
Juan Mahardika bertindak tegas dengan membawa berita gosip itu ke ranah hukum. Hari itu juga pengacara langsung melaporkan Sherly Crash pada kepolisian yang ada di Australia. Orang yang yang memberitakan pertama kali ke media sosial juga di perkarakan oleh Juan Mahardika.
Yang awalnya tidak ada berita negatif diacara resepsi saat itu, karena memang tidak dipermasalahkan oleh keluarga Mahardika. Mabuk dalam acara resepsi termasuk biasa bagi masyarakat di sana.
Setelah secara resmi di laporkan ke kantor polisi, ada banyak sekali saksi yang memposting peristiwa itu. Mereka sebagian besar mengambil gambar saat wanita model wajah dewasa itu masuk ke acara resepsi sudah dalam keadaan mabuk. Sebagian besar membela keluarga Mahardika dalam peristiwa itu.
Di rumah sakit, Sherly Crash saat ini sudah melahirkan bayi perempuan dengan operasi caesar. Ada banyak wartawan yang ingin mewawancarai sang model dan menunggu di depan rumah sakit. Setiap pengunjung yang pulang mengunjungi artis itu selalu dimintai keterangan oleh wartawan.
Tidak ada yang memberikan informasi yang jelas dari keluarga Sherly Crash. Semua dibiarkan simpang siur dan tidak ada yang menjawab pertanyaan wartawan. Dari pihak kepolisian setempat juga belum memberikan keterangan resmi, masih dalam penyelidikan.
Hari ini adalah acara resepsi yang diadakan di mall milik Papi Alfarizi. Undangan dimulai pukul sebelas siang sampai pukul enam sore. Dengan menggunakan adat sunda pergelaran resepsi berlangsung dengan lancar.
Satu lantai mall yang sangat luas di sulap menjadi tempat resepsi yang super mewah. Perpaduan warna merah dan gold adalah tema resepsi hari ini. Pelaminan yang dihias dengan bunga segar ditambah tulisan inisial nama El dan JM menghiasi pelaminan dengan tulisan warna gold.
Cathering dengan berbagai menu dihidangkan dengan mewah. Perpaduan masakan jawa, sunda dan internasional tersaji sangat lezat. Ada juga hidangan arab dalam satu gerai stand yaitu nasi briyani dan roti maryam.
Keluarga dari Ngawi tidak banyak yang hadir, hanya pasangan Bude Marmi dan Pakde Sarto bersama putra, menantu dan cucu saja yang datang. Mereka sudah datang satu minggu yang lalu sebelum acara dimulai. Memanfaatkan waktu untuk berwisata di Jakarta dan sekitarnya.
Saat acara di Australia ada Sherly Crash yang membuat keonaran. Tanpa diduga di acara kali ini datang tanpa diundang Dokter Yohan Charnett. Hanya bedanya laki-laki itu tidak mabuk, tetapi terlihat kusut dan wajah kusam.
Dengan berjalan gontai Dokter Yohan Charnett masuk langsung menuju pelaminan. Tidak ikut menikmati hidangan yang sudah disediakan. Wajah datar tanpa tersenyum berjalan tegak tidak memperdulikan sebagian orang yang memperhatikan.
"Akak, lihatlah yang datang itu," bisik Elfa di telinga Juan Mahardika.
"Berani masuk kandang macan dokter gila itu," jawab Juan Mahardika sambil mengeratkan gigi.
__ADS_1
"Sabar, Kak. Dilihat dulu apa yang akan dilakukan nanti."
"Iya, Sayang."
Ada banyak security disiagakan oleh Asisten Julio dan Asisten Surya. Mereka hanya mengawasi dari kejauhan tanpa mendekati dokter itu. Namun, baru sampai tangga Dokter Yohan Charnett berbalik badan dan berjalan mendekati rombongan band yang sedang menghibur para tamu.
Dokter itu langsung berbisik kepada pembawa acara. Meminta mikrofon satu dan duduk di kursi tinggi yang kebetulan ada di tengah panggung. Ditambah pembawa acara memberikan gitar akustis pada dokter urologi itu.
