperkenalkan mereka
" Ayo ayo kita makan " kata Yuna mengandeng kakak ipar nya itu menuju dapur Dan disana Yusuf Lutfia Mikha dan Anis juga Arjun berdiri Tersenyum menyambut mereka
" Ayo kak langsung saja kita makan " kata Malik
" Masyaallah ini lengkap rupanya tamunya banyak " kata umi Farhan
" Ini teman Malik Yusuf kak, ingat ngak teman Malik waktu kuliah dulu " kata Malik menjelaskan pada kakak Dan kakak iparnya . Yang membuat mereka pun bercerita.
Acara makan pun terasa akrab sambil ngobrol Begitu juga Aziz yang ngobrol bersama Farhan dan Farah tentang kota Yaman. Begitu heboh membuat Arjan dan Arjun senang bisa ikut bercerita bersama keluargga tuan nya .
***********"
Disisi lain seorang wanita marah pada bawahan nya .
" Bodoh .... kenapa kalian tak becus juga bekerja " kata wanita itu
" Kami tak bisa mengikuti nya nona mereka hilang begitu saja di tempat itu " kata pria itu gugup .
" Bodoh .... dasar bodoh .... pakai akal sudah seminggu kalian mengikuti nya tapi ngak ada hasilnya " kata wanita itu
" Seperti nya mereka tahu kami mengintai dan mengikutinya nona " kata pria itu
" Besok bawa pasukan lebih banyak aku ingin ustad itu ditangkap " kata wanita itu kesal karna ia belum bisa mengacam umi Syifa Dan wanita tua itu terlihat sangat santai .
" Baik nona " kata pria itu .
Sedangkan teman nya hanya diam tertunduk diam menarik nafas dalam .
__ADS_1
" Aku harus menemui ustad itu sebelum terlambat " kata pria itu dalam hati
" Sekarang pergilah jangan datang bila perkerjaan kalian belum beres " kata wanita itu marah .
" Baik nona kami pergi " kata pria itu .
" Ayo sin, kita pergi " kata pria itu mengajak teman nya kembali ke belakang
Menuju rumah besar para pelayan dan pengawal yang ada dibelakang rumah
Sedangkan malam ini Alea sedang sibuk menata kue kue kering di atas meja
" Alhamdulilah puasa ku sebulan pull " Kata Alea senang
" Cup .... bagus istri pintar " kata Aldi
" Abi bikin kaget saja sih " kata Alea kaget
" Nih thr nya buat istri abi yang rajin puasa " kata Aldi mengeluarkan amplop tebal dan memberikan nya pada Alea
" Alhamdulilah ya Allah atas rezekimu yang sangat spesial malam ini " kata Alea Mengangkat kedua tangan nya
" Aamin ..... istri abi rupa nya sangat pandai bersyukur " kata Aldi tersenyum
'" Iyalah kan abi sayang sama Alea . Jadi Alea slalu bersyukur punya suami yang baik setia penyayang dan juga rajin kasih duit dan kasih thr " kata Alea yang memeluk suami nya itu
Cih.....saking asyik lupa teman " gerutu seseorang yang membuat Alea kaget
" Burhan...... astaga sejak kapan disitu ." kata Aldi kaget .
" Heh ..... bukan ana doang tuh ....." tunjuk Burhan menunjuk Helen dan Laras di yang duduk di sofa
" Astaga kapan kalian sampai disini " kata Alea ikut kaget Karna setahunya teman temannya itu sudah pulang sedari tadi Setelah magrib dan buka
" Kami balik lagi mau ngantar ini dari istana hadiah parsel buat kalian Dan tadi kak Ghani kerumah kami Dan sekalian aja kita mampir kesini " kata Helen menunjuk parsel besar dari istana
" Allahuakbar gede banget apa isinya " kata Aldi .
" Lihat saja sendiri , yuk sayang kita pulang kan tugas kita sudah selesai" kata Jafar .
" Ok.... bos ya sudah kita pulang ya met mesra mesra sana "kata Helen
" Heh..... ya trimakasih " kata Alea malu keciduk para teman nya .
" Trimakasih han far , sampai ketemu besok " kata Aldi
__ADS_1
" Ya dah.....assalamualaikum " kata Laras
" Walaikum salam " sahut .Alea dan Aldi kompak yang tersenyum melihat teman teman nya itu sudah pergi Lalu mengunci pintu Dan membuka dus yang membuat Alea kaget .
" Allahuakbar " kata Alea
" Apa isinya " kata Aldi yang tahu tiap tahun istana berbagi parsel untuk para pengawal dan bawahan juga orang orang kepercayaan mereka
" Uang emas dan kue bi " kata Alea senang lalu membongkar nya .
" Alhamdulilah bisa untuk tabungan kita " kata Aldi senang yang mendapat thr bingkisan dari istana . Karna tak semua orang dapat Hanya yang pengabdi setia saja yang dapat . Dan Aldi termasuk beruntung bersama dua sahabatnya itu .
Bisa mendapatkan hadiah dari istana langsung Dan pasti nya karna Yuna
Dan begitu juga di kota mesir Yuna dapat paketan yang cukup besar malam takbiran ketika semua pria sedang ke ikut takbiran di masjid
" Apa isinya ya " kata Yuna bingung melihat nama pengirim nya .
" Alif .... astaga dari ...." kata Yuna melongo
" Dari siapa de " kata umi Farhan
" Dari teman jauh kak " kata Yuna .
" Masyaallah apa isi nya kok gede banget " kata umi Farhan
" Entah lah nanti saja dibuka nya menunggu abi Malik kak ." kata Yuna
" Ya de " kata umi Farhan yang ikut penasaran Begitu juga Lutfia dan Mikha juga Anis yang berdiri di belakang Yuna
" Ayo .... masak lagi " kata Yuna
" Iya nona tapi kok besar sekali hadiah nya " kata Anis yang baru kali ini ada orang mengirim hadiah sebesar itu Dan lagi dusnya besar setinggi dua meter
" Apa isinya ya jangan jangan zonk " kata Mikha
" Ih.. mana ada " kata Anis Dan tak lama ada orang lagi Yang mengantar paket dari kampus Dan hadiah untuk Yuna dan Malik
" Ya Allah kita dapat lagi " kata Anis
" Tuan dan nona nis bukan kita " kata Mikha
" Iya .... kok kita ngak " kata Anis
" Hadeh .... kita ini siapa mereka tuan dan nona kita itu wajar mereka punya banyak kenalan .Kita harusnya dapat dari istana tapi yah......." kata Mikha yang lalu meletakan parsel diatas meja ruang tamu
__ADS_1
Dan mereka pun kembali kedalam . Kembali membantu memasak untuk besok pagi Sedangkan anak anak bermain di masjid ikut takbiran
Yuna tersenyum melihat rumah mereka jadi meriah dan ramai karna bisa berkumpul dengan keluargga sendiri Dan teman juga para pelayan nya Di malam indah yang membuat nya tersenyum bahagia .....menyambut lebaran