
Pengacara Dokter Yohan Carnett kembali bercerita. Hampir sepuluh bulan terakhir waktu Dokter Yohan Charnett didedikasikan untuk mengobati pasien terutama yang ada di dalam lapas. Tanpa meminta bayaran dan selalu menolak jika di bayar.
Tidak mengenal waktu dan dan tempat, kapan pun diperlukan untuk membantu dokter langsung dilakukan. Walau dengan pengawalan ketat polisi tidak pernah mempermasalahkan. Yang terpenting baginya bisa membantu orang yang membutuhkan keahliannya.
Karena jasanya, kepala sipir mengusulkan setelah satu tahun mendekam di sel jeruji besi. Untuk bisa menjalani tahanan kota sisa satu tahun hukuman. Dengan tujuan agar lebih mudah melakukan tugas membantu tim dokter operasi atau mengobati pasien.
Awalnya banyak yang curiga dan menduga ada udang dibalik batu. Ada tujuan tertentu saat laki-laki itu membantu tim dokter. Namun, lama-kelamaan banyak yang mengakui dedikasi yang dilakukan tanpa pamrih.
Selama di sel tahanan, dokter urologi itu jarang berbincang. Lebih banyak diam dan tidak berkomunikasi dengan siapapun kecuali tentang pekerjaan. Lebih banyak menyendiri dan tidak pernah bergabung dengan napi yang lain.
Hanya satu yang masih menjadi misteri dari dokter urologi mantan suami Kris. Dulu saat menikah dengan Kris, laki-laki itu belum sempat mengubah identitasnya berpindah keyakianan. Dalam kartu identitas masih tetap keyakinan seperti awal sebelum menikah.
Sampai sekarang ini, tidak ada yang tahu apa keyakinan dia. Tidak pernah terlihat melakukan ibadah di tempat umum. Tidak pernah juga mengikuti kegiatan yang menyangkut hal tentang hari besar keyakinan apapun.
__ADS_1
"Akan di tempatkan di mana saat dokter itu menjadi tahanan kota?" tanya Asisten Dwi Saputra setelah Pengacara Dokter Yohan Carnett selesai bercerita.
"Kami belum tahu, kabar terakhir kemarin akan tinggal di rumah kepala sipir atau salah satu dokter yang sering bekerja sama."
Setelah tidak mendapatkan keterangan tentang Kris, pengacara itu berpamitan pulang. Hanya berpesan jika mendapatkan kabar dari mantan istri kliennya, untuk segera menghubungi. Hanya sayangnya, pengacara itu tidak mengatakan tujuan untuk bertemu dengan Kris.
"Apakah Anda percaya dengan apa yang dilakukan dokter itu tulus, Tuan?" tanya Asisten Dwi Saputra.
Juan Mahardika menggeleng sambil mengerutkan keningnya. Mengenal laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu belum lama. Namun, sangat mengenal tipe dan watak serta tabiat dia.
"Tidak percaya sedikit pun, apakah Dwi percaya?"
"Saya juga tidak percaya, Tuan. Justru saya mencurigai ada tujuan lebih besar dari yang dilakukan dulu."
__ADS_1
"Masih ada waktu dua bulan untuk mengawasi dan menganalisa tujuan dari dokter gila itu, jangan sampai lengah lagi harus kalian awasi lebih ketat!" perintah Juan Mahardika dengan tegas.
"Siap, Tuan."
Setelah Asisten Dwi Saputra dan pengacara berpamitan pulang. Juan Mahardika bercerita tentang Dokter Yohan Carnett kepada Elfa. Juan Mahardika tidur dipangkuan Elfa yang baru saja memberikan ASI kepada twins baby.
"Sayang coba bujuk Kris untuk menikah dengan Henry saja, jadi nanti jika dokter itu bikin ulah Kris sudah ada yang melindungi!"
"Kalau itu tidak perlu dibujuk, Akak. Kalau mendengar dari cerita Kris, sepertinya Kris mulai bisa menerima seutuhnya Hendry. Hanya sayangnya Henry belum satu keyakinan dengan kita sampai sekarang."
"Apakah Henry masih ragu?"
BERSAMBUNG
__ADS_1
Yok mampir di novel teman yang rekomen banget ini di novel toon juga lo