Suamiku Dari Kota Saranjana

Suamiku Dari Kota Saranjana
Bab 359


__ADS_3

Di kairo Amar baru saja pulang dari masjid bersama Arjun dan Arjan Yang pulang bersama menuju rumah Lalu menuju dapur karna lapar


" De sudah masak " kata Amar


" Sudah bang tuh " kata Nurul


" Heh...... apaan tuh kok begitu " kata Arjun melihat masakan Nurul yang tak menarik Lalu mencicipinya .


" Hue .........aaa....." kata Arjun lalu bergegas minum air putih


" Hah ..... lho kenapa jun " kata Amar kaget seraya menatap Arjun


" Tuh cicipi aja masakan bini ustad " kata Arjun yang lalu bergegas minum.


Air putih


Amar pun lalu mencicipi makanan Nurul dan ......" De . ......... ini apa " kata Amar


" Ngak enak ya bang " kata Nurul menatap wajah Amar yang masam karna merasakan asinnya masakan Nurul


" Cicip sendiri tuh " kata Amar


Nurul pun lalu mencicipi semua masakan nya yang asin yang membuat nya menunduk karna makanan nya tak bisa dimakan


" Maaf bang " kata Nurul


" Hue ...... sudah dibuang saja biar abang suruh Arjun beli saja " kata Amar bergidik ngeri lalu minum air putih untuk membuang rasa asin di mulutnya


Lalu bergegas keluar mencari Arjun dan Arjan di ruang tamu .


" Jun beli makanan deh yang siap saji buat kita " kata Amar mengeluarkan dompet nya dan mengambil uang


" Ya ustad ,ayo jan " kata Arjun yang beranjak dari duduknya setelah menerima uang dari Amar yang membuat mereka tersenyum


" Jangan lama ya " kata Amar .


" Ya ustad " kata keduanya berlalu pergi Dan keluar memakai motor Arjun

__ADS_1


Amar pun lalu duduk termenung sambil menyugar rambutnya merasakan punya istri kekanak kanakan Dan tak bisa di andalkan Apalagi untuk urusan dapur


Nurul yang melihat itu pun Merasa bersalah Lalu bergegas masuk kamar dan menangis .


" Apa aku salah " kata Nurul terisak bingung karna ia memang tak bisa memasak


Dan tak lama Amar pun masuk kekamar dan kaget melihat Nurul menangis.


" Ade nangis kenapa kan abang ngak marah " kata Amar


" Nurul salah bang Nurul nggak jujur sana abang " kata Nurul


" Kan abang ngak menyalahkan Nurul cuma nyuruh nyicip Apa itu salah " kata Amar mendekati Nurul


" Sini bangun dekat abang " kata Amar


Nurul pun lalu duduk dan mendekati Amar dengan air mata yang masih terisak Lalu Amar pun menghapus nya


" Kaya gini kok pengen jadi istri ustad Malik Jadi istri ustad Amar aja sudah mewek apa lagi ustad Malik " kata Amar merangkul istrinya Yang membuat Nurul menunduk karna malu .


" Kan abang ngak marah Nurul bisa belajar masak lewat buku Atau sama umi kan bisa telpon umi dan emak kenapa bingung .Belajar itu tidak boleh malu Namanya juga belajar trus ngak pake menangis " kata Amar


" Ustad Amar itu level nya masih dibawahnya ustad Malik . Ustad Malik sudah sibuk Dia tak punya Waktu buat mengurusi aturan memasak Ustad Malik kalo marah lebih galak dari abang Makanya kalo ade belum bisa masak kok mau minta jodoh yang punya status tinggi Harus nya sudah siap mental . Masa masak keasinan mewek .Ustazah Yuna itu anak yatim piatu dia gak punya orang tua Dan juga ngak punya kakek.. Hidup nya susah tinggal bersama kakaknya Ia hanya tahu belajar dan Kerja. Tapi dia cukup cerdas kalo mau memasak dia membeli buku resep memasak dan belajar sendiri. tanpa guru .Dia juga belajar menggambar sendiri . Ustad Malik ngak punya waktu untuk mengajarkan nya. Yang ia tahu pulang makan tidur dan pergi lagi . Tapi Yuna memanfaatkan waktu nya dengan baik .Dia tak bosan belajar Makanya ustad Malik sayang karna istrinya tak pernah mengeluh menjadi istri ustad Malik Kalo ade punya banyak waktu luang Tapi tak di maksimal kan jadi terbuang sia sia Harus nya ade semangat belajar . Waktu dirumah kan ada umi kak Aliyah kak Sanah Tapi kenapa ade ngak mau bertanya dan belajar Kalo orang tahu istri ustad Amar ngak bisa masak gimana " kata Amar yang membuat Nurul terdiam seribu bahasa


