
Yuna keluar dari toko emas lalu menuju tempat di mana Fatma menunggu .
" Kok lama de" kata kak Fatma yang belanja keperluan rumah
" Iya kak orang yang melayani cukup lelet .Ayo pulang kak " kata Yuna Yang menaiki motor karna sengaja menyuruh sang kakak belanja untuk keponakan nya .
" Sudah lengkap semua tuh belanjaan " kata Yuna.
" Sudah uang mu habis " kata kak Fatma
" Ngak pa pa ngak tiap hari ini Tapi susu untuk Farid sudah beli kan kak " kata Yuna sambil membayar parkir .
" Sudah de 3 kotak " kata kak Fatma Yang lalu menaruh keranjang belanjaan di depan .Karna memakai motor matic.
" Syukur lah ayo naik kita pulang nanti mampir warung bakso dulu ya kak " kata Yuna yang ingin makan yang segar segar. Sambil mengendarai motornya .
" Jangan jangan ngidam tuh de " kata kak Fatma .
" Hahaha ..... biar lah sudah punya laki ini " kata Yuna santai. Karna takdir seorang wanita kalo sudah dicampuri suami yang ngak akan lama hamil juga .
" He eh ...... laki ustad lagian gimana rasa malam pertama nya de " kata kak Fatma
" Ih........ kak Fatma kepo " kata Yuna tertawa.
" Ya .... kepo dikit boleh lah kan ustad Malik kalem mana banyak yang suka Sayangnya Kak Fatma ngak seberuntung kamu de Lagian tuh ustad pintar mana tahan kalo di goda " kata kak Fatma
" Yah..... biasa aja kali kak , kaya kak Fat sama kak samsul " kata Yuna.
" Ya tetap beda de perlakuan nya , orang pria alim pasti memperlakukan nya lembut dan ngak grasak grusuk " kata kak Fatma
" Hahaha ..........ngaku ni yee Wah ngak sabaran tuh laki " gelak Yuna .Yang merasa di perlakukan lembut oleh sang suami dan juga penuh kasih sayang .
Sampai di depan warung bakso Yuna memesan 10 bungkus sekalian .untuk orang dirumah . Setelah itu kedua nya langsung pulang . Dan Yuna bergegas mengambil mangkok untuk memakan bakso nya .Fatma langsung memisahkan bagian untuk mertua Yuna Dan hanya mengambil untuknya dan Farid putrinya
" Huh...... pedas banget " kata Yuna .
" Aish kebanyakan sambal .. tuh . oh ya ustad Malik kok tumben de ngak mau Mengantar mu kepasar " kata kak Fatma Sambil menyuap baksonya .
" Bukan ngak mau tapi Yuna suruh mampir rumah mama bi sekalian ke rumah ustad Sofyan ngantar kue " kata Yuna yang mengeluar kan uang seikat Lalu memberikan nya pada sang kakak
__ADS_1
Karna ingin menikmati harinya dengan sang kakak tampa di temani suami nya .
" Masyaallah uang dari mana ?" kata kak Fatma kaget.
" Buat kak Fatma simpan buat tabungan Yuna sekarang akan tinggal jauh ngak bisa bantu kakak kalo pas butuh. Makanya kak Fatma simpan tuh uang buat keperluan Dan jangan ketahuan kak samsul jadi keenakan nanti " kata Yuna .
" Ya de trimakasih banyak sudah banyak bantu kakak selama ini " kata Fatma Yang menerima uang seikat 10 juta dan bergegas menyimpannya .
" Kak , kamar Yuna bakal Yuna kunci kak jadi ngak boleh ada yang masuk. Karna kado kado didalam belum habis Yuna buka " kata Yuna .
" Ya ngak papa kunci rapat juga jendela nya . " kata Kak Fatma yang memang tak pernah mengotak atik kamar sang adik . Karna rumah warisan orang tuanya Dan Yuna pun tak meminta bagian karna sudah punya membeli rumah sendiri
" Ya kak tadi Yuna juga sudah membeli gembok nih " kata Yuna karna masih ada perhiasan Yang ia simpan dilemari Yang sudah disimpan dalam brankasnya di dalam lemari Yuna . Dan juga untuk keamanan ijasah dan perhiasan juga emasnya Karna Yuna Tak pernah ia menceritakan tentang harta karun nya
Pada siapapun .
Sedangkan disisi lain hari ini Alea sibuk belajar membuat kue yang dibantu Laras dan Helen.
