
*Maut di Tahta Baturaharja (Mata Batu)*
Langit mulai terlihat terang di sisi timur, sebentar lagi fajar akan menyingsing.
Siluman Pita harus benar-benar obral kesaktian dalam menghadapi gadis jelita yang tidak dikenalnya itu. Permainan pitanya jelas-jelas kalah telak oleh permainan cemeti Putri Sagiya.
Blets!
Ini harapan terakhirnya menggunakan senjata pitanya. Pita merahnya kini bersinar merah. Pita kuningnya bersinar kuning.
Melihat itu, Putri Sagiya menyatukan kembali kedua cemetinya. Talinya saling menjalin dengan sendirinya, kemudian menggulung mandiri. Cemeti pusaka itu kemudian disimpan.
Sleeets!
Siluman Pita melesatkan ujung kedua pitanya yang bersinar menyerang Putri Sagiya. Sang putri melesat cepat menyongsong, tetapi tidak menyongsong pita mautnya, melainkan tubuh sang putri melesat di atas bentangan pita. Sementara kedua tangan menyerang begitu cepat.
Siluman Pita terkejut melihat kemampuan dan kecepatan gerakan Putri Sagiya yang tidak terduga. Ia cepat mengelakkan kepalanya dari jangkauan tangan kanan sang putri, tetapi jari-jari tangan kiri justru mampu menyentuh wajah cantik Siluman Pita dengan lembut.
Siluman Pita terkejut bukan main. Hingga kedua gadis itu telah saling berhadapan kembali dalam kuda-kudanya, tidak terjadi sesuatu apa pun pada diri Siluman Pita. Segunduk tanda tanya jelas terpendam dalam dada Siluman Pita.
Tanpa Siluman Pita ketahui, pada wajahnya ada tanda hitam seperti arang, tetapi itu bukan arang. Itu adalah Tanda Cinta Menjelang Hilang, salah satu ilmu Putri Sagiya.
Sleeets!
Siluman Pita kembali mengandalkan serangan pita bersinarnya. Gesit bagi Putri Sagiya melompat menghindar bersalto di udara.
Lalu yang terjadi kemudian, ujung kedua pita bersinar itu berbalik sendiri melesat cepat ke arah Siluman Pita. Alangkah terkejutnya Siluman Pita, tanpa ada titah darinya, senjatanya menyerangnya sendiri. Terpaksa ia buru-buru mengelak. Ia langsung menatap tajam kepada Putri Sagiya yang hanya tersenyum.
“Hiaaat!” teriak Siluman Pita semakin gusar lalu berkelebat.
Ctas! Ctas!
Gerak serang pita merah dan kuning tampak lebih liar dan ganas, tetapi lagi-lagi Putri Sagiya masih meladeni dengan tangan kosong. Ia cukup menghindari lecutan-lecutan pita tersebut, yang kemudian justru menyerang balik Siluman Pita sendiri. Wanita itu dibuat pontang-panting menghindari serangannya sendiri.
Akhirnya, karena kesal dan tidak habis pikir, Siluman Pita membuang senjatanya begitu saja.
“Hihihi!” tawa Putri Sagiya melihat tingkah musuhnya.
“Apa yang kau lakukan sebenarnya, hah?!” sentak Siluman Pita.
“Apa yang aku lakukan?” Putri Sagiya justru balik bertanya.
“Hiaaat!” teriak Siluman Pita sambil menghentakkan sepasang lengannya ke atas dengan jari-jari mengepal.
Zerss!
__ADS_1
Tiba-tiba dua sinar hijau melesat cukup tinggi ke langit. Di atas, keduanya bersatu menjadi lebih besar, lalu jatuh menukik tajam ke bawah, tepatnya ke arah kepala Putri Sagiya.
Sang putri tampak tenang. Tidak terlihat ia berupaya untuk menghindar atau mengerahkan ilmu perisai. Putri Sagiya cukup mengipaskan tangan kanannya dari belakang ke depan ketika sinar hijau itu mendekatinya.
Zerss! Bless!
Ketika Putri Sagiya mengipaskan tangan kanannya, sinar hijau yang melesat jatuh tiba-tiba berbelok arah dan langsung menghantam tubuh Siluman Pita. Tubuh wanita berpakaian kuning itu bolong mengerikan, tetapi itu bukan sundal bolong.
Seperti itulah nasib orang yang sudah terkena ilmu Tanda Cinta Menjelang Hilang.
Nasib Siluman Pepet Cinta yang coba memilih lawan cantik, tidak lebih baik dari Siluman Pita.
“Ya Setan cantiknyaaa!” pekik Siluman Pepet Cinta genit memuji, sambil bergerak berani memepet posisi berdiri Permaisuri Yuo Kai.
Wuss!
Tiba-tiba muncul gulungan angin keras dari dalam tubuh Permaisuri Yuo Kai, menghempaskan pemuda berbaju pink itu hingga berguling-guling seperti batang bambu.
“Hiaat! Tarian Pemikat Betina!” teriak Siluman Pepet Cinta mulai emosi.
Sejenak ia melakukan gerakan-gerakan gemulai layaknya seorang penari wanita yang mahir. Lirikan matanya dan senyumnya kepada Permaisuri Yuo Kai yang jelita tampak begitu mesum.
Namun, tiba-tiba Siluman Pepet Cinta mendelik terkejut seiring gerakannya yang berhenti tiba-tiba.
Tlek!
Sepuluh ruas jari berkuku merah muda jatuh begitu saja seperti gugurnya jambu-jambu muda ke tanah, disusul oleh kucuran air merah dari bekas potongan yang begitu tajam.