" Abang ...." kata Nurul lirih


" Harus nya ade jujur dari awal bila ngak bisa masak Kan sayang makanan nya di buang Kucing saja pasti ngak mau makan karna asin Besok besok ade ngak perlu malu Tanya abang kalo de Nurul ngak bisa . Orang zaman dulu bilang Malu bertanya itu sesat di jalan " kata Amar membelai kepala Nurul


" Ya bang maaf kan Nurul " kata Amar


" Abang juga minta maaf kalo Nurul tak berkenan dengan perkataan abang Tapi ingat kalo Nurul ngak tahu atau ngak bisa tanya pada abang ya biar abang tahu Nurul ngak bisa . Menangis dan marah tak menyelesaikan masalah Tapi dengan bicara jujur insyaallah abang bisa mengerti " kata Amar yang tak mau Nurul merasa bersalah Karna Amar ingin Nurul mandiri dan belajar dengan perlahan Karna memang perlu proses untuk bisa mengenal pribadi masing masing Karna mereka berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda .


Beda hal dengan Yuna yang cerdas


dari kebanyakan wanita sebayanya


Yang membuatnya mudah menguasai .

__ADS_1


Ilmu dalam situasi yang sulit sekalipun Sehingga Ia bisa mandiri Tampa harus banyak bertanya Yang membuat Malik kagum pada istrinya itu .


Disisi lain Malik sedang mengendong Ulya Ketika Yuna berganti pakaian .


Malik lalu membawa Ulya bermain bersama Aziz karna Yuna berganti pampers . Walau Yuna ingin berganti sendiri Anis dan Mikha kekeh tak memperbolehkan Yuna untuk bangun Karna masih belum pulih Dan untuk makan saja di bawakan Anis ke dalam kamar Agar Yuna aman selama masih pemulihan Karna berbeda dengan kelahiran anak pertama tak ada pendarahan Seperti lahir anak kedua


" Sudah nona , nona makan dulu ya " kata Anis


" Ya nis , tuan kalian kemana " kata Yuna mencari Malik


" Tuan dibelakang menemani de Ulya sama tuan Aziz nona " kata Mikha


" Ya sudah biar aku makan dulu " kata Yuna


" Iya nona biar cepat pulih dan sehat " kata Anis tersenyum Sambil melihat bayi mungil di samping Yuna


" Apa tuan , sudah menyiapkan nama nya nona " kata Mikha


" Ya Mik , mungkin besok nama nya baru di berikan " kata Yuna Karna tahu Malik sedang mempertimbangkan Tiga nama yang di ajukan Yuna pada suaminya


Yang membuat Malik bingung memilihnya


Karna menurut Malik semuanya bagus


Sedangkan di taman Aziz dan Ulya asyik melihat bunga yang tertiup angin Dan bergoyang kesana kemari membuat Ulya tertawa melihat bunga bunga itu


" Bi .....tik " tunjuk Ulya


" Ya ..... seperti ade cantiknya abi Dan ratunya abi bersama umi " kata Malik mencium pipi Ulya Yang membuat Aziz


ikut mencium bayi imut itu .


Malik pun tersenyum bahagia kini ia sudah di berikan sepasang anak yang membuat nya luar biasa bahagia


Anugrah yang sangat indah di berikan Allah .Walau pun berbeda alam Namun mereka mendapatkan kasih sayang yang sama Dan saling menyayangi satu sama lain Yang membuat Malik tahu Apa hikmah tersembunyi .yang ia dapat


Karna cinta bukan siapa dan apa status nya Tapi bagaimana kita menghargai

__ADS_1


Cinta yang bisa menyatu bukan karna perbedaan Tapi karna Allah .


__ADS_2