Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 363


__ADS_3

Amar pun kembali masuk mobil bersama Yusuf Dan Amar kembali menghidupkan mesin mobil untuk mengantar Yusuf pulang lebih dulu kerumahnya Setelah itu baru ia akan pulang kerumah Malik


Sedang kan di rumah Nurul memasak sendiri Dan kali ini tak memasuk garam agar tak asin Dan setelah matang ia baru memberikan nya sedikit


" Alhamdulilah ...akhirnya selesai juga " kata Nurul walau dengan perasaan takut Tapi ia melawan nya Karna ia tak boleh kalah dengan mahluk yang tak terlihat .


Lalu Nurul pun membersihkan dapur bekas nya memasak agar tidak kotor .


Karna ia juga tidak suka dengan hal berbau jorok .Setelah selesai Nurul pun bergegas kembali kekamar untuk membersihkan diri


Di tempat lain di rumah umah .Umah baru saja selesai menggoreng pisang untuk abah Dan abah ingin bersantai ketika pintu rumah diketuk dari luar .


" Assalamualaikum " kata Malik memberi salam ketika pintu terbuka .


" Walaikum salam , masyaallah umah...


lihat " kata abah senang


" Ayo masuk masuk " kata abah melihat Malik mengendong Ulya Yuna mengedong bayinya . Bersama Alea yang juga datang bersama Aldi


" Masya allah ayo masuk sini duduk nak tuh pisang goreng hangat , sebentar ya umah bikin kan teh hangat " kata umah bergegas kedapur sedang Malik menutup pintu rumah .Agar para tetangga tak melihat mereka datang Karna ingin istirahat lebih dulu


" Masya allah cucu abah " kata Abah Yang memegang tangan Ulya . Ade sudah lahir ya nak " kata abah melihat bayi di gendongan Yuna


" Sudah bah jum,at pagi " kata Malik Yang menurunkan Ulya mendudukkan nya di karpet begitu juga Alea yang mendudukkan Azzam


" Masyaallah cucu abah sudah bisa duduk itu Mal " kata abah kaget


" Sudah bah tinggal ade " kata Yuna yang lalu membuka kepala bayinya yang berkeringat karna Tadi Yuna menutupnya dengan topi bayi


" Ya Allah cucu umah sudah bisa duduk sendiri Mal " kata umah yang membawa 6 gelas teh Dan teko untuk tambahan Dan di tambah satu piring pisang godok .


" Wah umah kebetulan banget nih angat angat " kata Alea senang


" Ya nak silahkan mumpung hangat biar umah bersih kan kamar buat kalian ya " kata umah .


" Maaf umah kalo kami datang merepotkan umah " kata Alea


" Ngak nak kan ngak tiap hari " kata umah beranjak pergi untuk membersih kan kamar tamu untuk Alea dan Aldi

__ADS_1


" Ustad rumahnya tambah luas bukannya dulu kecil " kata Aldi melihat perubahan rumah Malik


" Iya nak kan biar tambah luas Biar kalo ada tamu bisa duduk nyaman Dan kebetulan juga Malik punya dana " kata abah tersenyum


" Masyaallah ini bisa buat main anak anak juga ya yun " kata Alea


" Ya Al, sana tuh Azzam ajak ade Ulya lihat kebun abah dari pintu itu tuh banyak sayur dan ada terasnya " kata Yuna


" Iya , sini sama abah " kata abah yang lalu mengandeng Ulya dan Azzam menuju pintu samping kebun. Dan ketika abah membuka pintunya terlihat tanaman sayur yang subur dari tomat sawi dan terong yang sedang berbunga


" Oe ...... oe....." tunjuk Azzam senang


Dan Ulya pun lalu bertepuk tangan yang membuat abah senang Karna Ulya berdiri sambil tersenyum.