Tangan Dokter Yohan Charnett langsung memetik gitar dengan nada sendu. Lagu lama milik Guy Sebastian langsung mengalun merdu mendayu. Lagu yang berjudul Battle Scars sangat mewakili hati Dokter Yohan Charnett yang tidak bisa move on dari Elfa.
Bernyanyi dengan sepenuh hati dan sesekali melihat Elfa yang tersenyum kepada tamu yang mengucapkan selamat. Seolah suasana hati berbanding terbalik antara mempelai dan penyanyi saat ini. Yang di pelaminan berbahagia dan penyanyinya sedang merana.
Juan Mahardika selalu menatap tajam pada dokter yang sedang berada di atas panggung. Hati tidak rela melihat dokter itu berkali-kali memandang wajah istri tercinta. Terkadang disengaja menunjukkan kemesraan di depan laki-laki itu mengatakan bahwa Elfa hanya miliknya seorang.
Rena dan Kris sedang duduk bersama Asisten Dwi Saputra berbincang saat dokter itu bernyanyi. Mengawasi juga dokter itu dengan harap-harap cemas. Untung Rena dan Kris sudah diceritakan oleh Elfa beberapa waktu lalu tentang kisah perebutan dua laki-laki yang mencintai satu wanita.
Pertama, dokter itu mengulurkan tangan bersalaman pada Papi Alfarizi. Membalas lipat tangan di dada oleh Mami Mitha. Melanjutkan mendekati Juan Mahardika.
Dokter Charnett mengulurkan tangan sambil tersenyum seolah mengejek. Disambut uluran tangan Juan Mahardika dan langsung ditarik dalam pelukan, "Aku akan tetap menunggu sampai kamu meninggalkan El," bisik Doter Yohan Charnett di telinga Juan Mahardika.
"Coba saja kamu berani mengganggu istriku, tidak cuma badan kamu yang babak belur, keluarga kamu akan aku hancurkan!" ancam Juan Mahardika.
"Aku tidak takut," jawab Dokter Yohan Charnett.
Juan Mahardika langsung mendorong badan laki-laki yang belum bisa move on itu dengan kasar. Mengurangi emosi dengan mengusap lengan Elfa dengan lembut. Bergegas tangan Elfa dilipat di dada sebelum dokter itu mengulurkan tangan.
__ADS_1
Dokter Yohan Charnett mengurungkan untuk bersalaman dengan Elfa. Hanya tersenyum saja dan bergegas turun dari panggung. Keluar dari area resepsi melalui pintu samping tanpa kata.
Security mengawasi dokter itu berjalan menuju parkir. Masuk dan naik mobil miliknya yang terparkir paling belakang. Meninggalkan tempat parkiran dan keluar area mall dengan kecepatan tinggi.
Satu jam, dua jam acara resepsi tanpa ada kendala yang berarti. Tamu datang silih berganti, mulai rekan bisnis sampai pejabat. Teman juga datang untuk memberikan selamat pada pasangan pengantin baru.
Waktu sudah hampir mendekati akhir acara, Elfa duduk bertiga dengan Rena dan Kris. Juan Mahardika sedang mendengarkan laporan Asisten Dwi Saputra di meja lainnya. Elfa berbincang membahas tentang ternyata pacar Rena adalah asisten pribadi suami Elfa.
"Mengapa El tidak cerita dari dulu?" tanya Rena penasaran.
"El sengaja untuk kejutan," jawab Elfa sekenanya karena dulu tidak menyangka jodohnya adalah orang yang telah merenggut masa lalu.
"Selamat untuk kalian, semoga setelah ini Rey menusul," doa Kris untuk Rena dan Elfa.
"Aamiin."
"Rey ambil minum sebentar ya haus banget."
"Kris juga pingin makan Es krim, El mau diambilkan apa?"
"Es krim atau buah juga boleh."
"Baik, El tunggu di sini sebentar ya," pamit Rena.
Baru di tinggal oleh dua sahabat beberapa langkah, tiba-tiba ada laki-laki yang mendekati Elfa, "El aku ingin bicara sebentar!"
__ADS_1
"Eeee, ngapain ada di sini lagi?"