8 Dewi Bunga Sanggana

8 Dewi Bunga Sanggana
De Bude 6: Dewi Geger Jagad


__ADS_3

*Dewi Bunga Kedelapan (De Bude)*


 


Tiba-tiba sepasang mata wajah jelita itu terbuka dengan tatapan yang nyalang. Bahkan ada kilatan sinar biru sepintas pada bola mata nan bening tersebut.


“Herrr!”


Wanita itu langsung menggeram seperti binatang buas yang sedang marah, saat merasakan tubuh bawahnya ada yang memasuki dan melihat ada seorang lelaki berlutut di atas tubuhnya tanpa busana.


Blast!


Tiba-tiba ada ledakan sinar biru pada tubuh si wanita yang bangun itu. Joko Tenang terpaksa terpental kuat.


Bugk!


Punggung Joko menghantam dinding batu sinar dengan kuat, lalu jatuh berdebam dengan mulut penuh darah.


Joko Tenang melihat wanita yang baru saja disetubuhinya secara sepihak itu, bangun duduk dan menutupi tubuh terbukanya yang aduhai. Rasa birahi dan gairah bercinta telah hilang pada diri dan pikiran Joko.


Joko Tenang cepat sadar apa yang telah terjadi. Ia buru-buru memungut rompi pusakanya dan mengenakannya. Setelah itu, ia juga buru-buru memungut celananya. Seperti pelaku mesum yang sudah mendengar suara Satpol PP di depan pintu kamar, Joko mengenakan celananya dengan terbirit-birit, sampai tidak sadar bahwa ia mengenakannya secara terbalik.


West! Dak!


“Aaakr!” jerit Joko Tenang saat ada tenaga tanpa wujud yang menghantam, membuatnya kembali terlempar ke dinding. Masalahnya, tubuh Joko Tenang tidak jatuh lagi ke bawah, tetapi bertahan dengan leher yang terasa dicekik.


Joko Tenang yang tidak menginjak lantai, tertahan oleh cekikan tanpa wujud, membuat Joko Tenang mengejang. Sebelum ia mati, Joko Tenang memutuskan membela diri.


Sest! Fuf! Ting!


Dari dalam badan Joko Tenang melesat benda putih, langsung menyerang wanita cantik yang sudah menutupi kembali tubuhnya. Cukup dengan ludahan sinar merah kecil sekecil biji jeruk, Pedang Singa Suci terhenti di tengah jalan dan jatuh tergeletak di lantai, di antara daging pecahan mayat yang jatuh dari atas jurang.


Grrrraur!


Giliran sinar merah besar berwujud macan yang dikeluarkan oleh Joko untuk menghentikan wanita itu mencekiknya di dinding. Macan Penakluk berlari tiga lompatan lalu melompat jauh menerkam.


Fuf! Bress!


Wanita berdahi lebar itu kembali melesatkan sinar merah sekecil biji jeruk. Buyarlah Macan Penakluk saat terkena sinar itu.


Crak!

__ADS_1


Sekali menghentakkan tenaga, seluruh kuku tangan dan kaki si wanita berpatahan, sehingga ia kini tidak terlihat menyeramkan.


Sementara itu, Joko Tenang tetap menggantung di dinding dalam kondisi tercekik dan kaki tidak menginjak lantai. Mungkin tidak lama lagi ia akan kehabisan napas.


Zess zess zess…!


Grr grr grr…!


Tiba-tiba dari dalam tubuh Joko Tenang melesat bayangan sosok wanita cantik berambut emas. Wanita bernama Avabella itu langsung melesatkan sinar-sinar putih samar berbentuk kepala-kepala singa kecil. Setiap dilesatkan, sinar itu mengaum pelan bersuara singa.


Serangan tiba-tiba itu ternyata memaksa si wanita memasang perisai sinar merah besar berbentuk sebidang lingkaran.


Blar blar blar…!


Ledakan beruntun terjadi saat sinar-sinar kepala singa tersebut membetur bidang perisai sinar merah yang bernama Perisai Dewi Merah.


Namun, pengerahan ilmu perisai itu membuat serangan terhadap Joko Tenang putus, sehingga ia jatuh tergeletak dengan napas yang megap-megap, seolah nyaris kehabisan oksigen.


Sess!


Setelah berhasil menghalau serangan wanita asing bernama Avabella, wanita berpakaian hitam melesatkan lima sinar biru kecil, setelah ilmu perisainya lenyap.


Begitu cepat. Kelima sinar itu tidak bisa dihindari oleh Avabella. Sinar itu memang ilmu yang khusus mengincar lima titik, yaitu kepala, dua telapak tangan, dan dua kaki. Avabella terkena di lima titik tersebut, seolah ia bukan lagi sosok bayangan.


