
Elfa berkali-kali harus menyakinkan Mami Mitha jika saat ini tidak ada hubungan apapun dengan Juan Mahardika. Walau sikap Juan Mahardika menunjukkan rasa cinta. Namun, laki-laki itu belum pernah menyatakan cinta secara resmi.
Alasan tidak ingin berhubungan dengan laki-laki yang sudah bertunangan. Kemungkinan berbeda keyakinan juga menjadi pertimbangan Elfa untuk tidak berhubungan dengan Juan Mahardika. Apalagi mengetahui masa lalu laki-laki yang dulu pernah merenggut kehormatan itu sangat terkenal casasnova.
Mami Mitha menunjukkan bukti jika Juan Mahardika mencintai putri kesayangan. Elfa tetap bersikukuh mengaku tidak berhubungan. Hanya sekedar kenal, dan jarang bertemu langsung.
"Mengapa Mami lebih percaya berita daripada putri sendiri, laki-laki itu selalu buat El kesal, dia juga tidak pernah menyatakan cinta sama El. Selalu mengatur begini dan begitu?" Elfa mengerucutkan bibir karena terus ditanya Mami Mitha.
"Ooo berarti El sudah tahu kalau sebenarnya dia suka sama El?"
"Entahlah, sudah jangan dibahas lagi. El mau makan aja lapar."
Dengan tersenyum Mami Mitha mengambil box nasi opor ayam masakan Teteh Rania, "Mau disuapin atau makan sendiri?"
"Mau dong disuapin?"
"Sini Mami suapin, sebentar lagi mungkin Mami sudah tidak bisa lagi."
'Dari kemarin El jarang makan sendiri.' Sayangnya El hanya menjawab di dalam hati.
"Nanti kalau El sudah rumah tangga, jangan manja ya!" Suapan pertama Mami Mitha.
"El mau tinggal sama Mami saja selamanya."
"Tidak bisa dong, Nak. Anak gadis itu kalau sudah dewasa menikah harus ikut suaminya." Suapan kedua langsung masuk mulut.
"Mami jangan bahas itu terus!"
"El yakin tidak mencintai CEO tampan itu?" Suapan selanjutnya sambil berusaha menginterogasi Elfa.
"Mami ...!" Elfa cemberut kesal karena terus saja Mami Mitha membahas pemilik perusahaan MAHARDIKA CORP.
Mami Mitha hanya tersenyum sambil menyuapi Elfa. Teringat dulu saat Papi Alfarizi berjuang jatuh bangun untuk bisa bersatu. Tidak mudah meyakinkan karena sudah pernah terluka.
"El pingin menikah umur berapa, Mami dulu baru selesai SMK sudah dinikahkan?"
"Jaman dulu dan sekarang beda dong, Mi. El tidak ada target, tetapi kalau suruh menikah sekarang El belum siap."
Mami Mitha teringat tentang rencana awal agar Elfa memimpin rumah sakit. Rencana itu akan dibatalkan setelah ada kejadian dua laki-laki yang merebutan Elfa. Terutama Alfian Alfarizi sangat mengkhawatirkan nama baik adiknya.
"Ya sudah, Mami mau membicarakan tentang rumah sakit Aljuzeka."
__ADS_1
"El tidak berminat lagi memimpin rumah sakit ini."
"Kenapa?"
"Mami, Papi dan Abang Al sudah ingkar janji."
"Mami lebih setuju El menikah saja sekarang."
"Eee mengapa Mami jadi membahas itu lagi sih?"
"Ya karena sudah ada yang suka sama El."
"Mami, stop. El mau tidur!"
Malam ini Mami Mitha dan Elfa tidur berdua di ruang rawat inap VVIP. Papi Alfarizi harus ke Bekasi untuk meeting bersama klien. Pagi ini akan kembali ke Bogor karena akan ada meeting di rumah sakit.
Pukul sepuluh pagi, Papi Alfarizi, Alfian dan didampingi dua asisiten pribadi. Sudah siap di ruang meeting, hanya tinggal menunggu para anggota yang lain datang. Sengaja datang lebih awal karena mempersiapkan rencana dibatalkan Elfa memimpin rumah sakit.
Tanpa diduga datang Juan Mahardika tanpa didampingi Asisten Dwi Saputra dan pengawal. Dengan percaya diri membawa buket bunga mawar putih. Di resepsionis langsung bertanya dan ingin bertemu dengan pimpinan rumah sakit.
