8 Dewi Bunga Sanggana

8 Dewi Bunga Sanggana
Perjaka 7: Pasukan Singa Gaib


__ADS_3

*Pendekar Raja Kawin (Perjaka)*


 


“Seraaang!” teriak Pasukan Jin bersamaan sambil berlari maju menyerang ke arah dinding benteng.


Sess! Sess! Sess!


Blar blar blar!


Petra Kelana mendahului menyerang Pasukan Jin dengan melesatkan beberapa sinar putih dari atas benteng.


Namun, Petra Kelana harus terkejut, sebab serangannya tidak bisa menyentuh fisik para prajurit jin itu. Fisik mereka seperti hologram.


Zezz! Zezz! Zezz…!


Sementara itu, dari asap hitam Sri Rahayu melesat petir-petir yang sangat cepat, menyetrum makhluk berkulit merah satu demi satu. Seperti sebelumnya, serangan petir itu bisa mengenai sosok-sosok bertanduk. Mereka tumbang dengan tubuh terpanggang semakin merah dan kehitaman, bahkan berasap.


“Kenapa seranganku tidak berguna dan Permaisuri bisa?” tanya Petra Kelana kepada Joko Tenang.


“Karena istriku bisa masuk ke alam gaib,” jawab Joko Tenang, membuat Petra Kelana manggut-manggut.


“Berarti hanya bisa menonton,” kata Petra Kelana.


“Berarti aku bisa,” ucap Pendekar Tanpa Nyawa, lalu ia melompat turun ke tengah-tengah Pasukan Jin.


Seketika itu juga, Pendekar Tanpa Nyawa langsung menjadi target keroyokan para prajurit jin berkulit merah. Ternyata wanita sakti itu bisa menyentuh para prajurit tersebut. Sebagai seorang paling sakti di antara tokoh golongan hitam, Pendekar Tanpa Nyawa mampu dengan mudah membunuh makhluk-makhluk itu.


Kemampuan Pendekar Tanpa Nyawa menyentuh Pasukan Jin, membuktikan bahwa ia akrab dengan dunia gaib.


Bruss! Beng!


Melihat Sri Rahayu bisa membunuhi prajuritnya dengan leluasa, Jin Gurba yang melayang di udara luar benteng melesatkan cembungan sinar merah kepada Sri Rahayu di atas sana.


Namun, serangan sinar merah itu tertahan oleh dinding gaib, yaitu Dinding Tanpa Wujud.


Sementara itu, tahu-tahu Joko Tenang sudah memegang Pedang Singa Suci.

__ADS_1


Para pendekar yang ada di sekitar Joko Tenang mendadak terkejut, terutama Sri Rahayu, saat mereka melihat sesosok bayangan wanita cantik jelita berambut pirang keluar dari dalam tubuh Joko.


Sosok yang adalah Avabella itu, keluar dari tubuh Joko dan bergerak melayang. Ia berbalik dan tersenyum manis kepada Joko. Selain, Dewi Ara, semuanya belum pernah melihat penampakan Avabella. Sedangkan para istri hanya tahu bahwa ada wanita menghuni Pedang Singa Suci di dalam tubuh suami mereka.


Setelah mendapat senyum balasan dari tuannya, Avabella lalu melayang turun menghadang laju Pasukan Jin.


Melihat hal itu, Jin Gurba cukup terkejut. Dan lebih terkejut lagi ketika melihat kemunculan singa-singa dari dalam dinding benteng.


Graur! Graur! Graur…!


Singa betina dan jantan bermunculan dengan berlari, jumlah mereka ratusan yang langsung menyerang Pasukan Jin. Pasukan Singa Gaib itu melewati Avabella yang memegang kendali.


Kemunculan Pasukan Singa Gaib jelas mengejutkan semuanya. Mereka tidak menyangka jika Joko Tenang memiliki kekuatan wanita gaib dan pasukan binatang gaib.


Ternyata binatang-binatang buas pasukan Avabella itu bisa melukai hingga membunuh para prajurit jin kulit merah. Namun, para binatang itu juga bisa dimusnahkan oleh pedang para prajurit tersebut.


Peperangan hebat terjadi di bawah sana antara Pasukan Jin dan Pasukan Singa Gaib. Avabella juga turun tangan dalam membunuhi para prajurit jin. Ia melesatkan bayangan-bayangan kepala singa kecil dari telapak tangannya. Prajurit jin yang terkena jadi hancur musnah seperti terbakar habis.


Melihat Pasukan Jin musuh sudah ada yang menghadapi, maka Joko Tenang memutuskan masuk ke alam gaib. Perpindahan alam itu diketahui oleh Jin Gurba, karena dia bisa melihat perbedaannya. Ia hanya bisa mendelik. Ia tidak menyangka jika suami keturunannya itu memiliki kesaktian beraneka ragam seperti rujak petis.