" Ya Allah ini kah mujizat mu " kata abah Yang tahu cucunya itu belum genap 10 hari Tapi sudah bisa berjalan Lalu kedua nya pun ngobrol Dengan bahasa bayi yang tak di mengerti abah. Yang membuat abah tersenyum melihat polah melihat polah kedua bayi itu Yang duduk santai sambil menujuk nunjuk pohon sayur


" Apa abah mengerti bahasa mereka " kata Malik yang berdiri di samping abah sambil mengendong bayi satunya


" Tidak nak , tapi ini sungguh suatu keajaiban Allah " kata abah


" Ya bah kami akan pulang ke kairo dua bulan lagi Agar mereka aman tumbuh besar dirumah Tampa dilihat para tetangga " kata Malik


Sedangkan Alea dan Yuna melihat dapur umah yang cukup luas Dan Aldi ikut bergabung dengan Malik di teras samping mengawasi Azzam dan Ulya


" Umah belum masak nak, umah ke mba iyah dulu ya beli lauk " kata Umah


" Ngak usah umah kita pesan matang saja Nanti Yuna suruh Alan kesini beli di warung hilir soto dan ayam goreng Kan Yuna punya nomor Alan " kata Yuna Karna bila ia repot ia slalu minta tolong Alan karna anak itu paling rajin disuruh


" Ya sudah biar umah mengukus sayur nya saja Di kebun banyak sayur " kata umah buat tambahan mereka makan malam Karna sudah hampir menjelang magrib Dan Yuna pun lalu menelpon Alan untuk kerumah umah


Tak lama Alan datang kerumah dengan sepedanya Lalu Yuna memberikan uang untuk Alan .


" Pesan juga buatmu dan emak dirumah ya Lan Oh ya tambah 3 buat kak Fatma jangan lupa minta sambal nya yang banyak ." kata Yuna


" Siap kak , jadi sotonya 6 cukup kan buat tambahan Ayam 10 " kata Alan


" Ya dan jangan lupa punya mu dan kak Fatma di pisah biar ngak bingung " kata Yuna yang tak pernah lupa pada sang kakak. Dan juga membelikan emak Alan Yang sudah tua karna rasa kasihan Dan bila ia kelebihan rezeki Yuna pun memberinya cuma cuma karna wanita itu hanya hidup bersama Alan dan adik Alan


Malik tersenyum melihat Azzam dan Ulya asyik bermain sambil membantu umah memetik daun singkong muda dan terong untuk sayur lalapan

__ADS_1


" Bi ade biar dinda gendong sudah mau magrib " kata Yuna


" Ya dinda " kata Malik menyerahkan bayinya


" Al tuh yang berdua suruh mandi gih Takut gatal main dikebun " kata Yuna


" Ya sebentar Yun, mereka masih asyik membantu umah " kata Alea yang merasa senang Bisa berkunjung melihat umah .


*******


Di tempat lain Nurul menyiapkan makan malam untuk 3 pria didepan nya Yang membuat Amar sedikit tegang dengan kejadian kemaren .


" Mhem ...... lumayan " kata Arjan


" Ngak asin lagi " kata Arjun


" Alhamdulilah ini baru bisa dimakan ." kata Amar lega walau cukup hambar mereka pun akhirnya makan malam bersama .


" Maaf ya bang Nurul baru belajar " kata Nurul


" Ngak apa apa nona tetap semangat Nanti kalo nona Aliya sudah pulang nona bisa belajar Dulu nona Billa juga ngak bisa memasak awalnya Tapi karna mau belajar jadinya nona Billa bisa memasak . Kami berdua slalu siap mengantar kepasar kalo pagi sehabis subuh untuk belanja " kata Arjan


" Ya besok kita kepasar jan jun, biar lebih irit katanya kali pagi sayur murah dan juga dapat yang segar " kata Amar


" Iya tuan " kata Arjan dan Arjun kompak


Di suatu tempat Aziz dan Alif sedang berdiri di pinggir hutan. Harusnya Aziz ikut pulang kerumah umah Tapi ia berubah pikiran karna Alif mengajak nya mengawasi para siluman di perbatasan kota karna ada setan dan hantu yang juga ikut mengintai di kota gaib itu .


" Mereka bersembunyi di balik semak semak .Bagaimana bisa mereka melaku kan itu " kata Aziz


" Entah lah karna tak jauh dari sini ada hutan yang jadi sarang mereka ziz " kata Alif sambil berpangku tangan


" Ya mungkin itu sarang dan tempat tinggal mereka " kata Aziz yang hanya mengira gira. Karna terlihat sangat banyak mahluk astral yang bersembunyi di hutan


itu Yang sangat lebat dan gelap .


.


.

__ADS_1


__ADS_2