
Lalu Yuna rebahan di atas sofa yang membuatnya tertidur sendiri Yang tak terasa sampai sore hari Malik yang melihat itu pun kaget Karna Yuna tertidur di sofa Lalu mengangkat tubuh Yuna pelan pelan ke atas ranjang .
" Ya ampun dinda bikin abi khawatir saja " kata Malik yang lalu menyelimuti sang istri Dan mendoakan Yuna lalu meniupkannya ke ubun ubun kepala Yuna .
" Ya Allah jaga slalu istriku " kata Malik Yang lalu mencium kening Yuna .
Lalu membereskan semua gambar desain Yuna diatas meja .Dan Malik tersenyum melihat gambar gambar kreasi Yuna yang begitu rapi
"Masyaallah cantik sekali " kata Malik yang melihat desain Yuna yang terlihat bagus dan rapi ditambah lagi desain baju muslim Malik tertegun memikirkan istrinya itu bisa menggambar secepat yang Malik pikir kan Padahal Yuna tak punya dasar sekolah desain Tapi karna sering latihan dan punya bakat Yuna bisa mengimbangi orang orang yang ahli dalam desain
" Abi makin kagum dengan mu dinda " kata Malik lalu berganti pakaian setelah semuanya rapi . Dan berbaring disebelah Yuna sambil menatap wajah Yuna yang terlelap yang terlihat polos tampa dosa
Malik tersenyum sambil meraba wajah Yuna yang terlihat bersih tanpa noda
tidur nyenyak tampa terganggu
" Semoga kau slalu mencintai abi Dan percaya sama abi " kata Malik yang mengingat kejadian siang tadi Karna Malik takut akan banyak fitnah yang menerpa rumah tangga nya .Karna banyak wanita yang mengodanya .Dan ketakutan itu membuat Malik khawatir pada Yuna yang bisa dihasut dan diprovokasi orang lain .
Lalu Malik memejamkan matanya disamping Yuna sambil memeluk tubuh Yuna dengan erat . Lalu langsung terlelap
Tak lupa Yuna terbangun dari tidurnya dan merasakan pelukan tangan sang suami Yang tak asing baginya. Lalu menatap Malik dengan tersenyum .
" Sudah pulang rupanya " kata Yuna yang sadar dan ingat tadi ia tertidur di sofa. Dan bangun pelan .pelan dari ranjang untuk sholat ashar
" Pasti abi lelah " kata Yuna Yang baru selesai sholat lalu keluar kamar untuk kedapur meminta bubur yang Yuna pesan tadi siang pada Anis dan Mikha
" Mik, Nis apa sudah jadi " kata Yuna .
" Sudah nona , apa mau dimakan sekarang " kata Mikha
" Ya tolong siapkan " kata Yuna yang minta di buatkan bubur sumsum siang tadi Karna ia merasa ingin memakan nya
" Ini nona apa perlu kami siap kan buat tuan juga nona " kata Anis
" Nanti aja Nis tuan mu masih tidur " kata Yuna
__ADS_1
" Kok sepi mana anak anak dan umi Farhan " kata Yuna
" Oh tadi lagi kerumah bu RT nona diajak bu RT untuk silahturahmi " kata Mikha
" Oh gitu " kata Yuna yang menyuap buburnya dengan lahap .
Sedangkan di bandara Umah abah dan Fatma sekeluarga sudah masuk kedalam pesawat Yang disusul Meri yang ikut serta membawa banyak barang untuk Yuna
" Ya ampun Mer...tuh koper banyak banget " kata Fatma Yang membawa tiga koper besar .
" Ini oleh oleh kak tenang saja Mer mau kasih kejutan " kata Meri
" Hahaha .....ya atur manis aja deh " kata Fatma Karna ia juga banyak membawa oleh oleh untuk sang adik
" Beres kak kan mumpung bagasi gratis " kata Meri terkekeh Yang senang bisa ikut ke kairo .Kapan lagi dapat plesiran gratis pikir Meri Karna bila berurusan dengan Yuna pergi plesiran nya gratis dan aman Yang membuat Meri senang .
