Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 49. Jadian Rena dan Dwi


__ADS_3

Rena langsung berdiri melihat ada laki-laki yang selama ini di tunggu tanpa kabar. Berharap datang dan menghubungi hanya sayangnya tidak terjadi. Setelah ikhlas dan tidak berharap lagi orangnya muncul tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


"Aa Dwi ...?" Rena melirik sekilas Wajah Angga Putra yang terlihat kecewa.


"Siapa dia, Rena?" tanya Asisten Dwi Saputra.


"Ooo perkenalkan yang ini Krisnawati, dan mereka kakak sepupu Krisnawati yang baru datang dari Bandung."


"Hai semua, perkenalkan namaku Dwi!" Asisten Dwi Saputra melambaikan tangan.


"Hai Aa Dwi, salam kenal." Hanya Krisnawati saja yang menjawab sapaan Asisten Dwi Saputra.


Dua laki-laki hanya memandang Asisten Dwi Saputra dengan pandangan mata yang tajam. Sangat terlihat sangat tidak suka karena terganggu acara sarapan bersama. Terutama wajah Angga Putra yang terlihat kaget saat melihat Rena bingung.


"Aa ada perlu dengan Rena?"


"Iya apakah kita bisa bicara berdua?" tanya Asisten Dwi Saputra.


"Bisa," jawab Rena. Namun, bersamaan Angga Putra menjawab dengan suara ketus, "Tidak!"


"Maaf Aa Angga, Rena permisi dulu!"


"Tetapi, Re ...?" Angga Putra tidak melanjutkan ucapannya setelah Krisnawati memberikan kode dengan menggelengkan kepala.


Rena keluar kedai diikuti Asisten Dwi Saputra sambil tersenyum. Melirik Angga Putra yang terlihat kecewa. Bisa menebak bahwa laki-laki itu menyukai Rena.


"Rena selingkuh dari Aa?" tanya Asisten Dwi Saputra setelah berjalan sejajar dengan Rena.


"Selingkuh?"


"Rena menjalin hubungan dengan laki-laki yang mengusap bibir Rena tadi?"


Rena terdiam tanpa menjawab pertanyaan Asisten Dwi Saputra. Sudah lama menghilang tanpa kabar. Ditunggu hari demi hari sampai lelah. Kini datang tiba-tiba menuduh berselingkuh padahal status juga menggantung.


"Apa kita punya hubungan, Aa?" jawab Rena dengan ketus.


"Rena, Aa ...?" Asisten Dwi Saputra terdiam dan tidak melanjutkan ucapannya.


"Mengapa Aa diam, tidak salah dong seandainya Rena memiliki hubungan dengan orang lain. Walau seandainya lo ya?" tegas Rena dengan suara tegas.


"Maaf, terus-terang Aa cemburu melihat adegan tadi. Aa ke sini ingin mengatakan sesuatu, apakah bisa berhenti sebentar?"


Rena menghentikan langkahnya, "Mengapa Aa cemburu, toh kita tidak ada hubungan spesial?"

__ADS_1


"Aa sangat mencintai Rena. Aa awalnya memang kecewa, tetapi hati Aa tidak bisa dipungkiri selalu terbayang dan selalu ingin bertemu Rena."


Rena terdiam mengerutkan keningnya masih ragu dan merasa sakit hati. Sudah hampir satu bulan tanpa memberikan kabar berita. Menggantung begitu saja tanpa menghubungi dan tanpa kepastian.


"Apakah Rena tidak salah dengar, Rena takut Aa akan menyesal nantinya berhubungan dengan gadis seperti Rena?"


"Rena, please tolong jangan bicara seperti itu, Aa memang terlambat menyadari perasaan ini. Aa baru pertama kali jatuh cinta disamping itu satu bulan ini pekerjaan Aa sangat banyak."


"Apakah mengirim pesan WA saja juga tidak sempat?"


"Bukan tidak sempat, Aa masih ...!"


"Berarti bisa Rena simpulkan Aa memang kurang tulus mencintai Rena, Aa tidak bisa menerima Rena apa adanya."


"Aa bisa menerima Rena, tetapi membutuhkan waktu yang lama untuk memikirkan semua itu."


"Kalau Aa ragu, jangan dipaksakan, Aa. Rena menyadari kok kalau Rena wanita yang sudah tidak memiliki hal yang berharga."


"Mengapa Rena ngomong begitu, apa karena ada laki-laki yang menyukai Rena tadi?"