“Aaak…!” jerit histeris Siluman Pepet Cinta yang baru merasakan sakit setelah beberasa saat. Ia meletakkan kesepuluh sisa jarinya di depan wajahnya. Ia benar-benar tidak bisa menerima kenyataan, kesepuluh jarinya buntung tanpa terlihat ada yang memotongnya.
Siluman Pepet Cinta baru saja merasakan kekejaman kecil dari ilmu Serat Sutra milik Permaisuri Yuo Kai.
“Tidak akan aku biarkan kau perlakukan aku yang tampan ini seperti i…!” teriak Siluman Pepet Cinta.
Bluk!
“Aaa…!”
Namun, teriakan pemuda tampan itu terputus berganti jeritan histeris.
Benang sutra milik Permaisuri Yuo Kai sebenarnya tidak begitu menyakitkan saat memotong putus lengan kanan Siluman Pepet Cinta, tetapi karena tersaji begitu jelas di depan mata anggota tubuh yang jatuh putus begitu saja, memberi pukulan mental yang begitu menyakitkan.
“Daripada melihatmu seperti itu, lebih baik aku akhiri!” kata Permaisuri Yuo Kai.
Set!
Permaisuri Yuo Kai tinggal menarik hentak telunjuknya. Maka selesailah Siluman Pepet Cinta yang tidak pernah merasakan bahwa di lehernya telah melillit satu benang sutra penentu. Kepala Siluman Pepet Cinta jatuh terpisah dari batang lehernya dan menggelinding sejenak.
__ADS_1
Sementara itu, wanita cantik yang bernama Siluman Gigi Biru harus menyambut pagi dengan kenahasan.
Siluman Gigi Biru menunjukkan kebrutalannya dalam menyerang Permaisrui Sandaria. Semua gaya pukulan dan semua gaya tendangan ia lancarkan kepada wanita mungil buta itu tanpa ada waktu jeda.
Siluman Gigi Biru memang hebat bisa melancarkan lebih dari seratus lima puluh serangan beruntun kepada Sandaria, dari segala arah, seolah ia tidak bernapas.
“Hihihi…!” Sandaria hanya tertawa-tawa ketika dengan tenangnya menangkis semua serangan itu menggunakan tongkat biru kecilnya.
Ketika berhenti, barulah Siluman Gigi Biru terengah-engah dalam keheranannya, sementara wanita jelita yang ingin dibunuhnya sedang kenyang menertawakannya. Barulah setelah berhenti, ia merasakan kedua tangan dan kakinya bengkak. Ada rasa nyeri yang berdenyut-denyut karena berulang kali dihantam oleh tongkat Sandaria.
“Apakah kau masih punya seribu serangan, Kakak Cantik? Hihihi!” tanya Sandaria.
“Ya, aku masih punya serangan yang bisa menjadikanmu jagung bakar!” bentak Siluman Gigi Biru.
“Tidak usah makan jagung bakar, Kakak Cantik. Lihatlah teman-temanmu, sebentar lagi akan habis. Menyerahlah. Terlalu sayang jika Kakak yang cantik harus mati untuk hal yang hanya membawa kehancuran!” seru Sandaria seraya tersenyum.
Siluman Gigi Biru sejenak melihat ke sekelilingnya. Ia mendelik melihat sahabatnya Siluman Pita telah terkapar dengan kondisi tubuh mengenaskan. Ia pun melihat keadaan Siluman Pepet Cinta yang sudah dipenggal.
Para prajurit yang tidak terhitung jumlahnya terkapar tidak bernyawa dan tidak berdaya.
Di sisi lain, Siluman Seribu Tampar terdesak hebat oleh Pangeran Kubur.
“Pilihan hidup dan mati ada di tangan, Kakak. Aku akan mengampuni Kakak Cantik jika mau menyerah,” bujuk Sandaria.
“Jika kau tidak mau membunuhnya, Permaisuri, biar aku tawarkan diri untuk memenggalnya,” kata Permaisuri Yuo Kai sambil menghampiri madu kecilnya.
“Hah! Permaisuri?” kejut Siluman Gigi Biru. Ia buru-buru turun bersujud kepada kedua wanita jelita itu. “Aku menyerah, Gusti Permaisuri!”
“Aaah!” pekik Sandaria tersenyum dengan lidah menjulur ke samping dan sedikit digigit, sambil menunjuk suka atas keputusan Siluman Gigi Biru. “Jika kau tidak mendendam, aku akan menjadikanmu pengawalku, sebab pengawal perempuanku sebentar lagi akan menikah.”
“Baik, Gusti Permaisuri!” ucap Siluman Gigi Biru.
“Jika demikian, ikat dirimu terlebih dulu sampai peperangan ini selesai!” perintah Sandaria.
“Baik, Gusti Permaisrui,” patuh Siluman Gigi Biru.
“Apakah tidak berisiko memungut pengawal dari kalangan musuh, Adik Sandaria?” tanya Permaisuri Yuo Kai.
“Hihihi!” tawa Sandaria. “Tidak perlu khawatir, kakakku yang cantik. Aku orang buta. Aku bisa merasakan jika dia memiliki niat jahat tersembunyi.”
Seperti bermain reka adegan, Siluman Gigi Biru yang memang berparas cantik, segera mencari tali dan mengikat dirinya sendiri. (RH)
*******
Alhamdulillah lebih baik, berkat doa para Readers tercinta 😍😍🙏🙏
__ADS_1