Mereka pun lalu masuk kedalam pesawat untuk mencari tempat duduk sesuai no urutan kursi Dan lalu duduk di tempat masing masing
" Alhamdulillah kita berangkat ya mak, Faridah senang mak bisa naik pesawat " kata Faridah
" Iya bang tahu ngak ini tiket satu orang saja 7 sampai 9 juta per orang bang Maka nya kita bersyukur bisa liburan gratis sambil jalan jalan Seumur hidup abang ngak bakal sanggup beli tiket kaya gini. Orang buat makan aja ketar ketir " kata Fatma
" Iya tahu de, kan abang ngak sekolah tinggi seperti Yuna dan Malik " kata Samsul
" Makanya abang sadar diri biar pun
kita miskin jangan bergaul orang jahat . sudah miskin malah tambah rusak Dan cari masalah Makanya rezekinya jadi seret bang .Lebih baik banyak ibadah biar kita bisa hidup berkah " kata Fatma menasehati sang suami Yang suka kumpul sama teman teman preman nya itu .Yang membuat Fatma kadang kesal sama teman teman suaminya itu.
" Iya de, besok besok ngak lagi " kata Samsul yang pikiran nya mulai terbuka Karna Fatma banyak memberinya ceramah. Walau istrinya itu cerewet Tapi Samsul tahu istrinya itu baik dan penyayang dengan keluargga Karna itu lah sang emak kadang mengomel karna ia telat mengirim uang untuk istrinya . Karna emak Samsul sangat sayang pada
Fatma Yang memang pilihan sang ibu
Sedangkan Yuna baru saja ingin mandi Ketika sebuah tangan kekar memeluk nya
" Abi ..... " kata Yuna kaget karna ia lupa mengunci kamar mandi
__ADS_1
" Abi juga mau mandi sini abi gosok " kata Malik yang membuka baju handuk Yuna
" Abi .... dinda mandi sendiri saja " kata Yuna Malu
" Hehehe....malu sama abi ya. Ngak perlu malu. Abi sudah lihat semua nya dan merasakan nya juga " bisik Malik tersenyum .
" Abi ...." Kata Yuna dengan wajah merona merah karna suaminya itu melihat tubuh polos nya. .Tapi Malik hanya tersenyum lalu mengangkat tubuh Yuna ke bath up Dan menggosok punggung Yuna dengan perlahan.
Yuna pun hanya diam ketika Malik memanjakan nya Yang membuat Yuna lekat memandang wajah Malik ketika menyabuni tubuh polos nya
" Apa dinda merepotkan abi " kata Yuna
" Tidak abi senang bisa memanjakan dinda . Bahkan kalo abi punya waktu abi ingin melakukan tiap hari " kata Malik tersenyum mengecup bibir Yuna
" Abi .....Yuna jadi ngak enak " kata Yuna terharu .
" Abi sayang dinda...Apapun abi lalukan untuk membuat dinda bahagia " bisik Malik pelan Yang lalu memeluk tubuh Yuna dalam dekapan nya . Yuna pun hanya tersenyum ketika suami nya itu melepas kaos nya yang basah yang memperlihat tubuh atletis Malik yang kekar membuat Yuna tertunduk .
" Ngak perlu malu semua milik dinda " kata Malik yang tak bisa menahan diri lagi Dan lalu memangku Yuna .
Kedua nya pun memadu kasih sambil mandi Dan itu pertama kali nya Yuna melakukan nya bersama sang suami di kamar mandi sah sah saja bagi Malik. Tak ada yang salah pada percintaan mereka selama itu istrinya sendiri Karna seorang ustad juga manusia . Dan lumrah saja baginya melakukan nya dimana pun selama sang istri tak keberatan Dan merasa nyaman Apalagi Yuna bisa menikmatinya dengan nyaman
" Bi ...... kapan kita kedokter lagi " kata Yuna ketika Malik mengeringkan rambut basah sang istri dengan hair dryer
" Satu minggu lagi ya sayang " kata Malik mencium pipi Yuna .
" Bi sudah , Yuna tak enak kalo abi bersikap begini
" Hehehe kenapa malu ya " kata Malik meluk istrinya itu Dan memeluknya erat dari belakang
" Mhem...." kata Yuna
" Ngak perlu malu sayang abi senang bisa memanjakan dinda Selagi abi bisa melakukannya . Karna abi sangat mencintai dinda . Bahkan abi rela melakukannya tiap hari kalo istri cantik abi ini mau " kata Malik ya menempelkan pipinya pada pipi Yuna seakan akan Malik tak ingin melepaskan pelukan itu.
*****Maaf telat update karna repot ****
__ADS_1