
Saat Asisten Dwi Saputra berteriak, bertepatan Elfa dan Raffa berdiri dan berjalan ke kasir. Sehingga Elfa tidak memperhatikan laki-laki yang berteriak. Mereka berjalan menuju kasir untuk membayar menu makan yang baru saja di pesan.
Sampai di kasir saat Elfa akan membayar ada anak laki-laki yang sedang menjajakan peuyeum khas Bandung, "Teteh, Aa. beli peuyeum?"
Elfa langsung berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan anak laki-laki itu, "Berapa satu bungkus, Dik?"
"Sepuluh ribu, Teh. mau beli berapa?"
"Ada berapa bungkus?"
"Ini baru laku tiga, masih sisa tujuh belas bungkus lagi." Anak laki-laki membuka keranjang yang dipegang.
Elfa mengambil dua lembar uang yang berwarna merah bergambar Soekarno dan Mohammad Hatta, "Ini Kakak beli semua dan tidak usah dikembalikan sisanya."
"Terima kasih, Teh. Alhamdulillah!" teriak anak laki-laki itu dengan mata berbinar.
"Kamu sudah makan belum?" tanya Elfa lagi.
"Belum."
"Kalau mau makan duduklah, Kakak belikan!"
"Tetapi ...?" Anak laki-laki itu garu-ragu ingin mengatakan sesuatu.
Elfa langsung bisa menebak pikiran anak laki-laki yang ada di depannya. Kemungkinan memilih dibungkus agar bisa di makan di rumah. Bisa menikmati makan enak bersama seluruh keluarga.
"Atau mau dibungkus?" tanya Elfa dengan cepat.
Anak laki-laki itu mengangguk ragu sambil tersenyum malu. Tidak berani mengutarakan maksud hati. Wajahnya terlihat bahagia melihat menu lauk nasi padang yang sangat lezat.
"Di rumah kamu ada berapa orang?" tanya Elfa lagi.
"Ibu, nenek dan adik."
__ADS_1
"Bang, tolong dibungkus empat ya. Ini uangnya!"
"Siap empat bungkus, dengan lauk apa?"
"Rendang daging saja."
"Terima kasih banyak, Teh. Semoga rezeki Teteh bertambah banyak." Anak laki-laki itu langsung mencium punggung tangan Elfa.
"Aamiin."
Elfa dan Raffa langsung keluar restoran padang setelah selesai membayar ke kasir. Peuyeum diambil Raffa dan dipegang di tangan kanan dan kiri. Sambil keluar restoran peuyeum itu dibagikan kepada tukang ojek, tukang parkir dan orang yang melintas.
Asisten Dwi Saputra kembali mengambil vedio Elfa saat di kasir dan menolong anak kecil. Membagikan peuyeum di luar restoran juga diambil vedio. Langsung dikirim kembali ke ponsel Juan Mahardika.
"Tidak perlu ke sini, Tuan. Nona El dan berondong itu sudah pulang." Asisten Dwi Saputra menulis pesan WA setelah selesai mengirim vedio.
Juan Mahardika langsung memerintahkan kepada Asisten Dwi Saputra untuk mengikuti Elfa. Untung meeting sudah selesai sesaat Elfa dan pemuda itu masuk restoran. Sehingga Asisten Dwi Saputra bergegas membayar ke kasir dan mengikuti mobil Elfa dari belakang.
Mobil Elfa masuk ke halaman rumah Alfian Alfarizi setelah dibukakan pintu gerbang oleh security. Masuk rumah menyapa Rania dan keluarga yang lain. Berpamitan masuk kamar untuk beristirahat setelah perjalanan jauh.
Hipnoterapy yang dulu dilakukan ternyata berfungsi dengan baik. Itu disimpulkan karena dua kali pertemuan laki-laki itu selalu bertanya tentang hal yang sama. Seharusnya setelah bertemu pusaka itu bisa beraksi lagi seperti semula.
Elfa terus berpikir dan mengulang pertanyaan Juan Mahardika saat bertemu. Seharusnya sejak pertemuan pertama di kantor Papi Alfarizi, pusaka itu sudah normal kembali. Sampai sekarang sudah lebih dari dua bulan, tetapi Juan Mahardika masih bertanya, mungkinkah pusaka itu masih tetap mati suri.