Dari apartemen menuju rumah sakit Aljuzeka Bogor sudah bertekad bulat akan berjuang dengan seizin keluarga. Akan bertemu pujaan hati setelah meminta izin langsung dengan ayah dan abang. Tidak ingin mendekati Elfa secara diam-diam setelah peristiwa kemarin.
Juan Mahardika langsung menuju ruang meeting dan mengetuk pintu, "Assalamualaikum."
Papi Alfarizi ikut berdiri dan menahan Alfian, "Abang, duduk!"
"Abang tidak ingin El jelek namanya karena laki-laki itu, ingat dia sudah tunangan, Pi!"
"Saya sudah tidak bertunangan lagi, Bang. Kalau tidak percaya silahkan cari beritanya di media sosial. Tuan Alfarizi, terus-terang saya ke sini meminta izin ingin bertemu dengan putri Anda."
"Silahkan duduk, Tuan Juan!" perintah Papi Alfarizi.
"Terima kasih, tolong jangan panggil saya tuan. Panggil saja Juan!"
Bersamaan para anggota meeting masuk, Papi Alfarizi mengajak Juan Mahardika ke luar. "Kita bicara di luar saja!"
"Baik."
Papi Alfarizi berjalan mendahului Juan Mahardika ke luar ruang meeting. Tidak menyangka laki-laki patner bisnis dalam beberapa bulan ini tidak jera setelah dihajar oleh Alfian Alfarizi, "Apa tujuan kamu menemui El?" tanya Papi Alfarizi dengan tegas.
"Juan terus terang ingin mengetahui keadaan El, Juan juga ingin bicara pribadi dengan dia, tetapi minta didampingi oleh keluarga."
__ADS_1
"Silahkan saja, ada maminya sedang bersama El."
"Terima kasih atas kesempatannya."
Papi Alfarizi mengantar Juan Mahardika masuk ruang rawat inap. Ada Mami Mitha dan Elfa sedang bercanda dan berbincang. Mami Mitha masih penasaran tentang sesuatu yang ada di hati Elfa.
"Assalamualaikum!" ucap Papi Alfarizi dan Juan Mahardika bersamaan.
"Walaikum salam." Elfa dan Mami Mitha menjawab salam bersamaan.
"Ngapain ke sini?" tanya Elfa dengan jutek.
Juan Mahardika tersenyum tidak menjawab pertanyaan Elfa. Lebih memilih mendekat Mami Mitha terlebih dahulu untuk minta restu. Akan mencari dukungan sebanyak mungkin pada keluarga sebelum bisa menahlukkan hati Elfa.
"Selamat Pagi, Assalamualaikum Nyonya Mitha," kata Juan Mahardika meraih dan mencium punggung tangannya.
"Walaikum salam, silahkan duduk!"
"Terima kasih."
"Papi tidak jadi meeting?" tanya Mami Mitha kepada suaminya.
"Iya, ini Papi mau kembali ke ruang meeting lagi."
Setelah Papi Alfarizi berpamitan kembali ke ruang meeting. Juan Mahardika mendekati Mami Mitha sebelum mendekati Elfa, "Juan izin berbincang sebentar dengan putri Anda, Nyonya. Eee maaf boleh Juan panggil Mami?"
"Tidak!" teriak Elfa.
"Silahkan saja," jawab Mami Mitha dengan suara lembut.
"Terima kasih, Mami. Mohon jangan pergi, Juan izin berbincang dengan putri Mami yang cantik dan baik hati. Ini bunga untuk El!" buket bunga disodorkan pada Elfa.
"Terima kasih," jawab Elfa dengan datar.
"Akak minta maaf karena membuat El mendapat kesulitan karena soal kemarin, Akak tidak bermaksud mencemarkan nama baik El tentang pertunangan itu," kata Juan Mahardika duduk di kursi samping brankar tempat tidur.
"Apa hubungannya pertunangan dengan El?"
"Akak sudah tidak ada hubungan dengan Sherly Crush, kami sudah memutuskan pertunangan dengan baik-baik karena memang tidak ada kecocokan."
"Tidak perlu bercerita tentang itu pada El karena tidak ada hubungan semua itu pada El."
__ADS_1
"Ada dong, El. Dihadapan Mami, Akak JM berterus-terang suka dan cinta sama El. Akak ingin serius menjalin hubungan dengan El."