Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 128. Misteri Kris


__ADS_3

Dalam keadaan gelap, baru bangun tidur, walau memiliki kemampuan bela diri yang mumpuni. Krsinawati tidak bisa menghindar dua balok kayu yang menyerangnya. Dua laki-laki itu menyerang dengan membabi-buta tanpa jeda.


Krisnawati terkena balok kayu mulai dari kaki, perut, punggung bahkan sampai kepala. Hanya bisa menghindar sebisanya karena keadaan gelap Mau berteriak sekeras apapun tidak terdengar jelas karena kemungkinan pintu kamar di tutup. Dan kamar yang dihias untuk kamar pengantin menambah seolah kamar kedap suara.


Dengan mundur dan berdiri dasbord tempat tidur bisa mengecoh sejenak dua laki-laki yang menyerang, "Di mana wanita itu?" tanya salah satu Laki-laki.


"Cepat pukul terus dia belum keluar dari sini!" perintah Laki-laki satu lagi.


"Tidak ada, gue hanya memukul tempat tidur dan angin."


Krisnawati hanya bisa menahan napas dan mendengar percakapan mereka. Memperkirakan dua laki-laki itu berdiri di sebelah kanan dan kiri tempat tidur. Dan mencoba menyusun strategi agar bisa lolos dan ke luar dari kamar.


"Cepat cari, kalau tidak berhasil kita tidak mendapatkan upah dari bos itu!"


Dua laki-laki itu kembali memukul tempat tidur dengan ngawur. Memukul guling, bantal dan kasur berkali-laki. Hanya sayangnya tidak mengenai sasaran.


Sambil melompat Krisnawati melebarkan kaki menendang kanan dan kiri bergantian sambil melayang, "Hyaaaat!"


Laki-laki yang ada sebelah kanan tepat terkena mulut dan hidung. Laki-laki yang ada di sebelah kiri Tepat terkena burung yang ada di sela dua kaki. Kedua laki-laki itu teriak kesakitan bersamaan.


"Brengkek, gigi gue lepas!"


"Aau aduh, kantong menyan gue ngilu!"


Dengan nyengir kuda, Krisnawati lompat dari tempat tidur dan berlari menuju pintu. Tangan sambil meraba dan mencari hendel pintu karena tidak terlihat sama sekali. Bergegas dan membuka pintu setelah mendapatkan hal yang dicari.


Krisnawati langsung berlari tanpa melihat jalan. Tidak menyangka ada banyak anggota pejuang gadis yang tidur di depan pintu. Ruang keluarga dan ruang tamu dipenuhi anggota pejuang gadis yang tertidur pulas.


Banyak dari mereka yang terinjak kaki, tangan bahkan ada yang hampir terinjak perutnya. Teriakan karena kaget dan kesakitan bersahutan. "Aduuuuh!"


"Tanganku ...!"

__ADS_1


"Kakiku sakit, siapa ini?"


"Mati lampukah?"


"Ada apa ini?"


Teriakan dan pertanyaan dari anggota pejuang gadis membuat wanita mantan kekasih Jonny Evans itu semakin panik, "Sorry guys, ada maling masuk kamar!"


"Maling, di mana, KaK Kris?" tanya salah satu anggota pejuang gadis.


Ada teriakan dan jeritan lagi lebih banyak dan lebih keras. Kemungkinan dua laki-laki yang tadi menyerang ikut ke luar dan berlari menginjak para pejuang gadis yang terlelap. Mereka yang kaget dan terbangun sebagian besar langsung terduduk.


"Cepat siapa saja yang memegang ponsel, buka ponsel dan nyalakan senter!" perintah Krisnawati sambil menahan sakit.


Bersamaan lampu senter ponsel milik salah satu pejuang gadis menyala. Dua laki-laki yang tadi memukuli Krisnawati berlari menuju pintu rumah belakang. Terdengar pintu terbuka dengan keras tanpa di tutup kembali.


Semua anggota pejuang gadis berlari mengejar dua laki-laki yang menghilang dibalik kegelapan. Tidak ada yang bisa mengejar laki-laki itu karena memang keadaan gelap gulita. Lebih memilih kembali ingin mengetahui keadaan Krisnawati.