Elfa terus termenung, biasanya ilmu yang di miliki untuk memberikan motivasi kepada pasien yang depresi. Baru pertama laki menyalahgunakan untuk hal yang berbeda. Saat itu dilakukan dengan spontan karena sakit hati merenggut kehormatan yang berharga.
"Coba aku cari tahu berita tentang laki-laki brengsek itu, apakah masih sering merayu wanita?" tanya Elfa sendiri sambil membuka laptop.
Di media sosial tidak banyak berita tentang sepak terjang Juan Mahardika. Yang ada hanya berita tentang perselingkuhan Sherly Crash dengan model Indonesia bernama Brian Prayoga. Hanya sayangnya berita itu cuma opini sepihak saja tanpa konfirmasi langsung dari pihak Juan Mahardika ataupun Sherly Crash.
"Berita ini hanya isu atau betul sih?" monolog Elfa sendiri membaca banyak sekali berita tantang perselingkuhan dan simpati untuk laki-laki yang dikhianati.
Elfa menghadiri acara ulang tahun Arshiya hanya sampai tiup lilin saja. Setelah tengah hari, Elfa berangkat ke villa. Ingin mengunjungi dua sahabat sekaligus pimpinan pejuang gadis.
__ADS_1
Malam hari berencana akan membuat surprise dua sahabat. Hanya sayangnya baru melangkah beberapa meter dari villa, Elfa yang di buat kaget. Saat lewat warung kopi Elfa melihat Rena sedang duduk berdua saling berhadapan dengan Asisten Dwi Saputra.
Elfa langsung berbalik badan berjalan kembali ke Villa. Niat awal ingin memberikan kejutan dengan datang berjalan kaki. Namun, diurungkan untuk datang karena melihat Rena dan Asisten Dwi Saputra terlihat sangat akrab.
Kemballi masuk kamar dan merebahkan diri, Elfa menghubungi Krisnawati Prayuda. Bertanya posisi dua sahabat yang lama tidak ditemui. Pura-pura tidak mengetahui posisi mereka, terutama posisi Rena.
Krisna mengatakan saat ini sedang berada di markas bersama pejuang gadis yang lain. Menceritakan saat ini Rena sedang berkencan dengan calon gebetan. Rena sudah kenal satu tahun setengah yang lalu, tetapi sampai saat ini belum jelas statusnya.
Elfa memerintahkan Krisna untuk datang ke villa milik Papi Alfarizi sendirian. Bercerita baru saja tiba di villa belum sempat berkunjung ke markas. Ingin segera bertemu karena sangat merindukan dua sahabat.
"El, Kris kangen banget!" teriak Krisna setelah tiba di villa.
"El juga sangat merindukan Kris, Rey dan anggota yang lain." Keduanya berpelukan dengan erat.
Setelah berbincang tentang banyak hal, terutama tentang kelompok pejuang gadis. Tentang kemajuan masyarakat yang mulai berubah, banyak gadis yang diselamatkan dan bersekolah minimal SMA. Elfa mulai bertanya tentang Rena dengan asisten pribadi laki-laki yang selama ini ingin dihindari.
"Jadi Rey sekarang ini sudah punya pasangan?" tanya Elfa.
"Mereka belum berstatus resmi, El. Hanya teman tetapi mesra aja."
Rey sudah lama mengenal TTM itu?"
"Satu setengah tahun yang lalu, kalau Kris lihat sih dua-duanya saling suka."
"Mengapa belum ada kejelasan?"
"Rey yang tidak percaya diri untuk berpacaran dengan Aa Dwi."
"Mengapa tidak percaya diri?"
"El tahu masa lalu Rey, 'kan? dua kali dia pernah dinikahkan sirri oleh ayaahnya."
Elfa mengangguk dan sangat memahami yang dirasakan Rena. Sama persis yang dipikirkan saat ini karena ulah si casanova itu. Sekarang pun masih insecure dengan lawan jenis karena mengingat keadaan diri, "Berarti sama dong El juga," jawab Elfa tanpa sadar.
__ADS_1
"Apa maksud El?"