
Meri yang melihat Yuna bingung .Hanya terdiam setelah selesai memasak Alea pun menata meja untuk mereka makan..Sedang kan Yuna mengajak Meri menjauh.
" Al aku bicara dulu ya sama Meri." kata Yuna yang lalu menyeret Meri kembali masuk kamar.
" Kita makan roti ini saja. Jangan ikut makan karna ini Dunia alam gaib " kata Yuna.
" Hah...........ngak salah Yun , alam gaib
Jangan bercanda Yun. masa kita masuk alam gaib " kata Meri tak percaya
" Iya Mer, ini alam gaib kota saranjana kota gaib yang tak bisa di lihat manusia biasa " kata Yuna menjelaskan.
" Hah......... kok bisa lalu kenapa kita bisa ada disini. Dan kenapa Alea bisa tinggal disini " kata Meri penasaran .
" Karna suami nya penduduk sini dan juga tinggal disini " jelas Yuna membuat Meri tak percaya.
" Astaga..........jadi mereka itu mahluk gaib " kata Meri tak percaya .
" Iya mereka mahluk gaib di kota ini..Yang memang tinggal disini dan menetap disini dari zaman nenek moyang mereka " kata Yuna.
" Astagfirullah apa kita kesasar yun "kata Meri bingung .
" Tidak kita memang ada dikota ini . Mereka membawa kita kesini . Mereka perantaranya " kata Yuna menjelaskan
Lalu Yuna pun menceritakan apa yang terjadi pada Alea Dan juga kenapa ia mencari Alea dan juga alasan ketika mereka berada di pasar semalam Sampai mereka dibawa kerumah Alea. Yang membuat Meri tak percaya apa yang ia dengar. Karna ini lah pertama kalinya ia mengalami hal hal yang terjadi diluar nalarnya. Dan Yuna meminta Meri untuk tak menceritakan masalah ini dengan siapa pun . Dan dari itulah Yuna melarang Meri memakan makanan di alam gaib selain makanan yang mereka bawa.
" Astaga aku tak percaya Yun, tapi ini sangat nyata. Dan aku suka kita bisa bertualang sampai sejauh ini " kata Meri. Yang tak menampik dia menyukainya. Selama itu bukan hal yang menyeramkan.
Yuna pun hanya tersenyum Tampan ikut sarapan pagi Lalu keduanya bersiap untuk mengikuti Alea yang katanya ingin mengajak mereka berdua melihat lihat kota saranjana . ..
" Tok.....tok....tok......
Cek lek
" Hai ini pakaian buat kalian berdua " kata Alea yang memberikan pakaian muslim cantik berwarna hitam sejenis abaya.
__ADS_1
" Kok hitam " kata Meri.
" Aku cuma punya itu yang lainnya warna warni " kata Alea
" Ya sudah ngak pa pa Al, ini sudah cukup " kata Yuna yang memberikan satunya untuk Meri. dan lalu mereka memakainya dengan kerudung putih.
Setelah selesai ketiganya pun berangkat naik taxi .Menuju pusat kota .
" Disini ada taxi juga Al ?" kata Meri. bertanya
" Iya tapi taxi nya lebih bagus " kata Yuna yang melihat setiap sudut taxi seperti mobil mewah . Alea hanya tersenyum menjawab pertanyaan Meri dan melirik Yuna yang bingung.
Ketiga nya sampai dihalaman Masjid yang sangat luas dan banyak orang yang juga datang kesana.
" Masyaallah kubah emas dan semua dinding masjid nya terukir dengan emas Yun " kata Meri takjub. Yuna yang mengendong ransel untuk bekal. Keduanya pun ikut kagum melihat para penduduk saranjana. Yang antusias untuk mengikuti pengajian rutin itu. Lalu Alea mengajak keduanya duduk dekat tiang penyangga masjid agar bisa bersandar.
" Yun apa ini semua penghuni alam gaib apa mereka semua muslim ?" tanya Meri yang kaget. Melihat lautan manusia memenuhi masjid.
" Iya Meri. tapi bersikaplah biasa " kata Yuna yang lalu duduk dekat Alea.
Pagi indah itu pengajian di isi seorang ulama besar yang membuat mata Yuna terbelalak kaget melihat wajah ulama besar itu ada didunia gaib.
