
Di rumah Yuna Aziz baru saja pulang dari bermain Dan melihat dua orang Wanita sedang berjalan melewatinya taman samping rumah mereka
" Astaga mau apa lagi mereka ,apa masih belum kapok juga " kata Aziz mengikuti dua wanita itu sambil mengawasinya .
" Apa mereka masih di sana , ana penasaran dengan bayinya .Apa benar bayi itu yang dicari cari setan " kata sang kakak
" Entah kak, tapi menurutku bayi itu ngak punya kelebihan biasa saja " kata
si adik pelan
" Tapi bayinya kembar kok bisa ya beda waktu lahir nya . Apa mungkin salah satunya bayi yang di cari itu " kata sang kakak
" Kurang tahu juga kak, kan mereka masih kecil Dan lagi ngak bercahaya " kata si adek
Cukup lama mereka bicara lalu mereka menaruh banyak cacing di taman yang membuat Aziz mendelik Lalu ketika dua wanita itu pergi Aziz pun mengembalikan
Para cacing kerumah wanita itu yang membuat kedua wanita itu kaget ketika duduk di ruang tengah
" Hah...... kakak.... kenapa ada cacing di sini hi.... kak ....." teriak sang adik...
" Astaga bagaimana ada disini , apa sebagian nya tumpah " kata si kakak yang mengangkat dua kakinya keatas kursi Namun ia merasakan sesuatu yang ia duduki bergerak gerak masuk rok nya
" Aaa....... cacing !!!" teriak nya keras
" Hi...... kakak ini bagaimana cacing nya banyak kak hua......Aaa......" teriak si adik
" Mampus kalian " kata Aziz yang langsung pergi . Dan tak lama para tetangga nya mendatangi kedua wanita
Yang sangat suka berteriak teriak itu
"" Assalamualaikum bu, kenapa sih suka banget teriak teriak memalukan umi teriak teriak bikin risih " tegur tetangga nya pada istri mentri itu
" Ini banyak cacing tolong kami " kata
wanita itu
" Hi...... ngak ah pasti tadi kalian mengerjai nona Yuna lagi kan Dan akhirnya berbalik " kata tetangga itu langsung pulang Ketika melihat cacing menggeliat di lantai sangat banyak
Karna ia juga takut cacing karna geli
Kedua nya pun saling pandang dan cepat lari masuk ke kamar mereka masing masing Karna takut pada cacing
Sedangkan Aziz bersiul siul masuk ke ruang tengah Mendekati dua adik nya yang sedang tiduran bersama Mikha dan Anis .
__ADS_1
" Dari mana tuan " kata Anis
" Biasa main " kata Aziz santai
" Ngak usil lagi kan Tadi bibi dengar tetangga kita berteriak nyaring " kata Anis menatap Aziz
" Kan sudah biasa bi mereka teriak . teriak , tadi pagi juga begitu " kata Ulya
" Iya kan mulut nya mangap mangap makanya hobby berteriak " kata Aziz
" Kasih kan jin san aja kak biar di makan kan nanti ngak teriak lagi kak " kata Ulya
" Hahaha.........ade pintar itu ide yang bagus besok kalo mereka usil kita antar ke jin San aja ya " kata Aziz
Hus...... ngak boleh gitu sayang biar kan saja mereka Nanti juga kapok sendiri " tegur Yuna Yang tak mau anak anaknya
jadi anak yang usil .
