Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 282


__ADS_3

Setelah itu Malik menemui Aziz yang tidur sendiri di kamarnya .Sedangkan Arjun tidur dengan Arjan. Begitu juga Mikha dan Anis.


" Ya Allah jaga anak ku walau dia bukan anakku ." kata Malik mengusap kepala Aziz yang sudah tidur. Karna pagi nya mereka akan berangkat setelah sarapan


Lalu Malik pun keluar dari kamar Aziz seraya menutup pintu Dan kembali ke kamarnya .


" Tuan ..." panggil Arjan yang membuat Malik berhenti melangkah .


" Ada apa jan " kata Malik yang menoleh pada pengawalnya itu


" Pesawatnya sudah datang , mereka bertanya apa tuan mau berangkat sekarang apa besok saja " kata Arjan


" Besok pagi saja jan, Tolong sampaikan karna nona lelah perlu istirahat Dan lagi Aziz sudah tidur .Ngak mungkin kami tak berpamitan " kata Malik karna Aziz akan sedih bila mereka pergi begitu saja .


" Ya tuan ,Ana akan menyampai kan nya " kata Arjan pamit lalu bergegas menuju lobby hotel Dan Malik pun kembali kekamarnya .Untuk beristirahat di kamar


Setelah subuhan Yuna dan Malik sudah rapi Dan keluar kamar untuk melihat Aziz di kamarnya .


" Ceklek .....


" Hai ...sayang lagi apa " kata Yuna Yang melihat Aziz yang sudah bangun Tapi masih dibawah selimut .


" Hehehe.....Aziz malas bangun umi di sini dingin " kata Aziz karna hawanya memang dingin


" Kan umi bawakan mantel sini umi pasangkan ayo bangun kita sarapan pagi dulu ya , Kan umi dan abi mau berangkat " kata Yuna .


" Hua......umi Aziz ikut " kata Aziz yang lalu bangkit dan mendekati Yuna dan meluk uminya


" Umi ..... Aziz ikut ya " rengek Aziz


" Aziz pulang dulu Izin dulu pada abi dan umi ya kan paman Arjun tahu tempatnya karna sudah pernah kesana Nanti paman Arjun bisa mengantar Aziz kesana kalo sudah liburan sekolah " kata Yuna


" Iya sayang sekarang kita sarapan ya " kata Malik mengusap kepala Aziz


" Gendong " kata Aziz yang mengulurkan dua tangannya ingin di gendong


" Ya sayang " kata Malik Yang lalu mengendong Aziz lalu mereka pun menuju loby untuk makan bersama karna sudah ada Mikha dan Anis juga Arjun dan Arjan yang menunggu mereka


" Pagi tuan nona " kata Mikha dan Anis kompak menyambut tuan dan nonanya


" Pagi juga semuanya , Apa kalian sudah pesan " kata Yuna


" Sudah nona tinggal menunggu ." kata Anis tersenyum


" Paman ..." kata Aziz


" Uluh uluh ...kok manja ya " kata Arjan Yang menyambut Aziz dari Malik dan mendudukkannya di kursi .


" Jun kalo Aziz libur sekolah kalian bisa mengantarnya kesana " kata Malik


" Hah.....siap tuan, kita boleh main kesana tuan " kata Arjun .


" Ya kalo pas liburan Aziz !!" kata Malik penuh penekanan


" Ya tuan laksana kan " kata Arjun tersenyum yang membuat Aziz senang

__ADS_1


" Hehehe..... nanti kita ajak kak Azza juga ya paman " kata Aziz


" Hah...... waduh...... ya tapi ngak pake kabur ya harus minta izin " kata Arjan Yang tahu sifat putri sulung raja jin itu .


Tak lama mereka pun lalu sarapan ketika makanan pesanan sudah datang Dan para pelayan menatanya diatas meja. Setelah selesai ditata mereka pun makan bersama.


Disisi lain seorang pria sedang mengawasi persiapan pesawat jin mereka Di hamparan luas Wilayah dekat laut itu Yang terlihat begitu indah


" Apa semuanya sudah siap mereka akan berangkat sehabis sarapan " kata pria itu


" Ya tuan mereka sedang dijemput " kata seorang pengawal


" Ya kita persiapkan semuanya " kata pria itu yang tak lain Abdullah senopati kepercayaan tuan Ghani .


" Ya tuan " kata dua orang pengawal yang merapikan ruang pesawat tak terlihat itu Karna raja sudah berpesan untuk melayani guru Alif itu dengan baik.


Abdullah pun lalu berdiri memandang laut biru Karna mereka memang mendarat ditempat yang sudah sediakan dengan izin para jin di Yaman .


Di hotel Arjan dan Arjun sudah memasukan semua barang ke dalam mobil .