" Kalian curang kok ngak ngasih tahu Yuna ginap disini " dumel Laras
" Lah kan kau sibuk katanya , emang tetangga mu nikah sama pria yang mana dari mana ras " tanya Helen
" Kata nya pria nya asal padang 12 pas berkunjung ke kerabat tak sengaja mereka bertemu dan jatuh cinta " jelas Laras
" Yah begitulah tapi kemaren mereka langsung kembali pulang kesana Karna ngak bisa lama disini " kata Laras .
" Oh ya....apa Yuna akan lama di kairo " kata Laras .Yang melirik Alea sekilas
" Entah lah mungkin lama atau sebentar tergantung suami nya . Karna Yuna kan cuma ikut ustad Malik " kata Alea
" Ya....... jadi kangen deh padahal dia bisa ngajari kita ngaji " kata Laras
" Belajar sama suami napa ?" kata Alea
" Al Al mana sempat pulang kerja capek makan lalu istirahat. Kadang kalo sempat mengerjai kita Ya habis waktunya Kalo Yuna disini waktunya panjang suami di kantor Kita bisa santai dan belajar bersama " kata Laras
" Iya ......aku juga ngerasa gitu sepi kalo kangen dulu waktu sekolah aja kita heboh Tapi pas dia pergi rasa nya ada yang hilang " kata Alea
" Sudah doakan saja Yuna bahagia kan ngak takdirnya dekat sama kita .Padahal aku berharap dia nikah sama tuan Ghani tuh eh .... akhir nya sama ustad Malik " kata Helen .
__ADS_1
" Ya iyalah dia manusia woi...... ngawur aja lho len ..Kan ngak mungkin juga dia menetap disini.. Kalo Alea kan memang beda cerita " kata Laras
Lalu Ketiganya pun asyik ngobrol . Karna suasana di kota itu sedang mendung .Karna mulai musim penghujan
Sedangkan Malik sedang ngobrol dengan Amar di rumah ustad Sofyan
" Jadi berangkat besok nih , ana belum bisa pulang ke sana bang ..Masih bantu bantu abah " kata Amar
" Ngak pengen ngajar di yaman Mar banyak lowongan kata bang Arham ." kata Malik
" Entah lah lihat nanti mau istirahat dulu disini kan kampung sendiri Lebih nyaman bang beda kalo abang sudah punya bini enak Kemana mana bisa dibawa " kata Amar menyindir
" Yah ...... makanya cepat nyari mudahan dipermudah jadi Lapang tuh hati " kata Malik
" Lapang gimana Mal orang dia patah hati karna lho tikung " kata Hadi yang membawakan kopi dan cemilan
" Lah kan siapa yang duluan dia yang dapat . Lagian jodoh maut dan rezeki di tangan Allah Lagian Yuna netral tak memberi harapan pada siapa pun " kata Malik terkekeh .
" Iya tahu lambat dikit doang " kata Amar Yang menyesap kopinya . Yang tahu Malik gerak cepat Padahal Amar sendiri sudah pulang bolak balik menanyakan Yuna Tapi tak pernah bertemu . Karna di jakarta Yuna tak pernah memberi kan alamat pada siapa pun .
" Berarti sudah jebol nih gawang Mal " goda Hadi .
" Jangan ditanya bang itu jelas wajahnya aja sumringah gitu Kan dia puasa lama di Kairo " sindir Amar
" Hahaha.........tahu aja mar " kata Malik tersenyum .
" Jelas tahu lah bang , beda perawan sama yang sudah dipake " kata Amar
" Cih...... modus lho mar maka nya cepat cari istri kan Faridah nganggur nanti bisa cari lowongan di Brunai " kata Hadi
" Ogah ..... takut orang punya calon mertua gitu Bisa bisa sakit hati ana kalo sering ditodong dan di banding banding sana sini Mending jomlo dari pada punya istri tersiksa bukan dapat pahala malah azab " kata Amar yang tahu Umi Diah pernah menawari Faridah pada ustad Malik
" Lah kenapa emang ?" kata Hadi
" Ya anak ibu nya mengharap orang yang beda ngapain kita mendekat " kata Amar
" Ya mungkin lagi nyari yang pas Mar " kata Malik.
" Masa iya tapi kok pake nawar bang kan sudah tahu bang Malik punya Yuna " sindir Amar
__ADS_1
" Astagfirullah aladzim " kata Hadi yang mengerti maksud Amar . Karna bukan rahasia umum lagi kalo umi Diah menawar kan Faridah pada Malik . Yang memang mapan dan segi keuangan juga finansial .
Karna Malik sudah punya rumah dan tanah dekat rumah abah dan umah nya ..