Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 199. VC


__ADS_3

Dengan terpaksa Juan Maharika menghubungi security yang menjaga gerbang rumah. Meminta melihat ke kamar twins baby untuk melihat keadaan mereka. Ada rasa khawatir yang berlebihan karena baru pertama kali meninggalkan buah hati tercinta.


Tidak ada security yang berani masuk kamar twins baby walau kamar tidak di kunci. Sekarang waktu masih masuk di pertiga malam terakhir. Tidak mungkin security masuk kamar disamping takut menggangu, akan tidak sopan jika ada nyonya rumah juga ada di kamar twins baby.


Dengan terpaksa security meminta Bibi Suti untuk masuk kamar twins baby. Hanya Bibi Suti yang paling akrab dengan Elfa karena dialah yang selalu menemani Elfa saat kuliah S2 di Australia dulu. Terpaksa harus membangunkan sebagian pembantu agar bisa mencari informasi yang ditanyakan majikannya.


Security bercerita kepada tuannya yang ada di Australia setelah Bibi Suti keluar dari kamar twins baby. Elfa sedang terlelap di kamar bersama twins baby di kamar utama. Sedangkan Nany Sofia tertidur sendiri di tempat tidur kamar twins baby dekat boks bayi.


Juan Mahardika mengerutkan keningnya setelah security selesai bercerita, "Tumben tidak bergadang sampai subuh," monolog Juan Mahardika sendiri.


Juan Mahardika hanya mengirim pesan WA ke ponsel Elfa. Bercerita baru mau mulai meeting dan meminta didoakan semua lancar tanpa kendala. Menulis juga jika sangat merindukan walau baru saja berpisah.


Saat meeting, ponsel Juan Mahardika dan Asisten Dwi Saputra dimatikan. Gantian setelah Elfa bangun waktu subuh, Juan Mahardika yang tidak bisa dihubungi. Sampai siang hari tetap saja ponsel mati berarti masih meeting, sehingga lost contack sampai meeting selesai.


Pukul tiga sore waktu Aistralia meeting baru selesai. Juan Mahardika hanya sempat berbincang dengan Daddy Hans Mahardika sebentar tanpa mampir ke rumah sendiri ataupun rumah Mommy Vera, dan langsung kembali ke Jakarta.

__ADS_1


Dalam perjalanan menuju bandara, VC dengan istri tercinta, "Hai, Sayang. Maaf dari pagi tidak ada kesempatan untuk bisa berbincang," kata Juan Mahardika sambil menunjukkan wajah lelah seharian bekerja.


"Tidak apa-apa, Akak. El tahu kok."


"Alhamdulillah, istri Akak pengertian baget sama seperti ...!"


"Eeee stop jangan dilanjutkan!" Elfa langsung memotong ucapan suaminya.


Juan Mahardika tergelak sambil melirik Asisten Dwi Saputra dan sopir yang ada di depan, "Maaf, mana baby Zi dan baby Za, Akak pingin lihat wajah mereka!"


Elfa mengarahkan kamera pada wajah twins baby yang sedang menggerakkan kepala kanan dan kiri. Mulutnya terlihat terbuka mencari ASI favorit. Terkadang ada suara planet yang ke luar dari bibir mungil bayi bule.


Dua bayi itu mendengar suara dari ponsel semakin menoleh mencari sesuatu. Suara semakin keras dan terkadang menjerit. Seperti sudah mulai mengenal ayah kandungnya yang mengajak berbincang.


"Daddy di sini, Nak!" ponsel Elfa berada di atas tengah antara baby Zi dan baby Za.

__ADS_1


Dua bayi bule itu langsung menangis bersahutan hanya mendengar suara, tetapi tidak ada orangnya, "Akak, cepat pulang!"


"Iya, Sayang ini dalam perjalanan menuju bandara."


Ponsel diletakkan di samping twins baby. Elfa sibuk berbincang dan bercerita jika daddy sedang bekerja mencari nafkah. Namun, dua bayi bule itu terus menangis bersahutan.


"Ya sudah, El mau memberikan ASI dulu!"


"Tidak usah dimatikan ponselnya, Sayang. Akak masih kangen sama mereka!"


"Tetapi jangan melihat yang lain nanti pingin!"


"Eeee ...!"


BERSAMBUNG

__ADS_1


yok mampir di novel teman yangvrekomen ini di noveltoon juga.



__ADS_2