" Berapa orang yang akan berangkat tuan " kata dua orang yang menjemput . karna mereka memakai mobil sekelas limosin


" Empat orang tuan ustad dan istrinya serta dua pelayan " kata Arjan yang membawa koper terakhir .


" Baik tuan ..." kata pengawal itu


" Apa kalian sudah sarapan " kata Arjun


Kedua pengawal itu saling tatap karna memang mereka belum sarapan .Karna mereka sedari subuh sudah sibuk untuk persiapan menjemput .


" Tapi tuan ....." kata pengawal itu .


" Ayo kalian turun lah makan dulu biar ana yang menunggu " kata Arjan yang berdiri santai layaknya pria tampan sambil memasukan dua tangannya ke celana panjang nya yang terlihat keren


" Hua.... kita pasti merindukan mereka " kata Mikha melihat Arjan dari kejauhan


Yang berdiri bersama Arjun


" Iya tapi kan kita tak lama disana Hanya sementara saja sampai nona lahiran " kata Anis


" Iya..... tapi .kita akan tetap kangen , tahu ngak Nis rindu itu berat sekali rasanya " kata Mikha


" Hadeh ..ngak usah lebay kita bukan manusia " kata Anis


" Tapi kita juga punya hati nis " kata Mikha


" Ya ya terserah antum deh " kata Anis yang melihat tuan nya berpamitan dengan para ustad Yaman . Dan lagi dua pengawal yang menjemput mereka sedang asyik makan .


" Dinda masuk mobil dulu ya , biar abi bayar admin nya dulu "kata Malik Yang menatap Arjun dan Aziz memberi kode untuk mengantar Yuna ke mobil .


" Ya bi " kata Yuna


" Ayo nona " kata Arjun


" Umi ... gandeng " kata Aziz mendekati Yuna yang tersenyum pada nya

__ADS_1


" Ya sayang ayo " kata Yuna lalu mengandeng tangan Aziz. Menuju mobil yang ditunggui Arjan


Beberapa pasang mata melihat Yuna menaiki mobil mewah itu Yang membuat Aziz tersenyum melihatnya ketika masuk mobil itu


" Wow .... keren kita belum punya mobil sekeren ini umi " kata Aziz


" Ini kan sudah duduk berarti sudah merasakan ngak perlu punya " kata Yuna mengusap kepala Aziz


" Ya umi " kata Aziz tersenyum


Tak lama dua pengawal yang siap pun sudah datang bersama Mikha dan Anis


Lalu membuka pintu untuk keduanya .


" Wow keren .... apa tuan Aziz ikut " kata Mikha mengoda .Yang membuat Aziz cemberut karna Mikha mengodanya Dan Yuna memberi kode menggelengkan kepala pada Mikha . Agar Aziz tidak baper


" Hehehe bercanda tuan " kata Mikha tersenyum


" Senang ya antum bikin mewek " bisik Anis pelan


" Aziz di gendong paman ya " kata Arjun yang membuka pintu untuk Malik masuk Yang membuat wajah Aziz sedih


" Aziz pulang ya nak , nanti kalo liburan baru diantar paman Arjun ya " kata Yuna


" Hua.........umi ikut " tangis Aziz pecah . Yang membuat semuanya tegang karna Aziz menangis


Malik pun lalu mengendong Aziz dan mengusap kepala Aziz dengan pelan .


Ustad Aska dan dua temannya terpana melihat Aziz menangis .


" Abi ikut..... Aziz mau ikut ....." kata Aziz menangis dibahu Malik .


" Umi.....Aziz ikut " tangis Aziz yang membuat Yuna tak tega .Karna Aziz memang harus sekolah .


" Apa ini putra ustad Malik " kata ustad Safi,i pada Arjan


" Bukan tuan hanya......aduh .." kata Arjan menggantung karna dilempar Aziz dengan sepatunya .Karna ingin mengatakan bukan putra ustad Malik


" Eh..... ngak boleh sayang , ngak sopan jangan marah " kata Malik .


" Hua ...ikut abi " kata Aziz tambah keras membuat perhatian orang


" Waduh kaya drama korea saja, padahal tadi sudah di wanti wanti ngak nangis Tapi menangis juga akhirnya " kata Anis


" Shut..... nanti dia dengar mau dilempar sepatu " kata Mikha terkekeh


Yang membuat Yuna tersenyum dan lalu keluar untuk mendiamkan Aziz .


" Aziz kan tadi janji libur sekolah bisa kesana nak, kan bisa diantar paman ya sayang " kata Yuna


" Ngak mau Aziz ikut " rengek Aziz memeluk leher Malik erat Karna tak mau digendong Arjun.


Sedangkan para pengawal saling tatap Dan para ustad yang dibisikkan Arjun pun mengerti siapa Aziz.


" Aziz ikut umi " rengek Aziz lagi

__ADS_1


" Abi " kata Yuna menatap Malik Yang membuat Malik hanya bisa membuang nafas Kasar .


__ADS_2