Rena menghembuskan napas dengan kasar, teringat dengan Angga Putra. Duda beranak satu itu hampir satu bulan ini berusaha dekat dan sering merayu. Selalu ingin menghindar, tetapi selalu mengajak Krisnawati untuk bertemu.


Sudah berpesan kepada Krisnawati, tetapi tetap saja Angga Putra ingin berteman. Ingin dekat dan terus-terang menunjukkan rasa suka. Angga Putra mengetahui status dengan Asisten Dwi Saputra dari Krisnawati sehingga sampai sekarang masih berusaha.


"Ooo laki-laki itu bernama Angga, apakah dia juga sudah menyatakan cinta sama Rena?"


"Cukup, Aa, Jangan alihkan pembicaraan dengan orang lain. Rena tidak ada hubungan dengan Aa Angga!"


Asisten Dwi Saputra memandang lekat tatapan mata Rena. Masih ada rasa cinta yang terpancar di matanya. Hanya sayangnya gadis itu terlihat kecewa karena baru bisa datang setelah sekian lama tanpa kabar.


"Maafkan, Aa. Rena. Aa sangat mencintai Rena."


"Kemarin ada teman yang menasihati Rena, cinta akan menerima segala kekurangan dan kelebihan kita, jika tidak bisa berarti hanya obsesi semata."


"Obsesi, apa maksud Rena?"


"Rena takut Aa hanya merasa kasihan sama Rena karena masa lalu Rena yang kelam."


Asisten Dwi Saputra terdiam sesaat mendengar perkataan Rena. Kemarin ada tersirat pikiran seperti itu waktu pulang dari pertemuan terakhir. Namun, seiring berjalannya waktu merenung baru mulai menyadari cinta terus tumbuh dalam hati tanpa memperdulikan masa lalu.


"Kalau masih ragu, mengapa menemui Rena?" tanya Rena mengagetkan Asisten Dwi Saputra dalam lamunannya.


Langkah mereka sampai kedai kopi terakhir mereka bertemu, "Kita duduk di kedai sebentar yok sambil ngopi!"

__ADS_1


"Iya ayo!"


Setelah duduk saling berhadapan, Rena memandang lekat wajah Asisten Dwi Saputra. Wajahnya terlihat pucat dan kusam tidak terawat. Bisa disimpulkan memang benar aspri itu bekerja keras tanpa henti.


"Apa perlu Rena tambah waktu lagi untuk berpikir?" tanya Rena setelah mereka duduk berhadapan.


Asisten Dwi Saputra menarik kedua tangan Rena yang kebetulan diletakkan di atas meja, "Tidak perlu, Ren. Aa sudah yakin sekarang. Aa sangat mencintai Rena."


"Aa yakin, bukan karena ada Aa Angga tadi?"


Dengan tersenyum dan menggelengkan kepala, Asisten Dwi Saputra mencium punggung tangan Rena, "Aa sangat mencintai Rena. Aa tidak perduli masa lalu Rena dulu, yang Aa pikirkan adalah masa depan kita. Kalau masalah Angga, mungkin itu salah satu yang menyadarkan Aa jika Rena itu sangat istimewa."


"Istimewa apa maksudnya, Aa?"


"Karena baru Aa tinggal sebentar saja, Rena sudah mau ada yang merebut."


"Jadi bagaimana?"


"Mulai sekarang kita resmi jadian, dalam waktu dekat setelah urusan Tuan Juan selesai dengan gadis itu kita menikah."


"Eee jangan buru-buru dong, Aa!"


"Tidak buru-buru, mungkin urusan Tuan Juan akan memakan waktu yang lama."


"Apakah tentang tunangan Tuan Juan yang selingkuh itu, Aa?"


"Rena mengikuti berita Tuan Juan?"


"Iya."


"Ini masalah lain, kalau tunangan itu di jodohkan oleh Nyonya Vera. Tuan Juan sekarang lagi jatuh cinta dengan putri pengusaha terkenal."


"Masalah jatuh cinta mengapa membutuhkan waktu yang lama?"


"Aa percaya kali ini Tuan Juan akan tidak mudah menakhukkan hati gadis itu. Sudahlah jangan bahas itu lagi, lebih baik kita bahas tentang kita saja."


"Iya baik."


"Untuk sementara kita LDR dulu, nanti kalau sudah waktunya Rena ikut Aa tinggal di Jakarta. Mulai sekarang jangan deket dengan Angga lagi!"


"Tidak perlu cemburu, Rena hanya cinta sama Aa Dwi saja."


"Terima kasih."

__ADS_1


__ADS_2