Bdak!


“Avabella!” sebut Joko Tenang terkejut dengan mulut penuh darah kental akibat lukanya.


“Tidak peduli kau manusia atau setan, ilmu Paku Lima Titik akan memasungmu!” seru wanita di atas batu. Kini dia telah berdiri dengan kejelitaannya yang penuh pesona keindahan. Rambutnya terurai sampai menyentuh lantai dasar jurang. Ia lalu membentak Joko pula, “Dan kau juga!”


Sess!


Lima sinar biru dari ilmu Paku Lima Titik kembali dilesatkan oleh tangan kanan si wanita, melesat cepat tanpa bisa dihindari oleh Joko yang sudah lemah.


Bdak!


Joko Tenang juga terlempar dan terpaku di dinding, di sebelah Avabella, tanpa menginjak lantai dengan tangan terentang.


Buk buk buk…!


Tiba-tiba Joko Tenang merasakan tubuhnya dipukuli berulang kali oleh tinju yang tidak terlihat. Namun, ia yakin, meski wanita di atas batu itu hanya menatap, tetapi ilmu kesaktiannya bekerja.

__ADS_1


“Hukrr!” Joko Tenang memekik tertahan berulang kali, seiring darah yang terus terlompat keluar melalui tenggorokannya. Sampai akhirnya kepala Joko Tenang terkulai lemah tanpa tenaga lagi.


“Joko Tenang!” sebut Avabella cemas. Namun sayang, ternyata dia tidak bisa menolong pula. Ia lalu menatap tajam kepada Pedang Singa Suci yang tergeletak di lantai. Tiba-tiba Pedang Singa Suci bersinar putih, tapi tidak menyilaukan.


Grr grr grr…!


Dari dalam pedang yang bersinar keluar sinar putih yang banyak, kemudian menjelma menjadi sosok-sosok singa betina bersinar. Jumlah singa-singa itu ada puluhan, sehingga nyaris memenuhi ruangan dasar jurang tersebut. Semua singa berdiri memasang sikap siap menerkam ke arah wanita berambut panjang.


Cukup terkejut wanita berpakaian hitam melihat kejadian itu.


Bakr!


Wanita berpakaian hitam menghentakkan kaki kanannya saat ia mengangkangkan kaki, membuat batu tempatnya berdiri retak.


Graurg graurg graurg…!


Lalu beramai-ramai para singa sinar putih berlari melompat menerkam dengan suara aumannya yang menyeramkan. Begitu ramai dan menyeramkan.


Wusss!


Wanita itu menghentakkan sepasang lengannya, menciptakan angin pukulan yang begitu dahsyat. Singa-singa yang melompat menerkam langsung terhempas balik, diterbangkan jauh menghantam dinding lalu lenyap musnah. Semua singa sinar putih, tanpa tersisa.


Sampah serpihan-serpihan mayat di lantai gua semuanya beterbangan tidak karuan menghantam dinding, tidak terkecuali menimpa tubuh Joko Tenang dan Avabella.


“Aaak…!” jerit Avabella panjang yang mengejutkan Joko Tenang.


“Avabella!” seru Joko Tenang dengan suara yang pelan. Kondisinya benar-benar lemah dan menahan sakit pula saat terkena langsung angin dahsyat itu.


Angin itu memberi rasa sangat perih menusuk hingga ke daging dan tulang.


Ketika angin dahsyat bernama Napas Murka itu berhenti, kembali tenang keadaan. Kini ruangan itu tampak bersih. Semua sampah mayat menumpuk di pinggiran, termasuk Pedang Singa Suci.


“Kau lelaki busuk yang telah menodaiku di saat aku tidak berdaya. Maka matilah kau!” teriak wanita berambut panjang murka.


“Hekr!” pekik Joko Tenang lagi saat kembali merasakan lehernya tercekik. Ia nyaris tidak bisa bernapas.


Zess!


Di tangan kanan wanita berambut panjang telah tergenggam sebuah tombak sinar berwarna biru seperti lampu neon.


“Matilah kau, Lelaki Busuk!” teriak wanita itu lalu melemparkan tombaknya kepada Joko Tenang di dinding.

__ADS_1


“Dewi Geger Jagad! Kau akan mati sementara! Dan ketika kau mati, kau akan bangun dalam kehinaan dalam kondisi sudah dinodai oleh lelaki yang tidak kau kenal!”


Tiba-tiba wanita itu terngiang oleh perkataan Dewa Kematian sebelum ia menutup mata di masa lalu. (RH)


__ADS_2