
Arjan dan Arjun tertawa terbahak bahak senang bisa mengerjai dua pria sangar itu yang terlihat seram tapi penakut
" Hahaha...... mereka ketakutan jun Tapi sepertinya mereka ingin berbuat jahat ." kata Arjan
" Ya mereka ingin menghabisi tuan jan
kita harus mengerjai mereka besok ketika tuan dan nona pergi .Karna Yuna dan keluarganya akan dijemput travel bisnis untuk berangkat umroh .
Sedangkan di rumah Yuna dibantu semua orang untuk membuat nasi kotak untuk disumbangkan ke pada para anak yatim
Dari pada makanan itu terbuang sia sia karna masih lumayan .Padahal tadi sudah banyak yang membawanya pulang
Lalu setelah selesai para pria dan anak anak mengantarnya ke panti ujung jalan Karna lumayan untuk makan sore atau malam .
" Nak ....apa ngak capek istirahat lah dikamar " kata umah
" Ya umah habis ini " kata Yuna yang lalu duduk di sofa .
" Iya de istirahat tuh yang diperut juga perlu ikut tidur biar ngak capek " kata kakak ipar Yuna
" Iya kak " kata Yuna .
" Sudah Yun, biar kami yang merapikan kedapur kamu istirahat gih " kata Meri Yang tahu Yuna terlihat lelah .
" Iya nak biar tenang dikamar tak ada yang akan menganggu mu nak " kata umah
" Iya umah biar Yuna duduk dulu " kata Yuna yang masih ingin berkumpul di ruang tengah lalu bersandar di kursi sofa dengan mata mengantuk
Dan tampa sadar Yuna tertidur dengan sendirinya . Karna memang ia mengantuk
Karna dari subuh sudah sibuk .
" Ya allah tuh anak akhirnya tepar juga " kata umi Farhan melihat adik iparnya itu sedang terlelap dikursi Dan kebetulan Malik sudah kembali bersama abah lebih dulu karna masih ada yang kurang .
" Nis tambah 5 lagi ya antar kesana " kata Malik .
" Ya tuan ... tuan nona ketiduran di sofa " kata Anis
" Ya Allah .... pasti dia kelelahan " kata Malik yang lalu melihat istrinya itu duduk sambil terpejam .
__ADS_1
" Mal bawa kekamar dulu , istirahat lah kasihan Yuna " kata umah yang juga sudah berganti daster untuk istirahat .
" Ya umah " kata Malik lalu pelan pelan mengendong Yuna
" Biar abi buka pintunya nak " kata Abah bergegas membuka pintu. Lalu Malik masuk membaringkan tubuh Yuna .di tempat tidur .
" Abah tutup ya Mal kau istirahatlah nak Biar Samsul dan Arham mengawasi anak anak " kata abah
" Ya bah" kata Malik menuju pintu dan menguncinya setelah abah pergi .Lalu kembali ketempat tidur mendekati Yuna
Dan melepas hijab sang istri juga pakaian nya pelan pelan Untuk mengganti nya dengan baju rumahan .Namun mata Malik terpana pada tubuh Yuna dan juga pahanya yang terlihat putih bersih dan perutnya yang terlihat seksi .
" Astagfirullah ....." kata Malik menelan saliva nya karna nafsunya memburu .
" Kenapa tadi aku melepas pakaian nya " kata Malik yang membuat nya pusing sendiri Karna biasanya ia tak tergoda pada saat Yuna tertidur .Lalu cepat cepat mengambil selimut dan menutupi tubuh Yuna Dan ikut berbaring di sebelah Yuna sambil beristigfar .
Malik memejamkan matanya untuk tidur ketika Yuna memeluk nya dan menindih sesuatu dibawah sana.
" Aish........kenapa malah begini " kata Malik gelagapan ketika melihat tubuh Yuna menempel pada dadanya Dan terlihat buah dada seksi di depan mata nya
" Ya allah .... bagaimana ini bila aku tergoda saat istri ana tertidur " kata Malik gelisah Lalu mencoba mengatur nafas tenang Agar pikirannya tak kearah ......
" Aish.... godaan iman ngak kuat ana dinda " Malik menyerah lalu membenam kan kepalanya pada dada Yuna . Yang membuat Malik benar benar hilang akal
" Abi ........." kata Yuna kaget karna suaminya itu sudah mengusik tidurnya
" Maaf.... maafkan abi tadi abi tak kuat menahannya " bisik Malik yang memeluk tubuh Yuna erat .Yang membuat Yuna terdiam Dan Yuna hanya membiarkan suaminya itu Lalu terpejam lagi.
