
Ali dan Billa pun ngobrol sambil pamitan Karna sudah seminggu sudah mereka tinggal dirumah abah dan umah .
" Kan libur nya masih lama Li , kok buru buru pulang sih " kata Malik
" Kan yang dirumah juga kangen Mal , kesini itu kan niat nya cuma 3 hari jadi molor sekarang kan sudah selesai jadi lega " kata Ali
" Ya nak , ngak pa pa lain kali main kesini lagi ya " kata abah
" Insyaallah bah, kami senang kok bisa silahturahmi " kata Ali
" Ya nak, kan silahturahmi memperpanjang umur " kata abah tersenyum .
" Ukhti umah maaf bila kami merepotkan disini " kata Billa
" Ngak ada yang repot nak , umah malah senang kok kalian berada di sini Bisa menemani umah dan abah selagi Malik dan Yuna tak dirumah ya kan bah " kata umah
" Iya nak anggap saja kami orang tuamu " kata abah
" Iya Li, besok biar ana yang antar kalian ke bandara Apa dinda mau ikut sekalian jalan jalan " kata Malik
" Ya boleh bi " kata Yuna.
" Oh ya apa tadi abi sudah bilang ustad Sofyan " kata Yuna
" Apa .... tentang hantu itu " kata Malik Yang lupa
" Ih . ...abang ...kenapa dibahas lagi " kata Yuna
" Hahaha...... jangan jangan ini bukan ustad Malik Yun " kata umah mengoda
" Umah ..... ih ...serem .... masa abi berubah jadi hantu " kata Yuna
" Hahaha .... umah cuma bercanda dinda ini benaran abi , masalah itu besok aja dibahas menunggu sepi " kata Malik
" Lah pembahasan apa Mal kok menunggu sepi " kata Ali penasaran
" Ih ..... pengen tahu aja apa tahu banget " kata Malik mengangkat dua bahunya .
" Memang mau membahas apa " kata Abah bingung
" Yah ...abah juga penasaran ya ..... ada deh rahasia " kata Malik
" Hehehe ... bercanda bi itu abang tadi mau .. ..." kata Yuna
" Assalamualaikum " kata Amar yang datang bersama Nurul
" Walaikum salam " Jawab semua orang Yang berkumpul diruang tengah karna pintu memang terbuka
" Wah ..pengantin baru kok keluyuran ngak
__ADS_1
lagi semedi nih " kata Malik
" Sudah basi Mal ini mau ngantar buah Dari mamang baru datang dari gunung mau kondangan telat " kata Amar yang membawa buah rambutan dan Duku dua kresek lalu menaruhnya di meja
" Hah...... banyak amat mar " kata Yuna
" Iya kak , kan bawanya 2 karung " kata Nurul yang lalu ikut duduk disebelah Amar di karpet empuk
" Lah ..... kok bisa pake apa emang si mamang ?" kata Malik
" Pake pick up Mal, kan kemaren mamang mau kesini mobilnya mogok dijalan. Ada Yang patah katanya .Dua hari tuh mogok trus ginap di mushola . Dan untung ada mushola dipinggir jalan kasihan.Tadi baru makan sama bibi " kata Amar
" Kasihan suruh nginap sini mar bilang abah yang nyuruh kan disana lagi penuh " kata abah Yang dekat dengan adik bungsu ustad Sofyan
" Ya bah ini biar Amar sms dulu " kata Amar mengirim pesan pada abi nya
" Mamang adiknya abi ya umah " kata Yuna yang coba mengingat wajah nya
" Ya yang tinggal di tanjung sana Kan mamang menetap disana setelah menikah jadi petani " kata umah
" Emang dinda ingat " kata Malik yang melihat Yuna berpikir
" Lupa lupa ingat bi " kata Yuna
" Hahaha ....wah berarti kalo bisa lupa lupa ingat kalo lupa bisa ganti suami dong " ledek Amar
" Enak ajak , bukan suami itu mamang . Yang lagi ingat " jelas Malik
kan de " kata Amar merangkul Nurul Namun mata Nurul menatap dua mata Yang melihat mereka sedang ngobrol .
" Aaa...... hantu " teriak Nurul yang langsung memeluk Amar .Dan mata itu . langsung menghilang
" Hih..... bi kembaran mu datang lagi bi " kata Yuna mendekati umah ..
