
Rumah besar itu terasa sepi. Apalagi di sore hari Lutfia Mikha dan Anis tak banyak bicara ketika menyiapkan makanan untuk berbuka
" Mik kok sepi banget ya " kata Anis
" Iya nona pasti sedang sedih " kata Mikha .
" Kasihan nona tega sekali yang menabrak "' kata Anis sedih .Sedang kan Lutfia hanya diam Karna ia juga ikut sedih Yuna pergi begitu saja bahkan dengan cara yang mengenaskan Tertabrak truk dan terbakar .
Sedangkan di ruang tamu Malik sedang kedatangan prof Syafiq bersama umi Syifa
Yang ingin tahu kebenaran tentang berita
kecelakaan itu. Dan Malik pun mencerita kan Apa yang terjadi Tentang jasad Yuna
" Semoga saja jasad nya bisa ditemukan Dan semoga saja nak Aliya. selamat Dan . Alhamdulilah umi sangat bersyukur bila Aliya masih selamat " kata umi Syifa
" Iya umi doakan saja " kata Malik
" Aamiin " kata prof Syafiq .
" Ya sudah nak kami pulang dulu maaf bila kami menganggu ustad ." kata umi
" Tidak sama sekali umi, malah ana senang Karna masih berkabung kami tak bisa menahan umi untuk berbuka disini " kata Malik lirih
" Tak apa apa nak, kami bisa maklum Dan bisa mengerti apa yang terjadi Dan mudahan saja semua nya baik baik saja " kata prof sambil mengusap punggung Malik
" Sabar ya , pasti allah punya rencana yang terbaik " kata pria paruh baya itu
" Ya prof umi terimakasih sudah datang kerumah " kata Malik
" Allah pasti melindungi nak Aliya . Dia wanita yang baik dan sholehah pasti dia selamat " kata umi
" Ya umi " kata Malik yang memang belum siap di tinggal sang istri di saat dia sayang sayang nya pada istri dan anak mereka dalam kandungan Yuna .
" Kami pulang Mal suf , lain waktu kita bertemu lagi " kata Prof pamit
" Ya prof " kata Yusuf . Yang lalu mengantar pasangan paruh baya itu bersama Malik keteras rumah untuk pulang
Keduanya hilang dibalik pintu mobil dan mobil menuju .pintu gerbang Dan Malik terpaku menatap pintu gerbang rumahnya yang sepi
" Sudah ayo masuk , ingat kita puasa ini ujian buat mu Mal Agar kau kuat bertahan Kau pasti bisa melewatinya " kata Yusuf yang tak yakin Yuna selamat
__ADS_1
Sedangkan disisi lain Arjun baru saja sampai dikota saranjana yang membuatnya takjub melihat kota saranjana
" Masya Allah disini seperti negara dubai sungguh indah taman kotanya juga " kata Arjun yang melihat rumah rumah mewah sama rata dan tak ada yang kecil
" Rumah sebelah timur menghadap ke arah barat " kata Arjun mengingat pesan Malik dan wus .........
Arjun pun kembali menghilang mencari sesuai nomor rumah Lalu Arjun berhenti ketika nomor rumah yang ia cari sesuai dan sama dengan ingatan nya
" Ini pasti rumahnya " kata Arjun yang sudah lemas karna ia pergi sedari subuh .Dan hanya numpang saur di jalan.
" Assalamualaikum ..... kata Arjun memberi salam
" Siapa tuh " kata Helen yang menatap Alea ketika mendengar salam
" Entah lah " kata Alea lalu berdiri dari samping Yuna Yang rebahan di tempat tidur karna baru saja bangun
" Biar aku lihat " kata Laras Yang lalu menuju pintu depan karna setahunya suami mereka akan pulang menjelang magrib.
Ceklek ....
" Siapa ya " kata Laras ternganga melihat Arjun .
" Arjun ...... " kata Laras kaget
" Alea ..... bukan Yuna " kata Laras
" Nona Yuna ......" kata Arjun yang tahu nama itu hanya khusus buat tuan nya dan teman dekat Yuna .
" Sini ..... sini ... masuk ..Ayo Al kamu dicari nih .... Yuna lihat siapa yang datang " kata Laras melebarkan pintu kamar .