" Rupanya benar ulama besar seperti beliau muridnya bukan hanya dari kalangan manusia dan juga para jin dan mahluk lain " guman Yuna yang sewaktu kecil mendatangi pengajian guru besar dari ulama Martapura itu yang di juluki wali kutub yaitu wali nya para wali.
" Ya Allah ini kah kebesaran mu " kata Yuna duduk tenang sambil memangku tasnya di pangkuan nya. Yang disebelahnya ada Alea dan juga Meri.
Mereka pun mendengarkan pengajian dengan khusuk. Dan ketika bubar Yuna sempat mengiringi kepergian ulama besar itu ketika lewat dan mengambil karomah dengan menyentuh kakinya . Namun beliau menghindar dan menaruh tangannya diatas kepala yuna ." semoga allah memberkahi anakku " katanya sembari lewat dan keluar dengan pengawalan ketat.
" Alhamdulilah " kata Yuna yang berdoa lalu mengusapkan kedua tangannya pada wajahnya
" Itu guru abah nama nya yun. Suami ku sering mengajak aku mengaji pada beliau . Cuma hari ini suamiku ngak bisa ikut " kata Alea. menjelaskan .
" Ya aku tahu " kata Yuna yang juga mengenal guru abah .Lalu ketiganya pun melihat orang yang berjualan di setiap sudut pagar masjid seperti gamis rukuh jilbab dan masih banyak yang lainnya. Dan berkeliling melihat lihat setiap sudut kota dengan berjalan kaki
" Yuna Meri mau beli ngak aku yang akan bayar " Kata Alea menawarkan pada kedua temannya itu.
__ADS_1
Meri aja tuh kalo mau banyak pernak pernik suvenir " kata Yuna yang mengingatkan pada sekumpul martapura setiap pengajian ia membeli dan kue khas banjar dan kain untuk membuat gamis .
" Ya Allah rupanya orang alim itu bisa hidup dimana pun dan juga mengajarkan ilmu nya dimana saja " guman Yuna yang memilih alquran kecil untuk ia beli.. Sedang Meri memilih suvenir untuk dibawa pulang. Dan tak terasa hari sudah siang
" Kalian mau makan disini " kata Alea ketika mereka melihat warung makan.
Meri menatap Yuna dan lalu keduanya mengeleng.
" Yuk..... pulang aja Al, sudah mulai siang .Apa kita sholat disini saja dulu. aku bawa roti kok buat kami makan " kata Yuna yang penasaran melihat masjid raya itu .
" Boleh tapi jangan disini masih sesak pengunjung yuk .kita masjid sekalian menunggu sholat zuhur dan setelah itu pulang " kata Alea. Yang memang sudah biasa ikut pengajian. Namun ia heran kenapa dua temanya itu betah padahal setahunya di jakarta Yuna tak pernah ikut majelis taklim.
Sedangkan di tempat nya bekerja Aldi gelisah memikir kan Alea .Yang akan dibawa pulang Yuna . Karna ia tak mau Alea meninggalkannya . Apalagi ia sangat mencintai istri manusia nya itu.
" Kau kenapa ?" kata Burhan melihat Aldi yang tak fokus bekerja. Seperti gelisah
" Aku takut Yuna membawa Alea pergi " kata Aldi yang menunjukan raut wajah khawatir nya
" Bukanya dia sudah minta izin padamu " kata Burhan menatap Aldi.
" Tapi aku takut Alea lupa pada ku Dan tak akan kembali lagi kesini ." kata Aldi lirih.
" Bukanya dia sudah berjanji kenapa masih takut " kata Jafar yang nongol tiba tiba
" Astaga hantu laut kau senang sekali membuat kami kaget " kata Burhan manyun
" Jin yaman...... kau saja yang tak peka aku datang bro padahal aku dari ruangan mu " kata Jafar yang memang dari ruangan Burhan.
" Ngapain ?" kata Burhan
" Ada wanita cantik mencarimu . dia menunggu mu diruangan mu " kata Jafar.
" Siapa ?" kata Burhan
" Ameera ..... . ?" kata jafar tersenyum
__ADS_1
" Hah ..... sialan kau kenapa kau membawanya kesini ?" kata Burhan kaget dan juga kesal lalu bergegas menuju ruangannya .
" Hahaha ........ kena kau " kata Jafar tergelak senang. Bisa mengerjai Burhan