Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 230. Membatalkan Acara


__ADS_3

Mendengar teriakan itu, Elfa kaget sampai ponselnya terjatuh. Untung spontan Juan Mahardika menangkap ponsel Elfa sehingga terselamatkan dari kerusakan. Bukan karena takut rusak, tetapi karena ponsel itu ponsel kesayangan Elfa edisi khusus.


"Alhamdulillah, ponsel kesayangan El selamat!" Elfa menciumi ponselnya sendiri.


"Sayang, mengapa ponselnya yang di cium? seharusnya yang menyelamatkan ponsel yang dapat ciuman itu!" Juan Mahardika mengerucutkan bibirnya.


"Maaf, sini El cium!"


Bibir Juan Mahardika sudah dimonyonhkan, tetapi setelah melirik Kris, Elfa mengurungkan niatnya, "Tidak jadi, ah. Nanti ada yang iri," canda Elfa sambil menegdipkan mata pada Kris.


"Kagak, Kris tidak mungkin iri, Kris juga pernah merasakan dulu."


"Dengan siapa?" tanya Rena.

__ADS_1


"Ada deh, rahasia dong!"


"Mulai main rahasia, nich?" Elfa juga ikut penasaran.


"Sudah jangan bahas itu, Kris ingin bertanya sama Mama, kapan akan datang ke masjid?"


"Insyaallah nanti malam saja, setelah magrib."


Hari ini juga Kris membatalkan semua yang sudah direncanakan satu bulan yang lalu dengan Henry Alexander. Mulai dari masjid yang akan di gunakan untuk akad nikah. Resepsi sederhana yang rencananya akan diadakan di rumah Mama Cristine, ctering, rias pengantin, semua dibatalkan.


Dengan alasan pengantin pria yang tidak bisa kembali ke Italia dalam waktu dekat. Dengan alasan bukan jodoh yang dipilih oleh Allah. Kris meminta maaf dengan menggunakan vedio dan dikirim secara pribadi satu persatu.


Kris sangat tegar kali ini, ada dua sahabat yang mendukung. ada putra semata wayang yang selalu membuatnya bertahan, ada juga ibu dan dua adik yang saling menguatkan. Ditambah ada Mama Cristine yang sangat mencintai dengan tulus.

__ADS_1


Ada banyak pertanyaan yang datang, ada hinaan dari keluarga besar Mama Cristine. Namun, Kris tetap tegar dan tetap memandang masa depan dengan penuh semangat. Terutama demi Shaib Hernama, demi dua adik dan ibu kandung tercinta.


Bagi Kris, hinaan dan cemoohan mereka tidak pernah dianggap dan tidak pernah dimasukkan ke dalam hati. Yang terpenting tidak merugikan mereka dan tidak juga membalas. Menganggap anjing menggonggong dan kafilah tetap berlalu.


Malam hari, berkumpul di masjid yang ada di komplek perusahaan MAHARDIKA CORP. Ada banyak saksi malam ini Mama Cristine mengucap syahadat. Di pimpin oleh imam masjid asli orang Indonesia dan yang paling istimewa disaksikan pemimpin perusahaan.


Oleh imam masjid Mama Cristine Alexander di ubah menjadi Mama Aminah. Nama yang sangat istimewa bagi seluruh umat. Nama yang sederhana, tetapi memiliki makna kejujuran dan dapat dipercaya.


Di malam istimewa semua larut dalam kebahagiaan tidak terkecuali Kris walau hati masih perih. Terkadang tanpa disadari ada rasa sakit dan sesak di dada jika mengingat masa lalu. Selalu saja terpuruk dan terpuruk lagi, tidak beruntung dalam menjalin hubungan dalam pasangan.


Kris hanya bisa melihat foto Shaib saat sedang gundah gulana. Dalam hiruk pikuk kebahagiaan yang ada seolah Kris terjebak dalam kesendirian tak berujung. Namun, setelah melihat foto putra semata wajang dalam bingkai di ponsel, seolah Kris tersadar dan bisa berpikir waras.


Sedang asyik melihat foto perkembangan Shaib, tanpa diduga ada pesan WA masuk tanpa ada nama yang tertera. Nomor kode dari Indonesia tanpa ada profil foto di dalamnya. "Aku sangat merindukanmu, kapan kita bisa bersama lagi?"

__ADS_1


__ADS_2