" Aish ....sini peluk abi kok malah sama umah " kata Malik terkekeh Karna tahu paling mahluk itu mengintip
Billa yang memeluk lengan Ali pun tegang
Sedang abah memeriksa jendela yang belum tertutup lalu menguncinya .
" Pasti dia ingin mengintip kita " kata Abah yang merasakan kehadiran mahluk kasat mata di sekitar rumahnya
" Wah ..... nakal tuh hantu Kita tangkap saja bah " kata Ali karna sudah terbiasa Jadi ngak aneh dengan para hantu yang usil pada nya
" De sudah ini abang ngak bernafas " kata Amar Yang di peluk Nurul erat Yang membuat semua orang tertawa geli karna Nurul dalam gendongan Amar
" Bawa kekamar sana mar , sudah ngak sabar tuh " ledek Ali yang membuat Nurul malu
" Hahaha .... Li , Nurul takut bukan mau di kelon ngawur deh si Ali " kata umah
__ADS_1
" Hehehe ...Ali otak nya korslet umah Maklum kelamaan puasa kan Billa bocor bocor pasti " kata Amar
" Ih mana ada mar, Billa lagi hamidun tuh hamil 3 bulan enak aja bocor bocor Lho kali yang bocor makanya pesawat ngak bisa mendarat " ledek Ali
" Hahaha....... kena lho mar emang iya Li, makanya dia gigit jari baru juga lepas landas sudah banjir badang " tawa Malik Yang membuat Nurul malu. Sedangkan Yuna dan Billa juga umah hanya tersenyum
" Sudah tuh di makan buah duku nya jangan di lihatin aja . geser sini biasanya kalo duku tanjung manis umah
Apa mamang panen sendiri mar " kata abah mencicipi 1 buah duku
" Ya bah memang panen sendiri " kata Amar
Lalu mereka pun menyicipi buah duku Yang dibawa Amar .Yang membuat Billa senang memakan nya karna manis Sedangkan Yuna yang sudah biasa hanya memakannya sedikit .Karna ia kenyang Dan ketika Yuna hendak berdiri Yuna pun melihat dua mata .Lalu mendekati Malik Dan memeluk suaminya itu sambil berbisik pelan
" Bi lihat deh tuh mata didepan jendela kaca " kata Yuna tampa menoleh
Malik pun lalu menatap dua mata itu Dan seketika menghilang Karna ia tahu Pasti hantu itu penasaran dengan Yuna
" Kenapa Mal " kata abah mendekati Malik
" Dia belum pergi dia mengintip kita entah apa maunya " kata Malik
" Mungkin lapar bi beri makanan saja " kata Yuna
" Apa mereka bisa makan kak " kata Nurul sambil memegang tangan Amar
" Ya iya lah de, mereka juga suka makan mungkin mau minta buah tuh "' kata Amar mengambil rambutan lalu mengupas dan memakannya Dan Malik kembali melihat dua mata itu Lalu membuka mata batin nya
" Assalamualaikum masuk lah apa mau mu " kata Malik ketika mata itu menatap nya.
" Walaikum salam aku lapar tapi kalian tak memberiku makan " kata hantu penunggu pohon kapuk itu .
" Li ambilkan toh satu plastik buatnya dikamar Benar saja dia lapar rupanya pantas mengintip " kata Malik
Ali pun lalu menuju kamar tamu kosong tempat menyimpan berkat makanan Lalu membawanya kedepan pintu yang terbuka. Ambilah dan pulang lah " kata Ali menaruhnya ditengah pintu
" Terimakasih assalamualaikum " kata nya lalu menghilang membuat abah lega Karna tidak tahu apa maksud nya
" Astaga apa hantu juga bisa bicara " kata Nurul kaget .
" Mereka juga seperti kita de, bisa bicara makan kerja dan menikah Cuma kadang
manusia ngak tahu " jelas Amar .
" Oh begitu " kata Nurul .
Tak lama abah pun kedatangan tamu
mamang Dullah bersama istrinya . Yang dipersilahkan masuk oleh abah dan umah Yuna dan Billa pun kedapur Membuat kan teh untuk tamu dan menyiapkan snack
__ADS_1
yang masih tersisa banyak