Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 228


__ADS_3

Disisi lain Alea terbangun karna bermimpi buruk . " Ya Allah lindungi sahabatku " kata Alea karna tiap kali ia bermimpi buruk tentang Yuna Alea slalu berdoa agar sahabatnya itu baik baik saja . Dan Alea yakin Allah menjaga kan Yuna untuknya


" Ada apa " kata Aldi yang ikut terbangun


" Hanya mimpi buruk bi , Al sholat dulu ya " kata Alea


" Ayo berjamaah sama abi kita berdoa bersama sama " kata Aldi yang turun lebih dulu untuk berwudhu


*********


Dirumah sakit Malik menyuruh dokter untuk memeriksa Aziz Dan juga kondisi jasad terbakar itu untuk memastikan sesuatu ..


"Jasadnya terbakar parah. " kata dokter


" Lalu bagaimana bayi dok " kata Malik


" Bayi ...... " kata dokter itu kaget karna tak ada apa pun di tubuh jasad itu


" Maksud ustad apa ?" kata dokter itu kaget.


" Bayi yang ada dalam perut istri saya dok dia dalam kondisi hamil tiga bulan lebih " kata Malik .


Yang membuat dokter itu langsung membuka kain kafan dan memeriksa ulang jasad gosong itu .


" Dia tidak hamil jasad ini berkelamin laki laki . dan tak ada bayi " kata dokter itu Yang membuat Malik kaget begitu juga Yusuf dan Arjun yang menemani Malik .


" Astagfirullah aladzim lalu di mana jasad nona kami dok " kata Arjun .


" Ana tidak tahu..kami hanya menerima satu jasad ini Dan tak ada yang lain Yang membuat Arjan langsung ....


" Jun kita cari nona " kata Arjan yang pergi begitu saja .Setelah tahu itu bukan jasad nona nya. Dan Arjun pun langsung ikut menyusul Arjan


Kedua nya langsung berada di tempat kejadian dan mencari nona nya diantara bangkai truk .


Sedangkan Malik tak percaya dengan apa yang ia dengar .Karna ia sendiri melihat mobil truk itu menyambar Yuna Dan truk langsung terbakar besar .


" Dokter yakin itu bukan jasad perempuan " kata Yusuf


" Ya dia pria ustad " kata dokter itu yakin Dan membuat Malik berdiri lemas bersandar di dinding rumah sakit ..


" Baik dok kami akan mencari keluargga jasad ini . Dan melaporkan nya pada polisi " kata Yusuf.


" Ya ustad , Slamat istirahat " kata dokter itu lalu me otopsi ulang jasad terbakar itu untuk mengambil data


" Astagfirullah .......apa yang terjadi " kata Malik yang lalu duduk di kursi tunggu.


" Mal kita tunggu kabar atau kita susul Arjun dan Arjan mungkin kita bisa menemukan jasadnya " kata Yusuf


" Kira susul saja suf ayo kita kesana untuk memastikan nya "Kata Malik berdiri dari duduknya . Dan menuju kamar Aziz yang sedang dirawat inap..


" Tuan...... " kata Mikha ketika melihat Malik datang


" Apa Aziz sudah siuman ?" tanya Malik

__ADS_1


" Belum tuan " kata Mikha


" Baik kalian jaga dia , Ana mau pergi dulu ketempat kejadian " kata Malik


" Baik tuan " Kata Mikha sedangkan Anis hanya diam sambil melap air mata Aziz yang masih menetes .


Malik bergegas ketempat kejadian tadi Bersama Yusuf Disana Arjan dan Arjun


Yang sedang memeriksa bangkai mobil dan tempat itu mencari jasad nona nya .


" Aneh kalo nona tidak tewas kemana jasadnya tidak ada " kata Arjun bingung


" Ya ngak mungkin kan hilang begitu saja " kata Arjan Yang juga masih mengulang mencari untuk menemukan jasad nona nya.


" Aneh . ....... " kata Arjun


Sedangkan dirumah sakit dokter bingung untuk mengklasifikasikan apa yang terjadi


Karna mereka juga tak mengerti apa Yang sudah terjadi . Dan belum ada dokter yang menjelaskan secara rinci kejadian itu Sampai ustad Malik sendiri yang nanti bicara pada polisi


Sedangkan dikantor polisi menunggu laporan Malik Namun yang ditunggu masih belum muncul juga Karna tak mungkin mereka menyatakan sesuatu kejadian Tampa keterangan .