Yang membuat Arjun melongo ketika Yuna duduk menatap nya kaget .
" Nona ........ " kata Arjun yang langsung bersujud memeluk dua lutut Yuna ..
" Nona ....masih hidup ... tuan benar dia bilang nona masih hidup hiks ....
hiks ..... hiks .." isak Arjun yang membuat Alea Helen dan Laras melongo melihat jin mesir itu menangis seperti anak kecil
Yang kehilangan induk nya.
Yuna pun mengusap pundak Arjun ." Ana baik baik saja jun Hanya ana memang terbawa arus pulang kesini Berhentilah menangis lihat mereka sampai melongo melihatmu jun " kata Yuna terkekeh.
__ADS_1
" Nona kami semua sedih begitu juga dengan tuan Bahkan tuan Aziz tak berhenti menangis sampai sakit kedua matanya bengkak menangisi nona . Tapi syukurlah nona selamat " kata Arjun senang yang duduk dilantai menghapus air matanya
" Ya sudah kau istirahat dulu ya jun , nanti .pulangnya sama nona mu ya Ayo aku antar ke kamar biar istirahat nanti pas mau bedug kita bangunkan sana sholat ashar dulu " kata Alea pada Arjun yang melihat jam sudah waktu ashar...
Arjun pun tersenyum lalu berdiri dan .mengikuti Alea menuju sebuah kamar . Untuk istirahat sebentar ..
" Trimakasih nona " kata Arjun yang senang nona nya itu masih hidup dan sehat Yang hampir membuatnya tak percaya Ketika tuannya menyuruh nya pergi Untuk mencari dimana nona nya berada .Dan benar saja nona nya berada di kota yang ia tuju sekarang ini .
Arjun pun merebahkan tubuhnya yang lelah untuk tidur Nanti setelah bangun ia akan menghubungi Arjan .
Sedangkan di rumah Malik .Malik sedang duduk membaca kalam ilahi ketika Arjan menghampirinya..
" Tuan ........"' kata Arjan gugup
" Ada apa " kata Malik berhenti mengaji .
" Nona selamat tuan , Arjun sudah sampai sana " kata Arjan senang Dan langsung memeluk tuannya itu begitu juga .Malik yang memeluk .Arjan dengan mata berkaca kaca .
" Allahu akbar , trimakasih ya Allah ".kata Malik yang sangat bahagia istrinya masih hidup dan berada disana .
" Kapan Arjun bicara pada mu ?". kata Malik.
" Baru saja tuan , sekarang mereka sedang berbuka puasa " kata Arjan
" Ya alhamdulilah " kata Malik lalu sujud syukur dan langsung berdoa . Lutfia Anis dan Mikha hanya bisa terpaku Melihat tuannya itu bersujud dilantai dengan menangis .Entah itu tangis bahagia atau tangis sedih Karna mereka tidak tahu apa yang disampaikan oleh Arjan .
" Kapan mereka kembali " kata Malik
" Entah lah tuan , Arjun bilang nanti akan mengabari lagi " kata Arjan Yang mengerti pasti tuannya itu tak sabar untuk menunggu kabar sang istri tercinta
Di tempat lain seorang bocah tak mau makan .Dia hanya diam mematung Dan juga tak membuka mulutnya untuk makan . Dan. juga tak mau bicara pada siapa pun
" Bagaimana ini tuan ku Sudah seharian ini Aziz tak mau makan dan masih demam " kata ratu Untung tadi pagi tabib langsung menanganinya .
" Biarkan dulu nak, dia pasti shock melihat kejadian itu. Apa lagi didepan matanya hingga ia begitu sedih sampai ia tak bisa bicara apapun " kata sang mertua raja jin laut
" Ya ayahanda , hamba hanya khawatir saja " kata ratu menarik .nafas dalam
" Apa Aziz akan baik baik saja Ayahanda " kata raja jin muda
" Ya dia akan baik baik saja Dan kita hanya memberinya waktu untuk bisa melewati nya .Agar ia bisa melupakan nya semuanya Karna pastilah semua itu sangat membekas Apalagi Aziz sangat dekat dengan .uminya itu" kata pria tua itu yang tak lain kakek Aziz
__ADS_1
" Ya ayahanda " kata ratu yang kega kini ia yakin Aziz tak akan kabur lagi .