Ada juga yang mengirim foto keadaan Krisnawati walau dalam penerangan yang terbatas. Di kirim kepada Rena yang kebetulan sedang online dengan Elfa setelah selesai bersujud di sepertiga malam. Dari Rena langsung diteruskan kepada Elfa ditambah tulisan, "Rena OTW berlari menuju rumah."


Elfa langsung melempar ponsel ke samping Juan Mahardika yang juga sedang chatting dengan asisteennya, "Akak baca sendiri di ponsel El, maaf El mau ke sana dengan berlari menyusul Rey!" teriak Elfa membuka pintu sambil berlari.


"Sayang, tunggu Akak!" percuma teriakan itu sudah tidak didengar oleh Elfa.


Pemegang sabuk hitam dalam bela diri terkenal di Indonesia itu berlari bak panah melesat yang terlepas dari busurnya. Dalam waktu sekejap Juan Mahardika sudah tidak melihat bayangan Elfa. Hanya bisa mengirim pesan kepada Asisten Dwi Saputra untuk segera bertindak.


Jarak antara villa dengan rumah Rena tidak terlalu jauh. Berlari dengan kekuatan penuh masih bisa menyusul Rena yang sudah berlari duluan, "Ayo Rey, cepat!" teriak Elfa bisa menyusul dan mendahului Rena.


Pintu sudah terbuka, ada suara berisik anggota pejuang gadis yang bingung dan khawatir. Melihat Krisnawati yang sedang diobati oleh Asih dan Yuni. Elfa dan Rena langsung masuk dan melihat keadaan sahabatnya.


"Apakah kalian tahu siapa orang yang melukai Kris?" tanya Rena.

__ADS_1


"Tidak tahu, Kak. Keadaan mati lampu, wajah mereka tidak terlihat," jawab Asih.


"Apakah ada yang mencari mereka sekarang?" tanya Elfa.


"Ada, Kak. Dua laki-laki anak buah suami Kak Rena mengejar mereka sekarang."


Yang datang ke rumah Rena bukan hanya Juan Mahardika dan Asisten Dwi Saputra. Ada Alfian Alfarizi, Asisten Julio dan Asisten Surya. Langsung bertindak dengan mencari informasi dengan melihat CCTV yang ada di daerah rumah Rena.


Sangat sulit mencari informasi karena dalam keadaan mati listrik. Dengan otomatis CCTV yang dipasang di sebagian rumah warga juga mati. Hanya bisa mengengetahui ciri-ciri penyusup yang datang ke rumah Rena dari keterangan Krisnawati.


Krissnawati bercerita seperti kejadian yang baru saja dialami. Terutama dua laki-laki itu yang menyebut bos dalam percakapan mereka. Ada orang yang memerintahkan dibalik penyerangan itu.


"Selain Jonny, kamu punya musuh lain?" tanya Asisten Julio.


"Tidak, Asisten Julio. Kris tidak memiliki musuh satu pun."


"Apakah ini ada hubungannya dengan Jonny?" tanya Juan Mahardika.


"Apakah itu mungkin, Akak. Jonny sekarang ada di penjara beserta semua anak buahnya?" tanya Elfa.


"Semua tetap ada kemungkinan, Sayang. Mungkin dia membayar orang."


Saat itu juga mereka membahas kemungkinan yang terjadi. Yang dicurigai dari kemarin persoalan tentang Dokter Yohan Charnett. Seharusnya yang diincar adalah Elfa dan Juan mahardika.


Tidak ada hubungan sama sekali dengan Krisnawati atau dua pengantin yang baru saja menikah. Masih menjadi pertanyaan besar bagi mereka karena yang di serang adalah kamar pengantin. Ada kemungkinan juga jika penyerangan terjadi karena menyangkut pejuang gadis.


Sampai subuh berkumandang, mereka kembali ke villa masing-masing. Termasuk Elfa dan Juan Mahardika yang kembali ke villa Mami Mitha dan Papi Alfarizi.


Elfa termenung memikirkan tentang misteri dari penyerangan pada Krisnawati. Semakin hari misteri tentang sahabat yang belum menikah itu semakin membuat Elfa khawatir. Elfa kaget saat ada notifikasi pesan WA masuk pada ponselnya, "El, Kris pamit mau ke luar kota, mungkin lebih dari dua bulan lamanya, tolong pamitkan pada Rey!"


"Ada apa sebenarnya dengan mu, Kris?" monolog elfa sendiri.

__ADS_1


__ADS_2