***********


Sedangkan dirumah sakit lain tiga wanita tertawa bahagia sambil bersulang setelah mendengar kabar sang adik tentang apa yang terjadi


" Malam ini ana merasa senang sekali karna kita bisa membalas nya " kata salah satu dari tiga wanita itu


" Ya .... kita akhir nya menang Besok kita akan melihat wajah umi seperti apa Ketika tahu asisten barunya itu tewas mengenaskan .Dan Kita bisa mengatur siasat lagi " kata yang lain


" Hahaha....... iya lah tadi saja ana melihat keluargga wanita itu terlihat sangat sedih di rumah sakit Apalagi anak lelaki nya itu menangis nyaring karna menangisi jasad uminya " kata wanita itu tertawa senang


" Ya ... ya ayo kita berpesta tak masalah besok operasi yang penting kita happy " kata mereka tertawa bersama


Disisi lain Malik dan Yusuf yang sampai ditempat langsung memeriksa lagi tempat kejadian Dan melihat bangkai .truk Dan juga menanyakan Arjan dan Arjun .


" Tidak ada apa pun tuan dan juga tak ada jasad nona " kata .Arjun heran dan bingung karna tak menemukan. apa apa


" Kalo tidak ada itu tak mungkin karna jelas Ana melihat nya dengan mata kepala sendiri " kata Malik


" Tapi tuan tak ada jasad nona sama sekali Dan juga sesuatu ditempat lain kalo benar nona tewas pasti ada jasad nya kan jangan jangan ......." kata Arjun Membuat Malik dan Yusuf dan Arjan menatapnya


" Apa ..... ketiganya menatap Arjun bersamaan


" Nona selamat tapi ada orang yang membawanya pergi " kata Arjun


Malik terdiam dan menarik nafas dalam .


berpikir kemana istrinya Dan bertanya apa Yuna masih hidup atau tidak Yang membuat ketiga nya juga ikut terdiam dan berpikir.


Malik pun lalu berjalan ke pinggir duduk sambil melihat kanan kiri .yang terlihat lengang karna memang mulai dini hari


Dan duduk untuk berpikir sesuatu di luar nalar. Yang mungkin di luar dari akal pikiran nya sendiri

__ADS_1


" Apa dinda selamat , atau......" kata Malik


Mengingat Yuna sudah sering membuat nya kehilangan .Namun ......


" Alea ..... " kata Malik yang mengingat teman Yuna Alea


" Arjun kemari lah " kata Malik memanggil Arjun


" Ya tuan bagaimana ?" kata Arjun .


" Mau kah kau menolongku menanyakan seseorang Tapi tempatnya jauh " kata Malik .


" Dimana tuan " kata Arjun


" Kota saranjana , apa kau pernah mendengarnya Kau datanglah kesana aku akan memberikan mu petunjuk " kata Malik


" Baik tuan " kata Arjun


" Kalian tunggu disini .tetap lah mencari .petunjuk Ana akan bicara empat mata dengan Arjun " kata Malik .


" Baik tuan " kata Arjan .


Malik pun menuju mobil lalu masuk diikuti Arjun Dan Malik pun menjelaskan arah dan letak kota itu Dan menyuruh .Arjun menanya kan Alea .Agar Alea .menanyakan keberadaan Yuna dimana ? pada panglima Ghani yang tempo hari datang menemui Yuna .Yang membuat Arjun mengangguk mengerti apa maksud tuannya


" Pergi lah bawa lah ini " kata Malik memberikan sebuah Jimat untuk Arjun Agar bisa memasuki pintu kota saranjana Karna Arjun sudah sempat mengenal Alea pastilah mudah mencarinya


" Baik tuan ana akan pergi " kata Arjun


" Ya berhati hatilah " kata Malik Yang kini Yakin istrinya masih hidup .


Sedangkan Aziz masih belum sadar Ketika raja dan ratu jin menghampiri putra bungsunya itu .


" Ada apa dengan nya sampai ia menangis begitu lama " kata raja pada Anis


" Maaf kan kami raja tuan......... Anis pun bercerita panjang panjang lebar tentang apa yang terjadi Hingga membuat mata putranya itu bengkak. Dan Aziz masih belum sadar karna shock


" Lalu dimana tuan kalian ." kata raja jin


" Beliau pergi ketempat kejadian bersama teman nya tuan " kata Mikha


" Kasihan ustazah..... pasti ustad Malik sangat sedih " kata ratu ikut sedih


Sedangkan di komplek perumahan di depan masjid mereka menyiapkan semua nya Karna takut ustad Malik membawa jasad istrinya pulang


" Kasihan ustad Malik ya pasti dengan meninggalnya ustazah beliau sedih Dan tadi saja anak angkatnya itu menangis histeris sangat nyaring membuat miris mendengar tangisannya " kata ustazah Aisyah


" Yah..... tapi kalo ustad jadi duda pasti banyak nih yang antri ..." kata bu Karim


" Astagfirullah ..." kata ustazah Aisyah yang menatap bu Karim


" Maaf ustazah saya hanya bercanda " kata bu Karim merasa tak enak


" Ya saya tahu tapi tidak saat tetangga kita sedang berduka " kata ustazah Aisyah

__ADS_1


menegur.


__ADS_2