
Aldi sudah rapi ketika Alea masuk kamar
Karna tadi ia langsung mandi ketika Alea mengantar kopi untuk kedua temannya itu...
" Apa mereka masih diluar " kata Aldi.
" Iya bi ada urusan apa mereka kesini " kata Alea menatap suami hantunya itu.
" Minta makan " jawab Aldi sambil duduk disisi ranjang .
" Hah...... jadi pagi tadi itu serius ngak bercanda " kata Alea kaget.
" Hem......." dehem Aldi.
Alea pun menatap suaminya dengan wajah datar ..Sedangkan Aldi terlihat santai . Untung nya tadi pagi Alea belanja banyak...
Alea pun menarik nafas dalam.. Lalu hendak melangkah kedapur ...
" Sayang maaf ya bila merepotkan mu " kata Aldi yang membuat Alea menoleh pada suaminya itu.
" Ngak pa pa anggap saja kita bersedekah " kata Alea . Yang membuat Aldi berdiri lalu memeluk Alea
" Ayo kedapur aku bantu menyiapkan makanan " kata Aldi.
" Yuk ....." kata Alea lalu mereka pergi kedapur Untuk menyiapkan makanan untuk makan bersama.
Aldi Burhan Jafar makan dengan lahap Apalagi masakan Alea sangat enak. Membuat mereka bertiga menambah lagi.
" Sering makan disini lama lama bisa jadi gendut nih perut " kata Burhan
" Ya jelas lagian lho dirumah ada yang masak masih makan disini juga. Kalo aku kan wajar karna ngak ada yang ngurusin " kata Jafar.
" Umi lagi sibuk apa lagi memandu orang persiapan naik haji " kata Burhan
" Hah.......Apa mahluk halus juga bisa naik haji" kata Alea kaget. karna ia baru kali ini tahu ada jin atau hantu naik haji.
" Memang nya manusia aja yang bisa naik haji kita juga pas musim haji juga berangkat " kata Burhan .
" O........ begitu "kata Alea yang lalu kembali menyuap makanannya Sambil memikirkan rasa penasaran nya. Dengan kehidupan di kota saranjana. .Yang belum ia tahu banyak.
************
Sedang kan dirumah bude Yuna. Yuna dan Meri pamit kerumah ustad Rahman guru mengajinya. untuk bersilaturahmi
" Assalamualaikum " kata Yuna memberi salam
__ADS_1
" Walaikumsalam " jawab suara dari dalam kamar .
Yuna yang berdiri di depan pintu terbuka melihat kedalam sebentar. Sedang Meri memperhatikan rumah rumah penduduk yang berdempetan.Tak lama seorang wanita paru baya keluar me menghampiri mereka
" Masyaallah Yuna ayo masuk nak " kata mak Sanah istri ustad Rahman.
" Datang kapan, sama siapa ini ayo masuk masuk " kata mak sanah. biasa Yuna memanggilnya.
Yuna pun duduk bersama Meri. Dan tak lama sedang asyik ngobrol Ustad Rahman pun datang baru pulang dari masjid
" Wah ada tamu rupanya , tamu jauh ya " kata ustad Rahman tersenyum .
" Iya bah ini Yuna kesini mau minta tolong dengan abah buat membuang kiriman orang " jelas Yuna to the point. Tampa basa basi lagi.
"'Memangnya kenapa kok bisa kena" kata abah bertanya seraya melihat kearah Meri..
" Itu bah persaingan pekerjaan . Ada yang ngak senang sama Meri jelas Yuna. Lalu menceritakan semuanya yang terjadi.
Sedangkan mak Sanah sedang membuat teh didapur .Dan lalu membawanya keluar dan menaruhnya di meja.
" Ini seadanya ya , di minum ya nak " kata mak Sanah
" Trimakasih mak " kata Yuna.
" Mak bisa tolong ambilkan segelas air putih buat abah " kata Ustad Rahman.
Meri hanya diam karna tak mengerti bahasa banjar tapi Yuna sesekali menjelaskannya
Setelah mak Sanah datang membawa segelas Air putih . Abah pun mengambilnya lalu memegangnya dan membacakan air tersebut dengan ayat ayat Quran termasuk surat Al jin ayat kursi dan sebagainya. Lalu menyuruh mak sanah mengambilkan kantong plastik dan memberikan nya pada Meri.
