Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 239


__ADS_3

Paginya Yuna sudah beraktivitas seperti biasa membersihkan rumah bersama Anis dan Mikha .Yang dibantu Lutfia yang tak pulang ke Yaman lebaran besok


" Drt..... drt .....drt.....


" Ya assalamualaikum kak " kata Yuna


" ........."


" Alhamdulilah ia ngak pa pa kak nanti kita jemput di terminal..." kata Yuna senang karna kakak iparnya itu ingin berlebaran bersama Yuna dan Malik


" Siapa non " kata Anis


" Kakak tuan mu mau kesini bersama suami dan anak anak nya dari Yaman " kata Yuna


" Hah..... apa ada saudara juga dari sana Al " kata Lutfia


"Iya kakak abi Lut, Mereka memang tinggal disana " kata Yuna senang karna akan ada Farhan dan Farah dua keponakan


Malik itu pastinya.


" Oh gitu ya masih enak punya saudara ya Al apalagi kakak ipar " kata Lutfia .


" Iya Lut , Apa kau punya kakak juga " kata Yuna


" Ada tapi ...... ya aku ngak dekat karna kakak ipar ku anak orang kaya " kata Lutfia sedih .


" Hei ..... jangan sedih kita bersaudara Jadi ngak usah sungkan " kata Yuna tersenyum


" Trimakasih Al, ya kau seperti saudari ku sendiri Al " kata Lutfia yang mulai dekat dengan Yuna dan Billa. Karna mereka lah


kini tempat Lutfia mengadu atas segala kesusahannya


Yuna pun tersenyum sambil merangkul Lutfia . Yuna tahu rasa nya hidup sebatang kara selama di jakarta untungnya ia punya Alea dan Meri saat itu . Yang membuat Yuna bisa bertahan dalam suka dan duka


Walau saat itu mereka sama sama susah Tapi paling tidak ada teman dan sahabat terdekat yang mengerti dan saling menjaga .Karna tak semua orang perduli .


Musuh sangat mudah di cari tapi sahabat dan teman yang baik hanya Satu atau dua yang baik dari puluhan orang.. Yang membuat Yuna berhati hati dalam memilih teman dan bersikap Yuna juga menjauhi orang orang munafik Yang terlihat baik Tapi di belakang menusuk . Yang membuat Yuna slalu dapat membedakan mana yang jujur dan mana yang berpura pura.


" Sama sama Lut ayo kalo sudah kita bikin bumbu nanti malam sudah takbiran " kata Yuna tak pernah melepas tangung jawab di dapur Karna dia seorang istri. Dan waktu sangat cepat berjalan .


Yang membuat Yuna senang besok mereka sudah berlebaran


Sedangkan diteras Malik dan Yusuf sedang membersihkan rumput bersama Arjun dan Arjan


" Hah ..jadi kakak mau kesini sama bang Arham " kata Malik kaget


" ........"


" Yuna sudah tahu syukur lah , ya nanti Malik jemput kak " kata Malik yang lalu menutup pembicaraannya


" Siapa Mal " kata Yusuf


" Kakak Ana Suf mau kesini lebaran ini sore sudah nyampe sini kalo umah dan abah habis lebaran " kata Malik


" Alhamdulilah malah bisa kumpul keluargga Mal Nah gue belum bisa pulang bro " kata Yusuf

__ADS_1


" Mau pulang nanti gue bayarin tiketnya " kata Malik


" Serius Mal " kata Yusuf


" Iya tapi sekali jalan ya ngak pulang pergi " kata Malik .


" Ngak usah bro , orang gue sudah telpon emak ngak pulang uang tiket PP nya aku


kirim emak Mal buat beli baju lebaran habis lebaran kita pindah ke apartemen sebelah Ali Mal " kata Yusuf


" Sudah dapat ya " kata Malik


" Ya bro setelah lebaran kita kesana Terimakasih sudah banyak merepotkan anta " kata Yusuf


" Santai bro kan dari pada kamar kosong jadi mending diisi " kata Malik


" Tapi tetap kami ingin mandiri bro , Dan ngak enak juga numpang lama lama . Apalagi ada keluargga anta bro Apalagi habis lebaran ana sudah mengajar lagi " kata Yusuf


" Alhamdulilah syukurlah " kata Malik Yang senang Yusuf sudah kembali mengajar


" Ya ..... Mal kini aku bisa menetap di sini daripada di Yaman ..Di sana sih nyaman Namun tempat nya cukup jauh ." kata Yusuf .


