Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 175. Cerita Wanita Tangguh


__ADS_3

Juan Mahardika mengerutkan keningnya melihat foto pemilik kedai. Seorang wanita yang memakai baju kebaya jawa khas Jogjakarta. Wanita yang umurnya lebih tua sepuluh tahun.


"Kalau tidak salah dia istri dari Manager Jio yang namanya Fitria."


"Manager Jio itu karyawan Akak?"


"Iya, tetapi sudah di pecat oleh Asisten Dwi."


"Mengapa di pecat?"


Dalam perjalanan Juan Mahardika bercerita Manager Jio adalah salah satu teman yang sering diajak Juan Mahardika saat dulu masih berpetualang cinta. Laki-laki yang umurnya lebih tua lima belas tahun itu sering mencari teman kencan sesaat. Hanya bedanya Juan Maharika saat itu masih bujangan sedangkan Manager Jio sudah memiliki istri.


Gaya hidup Manager Jio yang seperti Juan Mahardika membuat dia habis-habisan harta bendanya habis untuk bersenang-senang dengan wanita. Dengan terpaksa harus korupsi di perusahaan untuk bisa bersenang-senang.


Waktu itu istri Manager Jio yang notabene asli Jogjakarta menyalahkan Juan Mahardika karena suaminya selalu mengikuti berpetualang cinta. Jarang mengurus istri dan anak-anak. Padahal setiap berpetualang beda selera hanya satu tempat club malam saja.


Yang membuat Juan Maharika tidak bisa lupa dengan mantan karyawan itu saat Fitria datang membawa surat kuasa pengambilan gaji suami sebelum di pecat. Sang istri mengatakan rekening bank milik suami sedang terblokir. Meminta gaji di tranfer ke rekaning istri.


Ternyata Manager Jio sudah tidak pulang selama tiga hari dan tinggal di rumah selingkuhan saat Fitria ke kantor. Gaji manager yang fantastis cukup untuk membuat modal usaha. Hanya sayangnya saat itu Juan Mahardika tidak mengetahui usaha dari Fitria.


Yang Juan Mahardika tahu, setelah peristiwa itu Manager Jio dipecat dari perusahaan. Fitria menggugat cerai dan dua buah hati ikut ibunya. Sampai sekarang tidak tahu bagaimana nasib Manager Jio kini.


"Akak tega banget sih mengajak orang jadi sesat," kata Elfa setelah selesai bercerita.


"Dulu mana tahu tentang tega tidak tega, Sayang. Yang penting bersenang-senang."


"Benar juga ya, dulu Akak sesat."


"Sekarang sudah tidak, bagaimana kita lanjut ke kedai itu milik Fitria?"


"Iya, El penasaran ingin bertemu ibu yang pintar mengakali suami yang selingkuh itu!"

__ADS_1


"Dulu Akak pernah mendengar Manager Jio ditendang dari rumah oleh Fitria karena tanah dan rumah milik mereka sudah diatas namakan kedua buah hati sebelum resmi bercerai."


Elfa tergelak mendengar cerita itu, wanita seharusnya seperti itu, tangguh dan bertindak tepat jika laki-laki berselingkuh di luar rumah, "El setuju sekali, El sangat suka dengan wanita tangguh seperti itu. Kalau jadi El sebelum di tendang enaknya di kebiri dulu biar kapok!"


"Waduh!" Juan Mahardika langsung memegang pusaka bumerang.


"Makanya Akak jangan sekali-kali berselingkuh ya, kalau tidak ingin El kebiri!"


"Tidak dong, Sayang. Akak cinta mati sama El, mana bisa Akak beraksi sama wanita lain, sampai sekarang mantra ajaib El selalu di otak Akak."


Elfa nyengir kuda bertepatan Juan Mahardika menghentikan mobilnya diparkiran kedai mie godok yang terlihat besar. Terlihat rumah berbentuk rumah Joglo dengan ornamen kayu jati yang terlihat penuh misteri. Warna asli kayu jati dan pantulan cahaya lampu terlihat rumah asli milik orang jawa.