" Yah..... umi tapi kan mereka nakal " kata Ulya
" Ya ... tapi ngak boleh di tiru , nanti kena batunya sendiri " kata Yuna
" Iya nona tadi barusan mereka berteriak lagi tuh dirumahnya " kata Mikha terkekeh
***********
Di rumah umah . Abah dan umah baru saja kedatangan ustad sofyan dan istrinya Yang membicarakan undangan para kerabat mereka yang diundang
" Apa semua anak panti dan pondok di undang bah " kata ustad Sofyan
" Yah bi ... itu permintaan Malik yang mempersiapkan makanan untuk 500 kotak Bersama para ustad mereka .Dan kita membuat 5 meja makan untuk prasmanan " kata abah
" Ya ..... itu cukup untuk di teras dua di dalam dua di samping satu Oh ya bah trimakasih Amar sudah diizinkan tinggal di rumah Malik dan Yuna. Bagaimana bisa mereka punya rumah sebesar itu " kata ustad Sofyan
" Iya umah , kami melihatnya ketika Amar menelpon dari sana " kata umi
" Itu hadiah bi hadiah yang diberikan waktu menolong Aziz .Dan Yuna diberikan rumah itu karna Aziz sempat hilang waktu itu " kata abah bercerita
" Masyaallah bertuah sekali menantu mu bah , sampai dimana mana punya rumah dan mobil mewah Juga di.jakarta
Dan kota saranjana " kata ustad Sofyan
" Itu sudah rezekinya bi , kami tak bisa menahannya Karna Allah yang sudah berkehendak Dan bila Allah minta .itu terjadi pasti terjadilah kun fayakun " kata abah
__ADS_1
" Allahuakbar Ya bah abah benar tak ada di dunia ini yang mustahil baginya " kata abi yang menarik nafas dalam Karna tak menyangka kalo Malik juga punya .rumah dan mobil di Kairo.
Lalu umi dan umah pun kedapur menawarkan daging untuk umi untuk di bawa pulang.
" Kok banyak sekali umah, ini lebih dari sekilo umah " kata umi merasakan berat daging .
" Kemaren Yuna pulang dan banyak sekali belanja .Jadi kulkas penuh Sampai ngak muat .Kalo sayur nya metik di belakang saja umi . Ayo daun singkong nya bisa di gulai Biar daging nya dibikin rendang " kata umah
" Ya umah rezeki ini bisa makan sampai 3 hari Cuma ada Dilla dirumah pasti dia sangat senang di buat kan rendang dan sambali ijo daun singkong " kata umi
" Ya biar berkah karna sayang kalo ngak di .olah Kan besok kita mau syukuran pasti belanja banyak lagi ." kata umah Yang . mengajak umi untuk belanja kepasar untuk acara aqiqah
" Ya umah " kata umi Yang lalu memetik daun singkong yang muda untuk sayur . Sambil kedua nya ngobrol bersama di kebun Malik
Cukup lama kedua nya ngobrol di kebun Dan umah tak lupa memberikan buah pisang hasil panen sendiri yang tadi pagi di tebang abah Yang membuat umi senang ketika pulang membawa rezeki
Ditempat lain . Nurul baru saja ingin memasak di dapur ketika melihat sekelebat bayangan lewat didepannya
" Hi .....apa itu " kata Nurul yang merasa rumah besar yang mereka tempati seperti angker
Sedangkan bayangan yang lewat manyun Karna di kira hantu Karna Nurul bergidik ngeri sendiri .
" Ih dasar..... bocah pelit , kita ngak dikasih makan " omel teman Arjun dan Arjan itu Yang rajin mampir kerumah itu untuk melihat situasi
Nurul pun berdiri sejenak dan berdoa karna takut Seakan ia sedang uji nyali Karna memang rumah itu sangat besar Tapi mereka cuma tinggal berempat .
" De......" kata Amar sambil menepuk bahu Nurul
" Astagfirullah abang bikin copot jantung Nurul saja " kata Nurul
" Mana...? kok ngak ada " kata Amar melihat kelantai .
" Abang ..... jangan bercanda tadi ada hantu Ini rumah seram tahu ngak ?" kata Nurul memegang tangan Amar
" Masa sih, perasaan abang biasa saja . Ngak ada yang seram " kata Amar .
" Tadi Nurul lihat bayangan lewat dapur " kata Nurul
" Ah masa sih , paling cicak yang sedang melompat " kata Amar
" Hah..... mana ada cicak melompat pake bayangan bang Lagi cicak ngak bisa melompat tapi merayap " dumel Nurul .
Yang membuat Amar tersenyum tiap kali mengoda istri kecilnya itu. Walau salah istilah kata Yang membuat Nurul cemberut karna kesal
__ADS_1