" Dinda apa dinda marah " bisik Malik pelan
" Tidak bi, Dinda hanya ngantuk abi lakukan akan saja " kata Yuna yang memang mengantuk " kata Yuna yang hanya bisa memeluk tubuh suami nya itu erat . Yang membuat Malik lega lalu menyelesaikan tugasnya .
Malik hanya bisa tersenyum dan mendekap
tubuh Yuna erat ketika selesai melakukan nya Dan mencium pucuk Yuna berkali kali karna senang Istrinya itu tidak marah dan ikut terlelap bersama dibawah selimut tipis . Yang membuat Yuna memeluk erat sang suami.
Yuna terbangun ketika jam menujuk kan jarum angka 5 di dinding kamar mereka .
Sedangkan pelukan Malik masih erat di pinggang nya.
__ADS_1
" Kau nakal bi sekarang masa orang tidur diganggu " batin Yuna menatap lekat wajah Malik yang hanya berjarak 2 centi didepan nya dan bibir Malik sedikit ternganga . Biar ku balas " kata Yuna yang sebenarnya ingin mandi Tapi nanti sekalian lalu yuna pun mengecup dan ******* bibir Malik yang membuat Malik bangun seketika dan istrinya itu sudah berada diatasnya.
" Mpt........ mpt...... dinda balas dendam ya " kata Malik dengan suara parau
" Iya karna abi nakal " kata Yuna sambil . tersenyum Yang membuat Malik ikut tersenyum Karna tak mungkin ia mampu marah pada istri kesayangan nya itu . Dan lalu mereka pun memadu kasih sebentar Setelah puas Yuna pun digendong Malik untuk mandi bersama Dan sholat berjamaah ashar yang hampir telat .
Malamnya mereka makan besama dengan memanaskan lauk dan sayur yang ada Dan sholat magrib berjamaah diruang tengah yang sudah dibersihkan Mikha dan Anis ketika tadi semua masuk kamar. Yang membuat Malik senyum senyum sendiri mengingat kelakuan nya tadi sore
" Kenapa Mal kok senyum senyum." kata Arham menepuk bahu nya ketika mereka duduk diruang tamu untuk ngobrol
" Ngak ada bang cuma ya tadi ada kejadian lucu aja " kata Arham
" Lucu apa de ...kan memang keponakan mu itu memang begitu mengemaskan kalo lagi kumpul " kata Samsul
" Ya begitulah bang " kata Malik tersenyum
" Oh ya Mal terimakasih ya de sudah banyak membantu kami Yang sering merepotkan de Malik dan de Yuna " kata Samsul
" Sama sama bang , kita kan keluargga wajar saja bila kita saling membantu " kata Malik yang tak pernah merasa di direpotkan sampai Arjun dan Arjan yang datang bercerita tentang kejadian siang tadi yang mereka alami ketika membeli Kotak makanan
" Hah........ kok bisa " kata Malik kaget
" Iya tuan trus kami kerja saja " kata Arjun terkekeh
" Bagus lah apa reaksi mereka " kata Malik
" Kabur tuan , Mereka ketakutan " kata Arjan
" Kalian ini cerita apa sih abang mereka ana ngak paham " kata Samsul
" Hahaha...... kurang koneksi bang sinyal kurang " kata Arham tertawa
" Iya .....bisa jadi karna memang abang ngak gerti bahasa mesir " kata Samsul terkekeh. Karna Arham juga hanya jadi pendengar dulu .Karna ia belum bisa menyimak intinya .
Sedangkan Malik terlihat serius menangapi laporan Arjun dan Arjan Karna bagaimana pun orang orang itu memang mengincar dirinya dan Yuna Dan Malik tak bisa berdiam dirinya Apalagi itu semua menyangkut soal nyawa.
" Ana ingin kalian mencatat plat mobil juga mencari sarang mereka jan Dan beri tahu ustad Ali Karna mereka juga sedang menyelidikinya " kata Malik .
" Baik tuan kami akan mengintai siapa mereka dan apa tujuannya " kata Arjun serius sambil melirik Arjan
__ADS_1
" Ya tuan biar itu urusan kami, tuan dan nona bisa beribadah dengan tenang " kata Arjan yang sudah siap bermain main
Untuk mengerjai orang