Ada wanita anggung berlari menyambut Elfa dan Juan Mahardika dengan tersenyum, "Selamat Malam, Tuan Juan dan Nyonya Elfa."


"Selamat malam, Anda mengenal kami?" tanya Elfa penasaran.


"Tentu saja, Nyonya. Anda dan Tuan Juan adalah idola saya, saat tadi admin menghubungi dan menceritakan ada yang ngidam dan melihatkan profil nya adalah Tuan Juan saya langsung menyetujui."


"Mengapa langsung menyetujui?" tanya Elfa sambil berjalan menuju kedai.


"Jadi mantan suami Anda tidak tahu tentang uang pesangon itu?" tanya Elfa lagi.


"Tidak, uang itu saya buat untuk modal kedai ini dan berkembang sampai saat ini."


"Ayo silakan masuk, Nyonya!"


"Terima kasih," jawab Juan Mahardika.


"Saya yang berterima kasih karena pesangon itu saya bisa mandiri dan membiayai hidup anak-anak dan maaf dulu saya pernah berperasangka buruk pada Anda."


"Tidak apa-apa, semua sudah berlalu."

__ADS_1


"Sebentar akan saya siapkan mie godog untuk And berdua, mohon di tunggu!"


Mie godog Jogja adalah mie yang sangat lezat walau bumbunya sederhana. Kaldu yang berasal dari ayam kampung yang membuat mie godog ini sangat istimewa. Ditambah telur yang di kocok, irisan kobis dan bawang prey serta daun sop. Ditambah potongan tipis bakso dan suwiran ayam kampung serta bawang goreng.


Kuah yang putih pekat dari terur kocok sangat menggoyang lidah. Apalagi ditambah potongan cabai rawit hijau semakin menambah sensasi raya yang sangat istimewa. Ada pedas gurih dari kaldu hangat langsung membuat perut menjadi hangat.


"Waaah sangat istimewa, El sangat menyukainya." Berkali-kali Elfa menyeruput kuah kaldu yang sangat gurih.


Juan Mahardika hanya melihat Elfa yang sangat lahap makan menu mie godog sambil melihat area kedai. Rumah sekaligus dijadikan tempat usaha dengan ornamen auntentik khas jawa. Masih ada foto Manager Jio yang menggantung di dinding dekat kasir.


"Akak ayo di makan!"


"Akak masih bingung, katanya sudah bercerai mengapa foto Manager Jio masih menempel di dinding?"


Wanita anggun nan lembut itu datang dengan membawa minuman jeruk hangat, "Walau bagaimanapun juga laki-laki itu maih tetap papanya anak-anak, Tuan. Saya tetap memperkenalkan itu karena dalam kenyataan ada mantan istri tetapi tidak ada mantan anak atau mantan ayah."


Elfa mengangguk setuju, dalam kehidupan terkadang anak-anak akan menjadi korban keegoisan orang tua saat bercerai. Ada yang berebut hak asuh anak atau perebutan gono-gini. Tidak banyak orang tua yang menyadari pentingnya peran kedua orang tua.


Elfa jadi teringat masa kecil abang tercinta saat masih belum bertemu Papi Alfarizi. Tumbuh tanpa seorang ayah membuat Alfian Alfarizi sangat merindukan sosok papi tercinta. Berjuang bersama Mami Mitha dan Nenek Ani dari tidak punya apa-apa sampai sukses dan bertemu Papi Alfarizi.


"Di mana sekarang Manager Jio, Bu?" tanya Juan Mahardika.


"Sekarang dia menjadi manager sebuah bengkel yang ada di pinggir kota."


"Apakah dia sudah menikah lagi?"


"Saya tidak tahu, Tuan. Semenjak berpisah saya tidak pernah membicarakan tentang masalah pribadi."


"Dia masih memberikan nafkah kepada anak-anak Anda?"


"Masih, setiap bulan sekali anak-anak bertemu dengan papanya."

__ADS_1


Sedang asyik berbincang, admin kedai yang tadi ikut datang berteriak dari parkiran. "Nyonya Fitria, tolong!"


"Ada yang berteriak di luar, siapa itu?" tanya Elfa.


__ADS_2