" Ya memang hidup harus sabar bro


Bang Arham juga bilang begitu sih Tapi mau apalagi namanya juga hidup di rantau orang " kata Malik Yang juga pernah ke Yaman dan sempat tinggal di rumah sang kakak satu minggu


Sedangkan di sebuah gudang seorang pria sedang memainkan pistolnya diatas meja Yang berdiri seorang pria


" kalo mereka macam macam habisi saja mereka Oh ya siapa saja orang mereka Yang menjadi incaran Cleo " kata pria itu


" Apa dia cantik hingga mereka mencoba . menyingkir kan nya " kata pria itu


" Lumayan kak .... lihat ini ketika dia berjalan di atas Catwalk " kata pria di depan menunjukan majalah yang terpampang foto Yuna senang berdiri


" Lumayan cantik pantas mereka mencoba menghancurkan nya kasihan " kata pria itu


" Dia juga istri seorang ustad kak " kata pria itu lagi


" Oh ya...... ustad tunggu ... ustad Malik Yang pernah di incar Cleo" kata pria itu


" Ya benar kak " kata pria itu


" Pantas saja , ustad Malik....aku pernah dengar nama itu sepertinya ngak asing


di telinga Ana Ustad Ali pernah menyebut nama itu " kata pria itu berpikir


" Ya dia tinggal dekat rumah ustad Ali kak " kata Pria didepan nya


" Apa........ dekat ustad Ali " kata pria itu kaget karna yang ia tahu perumahan .itu terkenal elit Dan juga mahal Dan hanya orang dari kalangan atas yang bisa membelinya Dan bukan rahasia umum. Bila tempat itu area keluargga bangsawan .


" Kau tak salah kalo ustad Malik tinggal disana " kata pria itu


" Kakak bisa bertanya pada ustad Ali pengusaha terkenal disana ." jawab pria di depan nya


" Ya ...ya kau benar " kata pria itu penasaran kenapa sampai adiknya di tabrak sampai mati oleh lawan mereka Yang mengakibatkan perang dingin di antara dua petinggi politik.

__ADS_1


Sedangkan dirumah Yuna dan Malik Sudah terlihat rapi dan bersih Dan para wanita sedang sibuk di dapur untuk memasak .


" Dinda abi jemput umi Farhan dan keluarganya dulu ya " kata Malik pamitan


" Ya bi hati hati " kata Yuna Karna memang pagi tadi mereka sudah berangkat .


" Jadi rame non rumahnya " kata Mikha


" Apa kau mau pulang kampung juga " kata Yuna


" Hah..... kami anak yatim nona tak punya siapa pun adanya hanya teman dayang di istana Kami tinggal disini saja sama nona kalo kesana aturan nya cukup berat " kata Mikha


" Hah..... kok bisa " kata Lutfia


" Ya begitulah nona kan kami hanya pelayan " kata Anis


" Siapa bilang kita ini sama saja Ana juga anak yatim " kata Lutfia


" Sudah ngak usah di bahas ini salad nya masukan kulkas dulu biar dingin " kata Yuna yang juga membuat sop buah


" Hadeh nona banyak sekali " kata Anis


" Kan nanti ada tamu " kata Yuna


" Oh iya lupa " kata Anis yang lalu ikut mengupas buah .Dan mereka pun kembali hening


Dan setelah semua selesai Yuna Lutfia dan Mikha serta Anis membawa banyak bingkisan takjil untuk diantar ke masjid


Bersamaan dengan mobil mewah yang lewat .


Brum........brum.......


" Awas nona " kata Anis yang menahan mobil ketika hampir menabrak Yuna dipinggir


" Tuan jangan mentang mentang mobil bagus lewat seenaknya " kata Anis galak


" Maaf nona , kami tak sengaja tadi tak fokus oh ya boleh kami bertanya dimana rumah ustad Ali " kata pria yang menyetir mobil Sedangkan pria satunya menatap Yuna tak berkedip


" Bukan nya dia ....." kata pria itu Melihat Yuna


" Oh gitu , tuh rumah nya yang paling besar cat biru " kata Anis


" Trimakasih nona , maaf sekali lagi " kata pria itu lalu menjalankan mobil nya kembali .Sedang Yuna sedang menaruh kantongan besar di teras


" Siapa mereka " kata Mikha heran berdiri


menatap mobil yang lewat


" Entah lah , mereka ngak sopan " kata Anis yang tak senang


" Sudah abaikan saja " kata Lutfia


" Tapi nona tadi dia menatap nona Aliya sama tak berkedip " kata Mikha yang membuat Lutfia dan Anis menatap Mikha dengan penuh selidik .Sedangkan Yuna diam menatap Anis


.

__ADS_1


__ADS_2