Akhirnya, orang lain melihat Jin Gurba bertarung seorang diri dengan melesatkan serangan ilmu kesaktian ke arah mana saja. Para tokoh sakti lainnya hanya bisa menduga bahwa Jin Gurba saat itu sedang melawan Joko Tenang.


Satu bola api besar melesat cepat seperti mobil Formula1. Joko Tenang tidak tanggung-tanggung, ia pun langsung menghajar bola api itu dengan ilmu Surya Langit Jagad.


Sinar hijau menyilaukan mata langsung menghantam bola api di tengan jarak, menciptakan ledakan dua tenaga sakti yang dahsyat. Benteng Istana terasa bergetar. Para pendekar di atas benteng pun terdorong setindak.


Mereka melihat sosok Jin Gurba terlempar deras dan jatuh terpantul-pantul di tanah kering. Ia cepat bangkit berdiri dengan mulut berdarah. Bisanya ia bangkit setelah beradu dengan ilmu Surya Langit Jagad, menunjukkan Jin Gurba memang kuat.


Adapun Joko Tenang, ia terjengkang jatuh dari atas benteng ke dalam benteng, tetapi ia tidak mengalami luka, kecuali sesak di dada.


“Kakang Prabu!” sebut Sri Rahayu cemas. Ia bisa melihat keberadaan suaminya.


Sementara itu, Pasukan Jin menipis dengan cepat menghadapi Avabella dengan pasukan singanya dan Pendekar Tanpa Nyawa.


Bagi Pendekar Tanpa Nyawa, pertarungan itu sangat istimewa, sebab lawannya bukan manusia.


Zezz! Zezz! Zezz…!

__ADS_1


Ctar ctar ctar…!


Sri Rahayu bergerak terbang ke atas Jin Gurba. Ia menghujani Jin Gurba dengan tembakan-tembakan petir. Namun, semua serangan itu tertangkis oleh tenaga perisai warna hijau yang menyelimuti sekitar tubuh Jin Gurba. Makhluk berkulit putih itu aman.


Bang bang bang…!


Tiba-tiba tubuh Jin Gurba terguncang-guncang dalam berdirinya. Pada perisai hijaunya bermunculan sekilas jejak-jejak kaki kucing seiring terdengarnya suara hantaman yang kuat. Hantaman tenaga hebat itu yang mebuat Jin Gurba terguncang-guncang sambil termundur sedikit demi sedikit.


Ternyata hantaman beruntun Pukulan Tapak Kucing dari Joko hanya bisa mengguncangkan Jin Gurba.


Buomm!


Begitu cepat Joko Tenang melesat, tahu-tahu ia sudah sampai di depan Jin Gurba dan menghantamnya dengan Tinju Dewa Hijau. Ilmu perisai Jin Gurba musnah. Jin Gurba sendiri terlempar jauh ke belakang dengan mulut menyemburkan darah.


Suorzz!


Selanjutnya Joko Tenang menghentakkan kedua lengannya, melesatkan sinar hijau besar yang melesat begitu cepat. Ketika sinar itu melesat mengejar tubuh Jin Gurba, tanah yang ada di bawahnya tergerus dalam dan lebar. Seumpama jet tempur terbang begitu rendah di atas permukaan air tenang.


Bluarr!


Begitu cepatnya sinar hijau dari ilmu Dewi Bunga Tujuh itu, membuat tubuh Jin Gurba terkejar dan terhantam. Ledakan dan kehancuran dahsyat terjadi begitu hebat, seperti ledakan bom atom skala kecil. Tempat itu hingga Istana terguncang sekali. Itu ledakan yang begitu hebat.


Setelah ledakan, para prajuri jin yang tinggal belasan orang, memilih melarikan diri. Mereka tahu bahwa Jin Gurba telah hancur.


Para tokoh sakti hanya bisa geleng-geleng mendapati hasil pertempuran itu. Mereka hanya bisa melihat Jin Gurba dihakimi tanpa terlihat siapa eksekutornya.


Sebentar kemudian, Joko Tenang muncul di bawah sana. Ia sudah keluar dari alam gaib.


Sementara pasukan singa juga melenyapkan diri karena lawannya sudah tidak ada. Avabella melangkah mendatangi Joko Tenang dengan tersenyum.


“Joko Tenang!” sebut Avabella dengan aksen bule yang kaku.


Joko Tenang tersenyum manis kepada wanita yang suka hadir di dalam mimpinya itu.


“Terima kasih, Avabella,” ucap Joko Tenang.


Avabella terus berjalan dan mencium bibir Joko Tenang di depan publik. Sri Rahayu mendelik melihat hal itu. Sambil mencium Joko Tenang, Avabella memasukkan dirinya ke dalam tubuh pemuda itu.

__ADS_1


Maka usai sudah pertempuran singkat tersebut.


“Anakku memang luar biasa. Tidak hanya wanita manusia yang mencintainya, tetapi juga wanita dedemit ikut mencintainya,” komentar Anjas bangga. (RH)


__ADS_2