Setelah itu abah memberi air putih itu pada Meri dan menyuruhnya meminumnya dangan beberapa teguk sampai habis..
Tak lama sehabis meminumnya " Oek Oek.....Oek........Meri pun langsung muntah muntah .Dan memuntahkannya pada plastik yang tadi di pegang nya .
" Oek......Oek......." kata Meri yang membuatnya sedikit lega setelah muntahnya habis dengan warna hitam bercampur bau yang menyengat .
" Alhamdulilah apa sudah merasa lega ? " kata abah menatap Meri.
" Seperti sudah berkurang bah " kata Meri yang merasakan badannya terasa enakan setelah beberapa hari ini seperti terkunci..
" Syukur lah besok lagi hati hati. Jangan lengah dan duduk sembarangan apalagi diwaktu waktu senja ya " kata abah menasehati Mery.
" Iya bah " kata Mery Lalu meminum teh buatan mak Sanah.
Lalu mereka pun ngobrol sambil menikmati kue buatan Mak Sanah. Dan Yuna menyempatkan diri untuk bertanya pada abah . Tentang kota yang akan ia tuju
__ADS_1
" Kau yakin nak akan kesana. Apa teman mu itu memang ada disana " tanya abah menatap Yuna.
" Iya bah dia bilang minta dijemput di kota Saranjana " kata Yuna yakin.
" Ya berhati hatilah bila kesana bersih kan hatimu .Dan banyak berdoa dan berzikir " kata abah .Menasehati Yuna
" Ya bah .... Apa Yuna harus lewat jalan pintas saja bah " kata Yuna bertanya.
" Tidak Usah lewat pintu masuk saja " Asal niat mu baik tak kan terjadi apa apa " kata abah. Tapi ingat jangan makan disana dan juga macam macam " kata abah lagi .
" Ya bah trimakasih nasehatnya" kata Yuna yang lalu menyesap teh nya. Begitu juga dengan ustad Rahman.
" Oh nak, apa yuna masih bekerja di jakarta nak " tanya mak Sanah .
" Masih mak, kenapa memangnya mak.." kata yuna bingung .
" Ngak mungkin bulan ini kita akan ke jakarta jemput Malik Apa Yuna masih ingat " tanya mak Sanah mengingatkan teman kecilnya itu yang anak pondok. Tapi tiap minggu pulang.
" Oh jadi Malik mau pulang dari kairo ya mak ya bah " kata Yuna tersenyum .
" Iya nak mungkin akhir bulan ini..Nanti bila mak sama abah ke jakarta nak Yuna bisa kan menemani kami jalan jalan selama disana " kata Mak Sanah.
" Insyaallah bisa mak nanti kita bisa ajak ajak keliling jakarta iya kan Mer.
" Iya mak bah " kata Meri tersenyum.
Mak sanah pun terlihat senang begitu juga abah. Yang melihat Yuna tak berkedip melihat gadis kecil itu tumbuh dengan baik tampa sang ayah .
" Apa Yuna lama menginap di rumah mama bi " tanya mak Sanah.
" Mungkin cuma sampai besok mak terus kami mau banjar baru mau ketemu teman Yuna karna mau ke kota baru desa oka oka. Dan rencananya Yuna mau menyewa mobil teman " kata Yuna
" Ya hati hati dijalan ingat sholat dan banyak berzikir kalian tidak ke tempat sembarangan. " kata Mak sanah yang menatap yuna berharap gadis itu jadi menantu nya. Untuk putra bungsunya.
" Ya mak " kata Yuna.
" Abah hanya mengingatkan hati hati bersikap ya nak dan jaga diri " kata abah.
" Ya abah " kata Yuna. Setelah lama ngobrol Yuna dan Meri pun pamit pulang..
kerumah sang bude karna sudah malam. Keduanya langsung masuk kamar dan rebahan..
" Yun apa maksud nya abah tentang duduk sembarangan tadi apa lagi diwaktu senja." kata Meri yang penasaran.
" Ya karna di waktu waktu itu setan dan roh jahat keluar mereka mencari mangsa untuk makan dan tumbal . Maka nya kalo disini pamali katanya duduk sembarangan di waktu senja . Makanya lebih baik sholat dan duduk didalam rumah . Apalagi bulan safar " kata Yuna .
__ADS_1
" Hah ...... kenapa memang bulan safar ???" kata Meri
.