
Akiqah baby Zi dan baby Za dilakukan dengan tiga waktu yang berbeda. Pada pukul sepuluh pagi dilakukan doa memberian nama oleh ustad kondang dan disaksikan oleh keluarga saja. Ada banyak kado yang diberikan keluarga, bahkan Alfian Alfarizi memberikan kado hampir satu mobil box untuk keponakan tercinta.
Setelah Zuhur acara kedua secara bertahap dan bergantian memanggil anak yatim piatu dengan memberikan amplop dan nasi kotak. Mereka berasal dari satu wilayah tempat tinggal Juan Mahardika. Setiap satu yayasan diberikan waktu tiga puluh menit untuk menerima amplop, nasi kotak serta mendoakan baby Zi dan baby Za.
Sampai menjelang senja hari seluruh anak yatim undangan sudah mendapatkan amplop. Berjalan dengan tertip, tidak terjadi penumpukan dan tidak ada yang tertinggal satu pun. Kerja keras Asisten Dwi Saputra yang mengatur kedatangan para tamu anak yatim sangat tepat.
Pada malam harinya, fakir miskin dan manula juga mendapatkan amplop sebagai rasa syukur Juan Mahardika dan Elfa. Namun, hanya di wakilkan oleh ketua RT masing-masing. Bertujuan agar tidak terjadi penumpukan penerima bantuan.
Rasa syukur yang dirasakan Juan Mahardikka dan Elfa sangatlah besar. Berbanding lurus dengan pembagian rezeki yang diberikan hari ini. Tidak hanya ratusan yang mendapatkan rezeki, tetapi ribuan yang mendapatkan keberkahan.
Seluruh karyawan Alfarizi dan Mahardika Corp baik yang di dalam negeri atau luar negeri juga mendapatkan bonus hari ini. Uvoria kebahagiaan dan doa keselamatan dan kesehatan mengalir deras kepada twins baby.
Tepat di pukul sembilan malam semua rangkaian acara selesai. Elfa duduk meluruskan kaki beristirahat di kamar. Walau hanya menemui tamu keluarga dan sebagian anak yatim piatu saja, kaki terasa capek dan pegal.
"Apa perlu Akak terapi kaki El?"
__ADS_1
"Tidak usah, nanti Nany Sofia saja. Kalau yang terapi Akak, nanti pusaka bumerang Akak bangun dan minta jatah."
"Insyaallah aman, Sayang. Walau minta pun Akak sudah tahu triknya."
Elfa mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari Juan Mahardika, "Trik apa maksud Akak?"
"Tadi El mendapat tips dari Abang Al cara aman beraksi saat istri nifas."
"Tips dan trik seperti apa itu, Akak?"
"Nanti Akak langsung praktek saja."
"Mengapa tidak cerita dulu. Akak. El penasaran seperti apa trik dan tips nya?"
"Biarkan El dan pembaca penasaran, kembali saja membaca cerita Abang Al!"
__ADS_1
"Akak yang aneh."
Pintu penghubung dengan twins baby di ketuk dari luar. Ada Nany Sofia yang akan memberikan terapi pijit untuk Elfa, "Silakan masuk, Nany. Tidak dikunci!" teriak Elfa.
Tidak hanya kaki yang diterapi oleh Nany Sofia, seluruh badan rasanya remuk redam paska melahirkan kemarin. Mulai dari kaki ke atas sampai pinggung, punggung dan leherserta kepala langsung rileks dan merasa nyaman dan sangat enteng.
Saat sedang terapi, Elfa polos tanpa benang kecuali masih memakai celana segita. Hanya ditutup dengan kain sarung saat Elfa diterapi. Juan Mahardika terdiam sambil menatap Elfa dengan pandangan mata yang berbinar.
Setelah satu setengah jam berlalu dan terapi selesai. Nany Sofia ke kamar twins baby untuk melihat mereka. Elfa turun dari tempat tidur dengan melilitkan kain sarung di badan ingin menuju kamar mandi.
Juan Mahardika langsung memeluk Elfa dari belakang. Dengan sengaja menggosokkan pusaka bumerang pada badan Elfa dibawah pinggul. Elfa kaget dan langsung berteriak, "Akak!"
BERSAMBUNG
jangan lupa mampir yok di novel teman yang rekomen ini
__ADS_1