Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 162. Semua Karena Elfa


__ADS_3

Kris bercerita hampir satu bulan lamanya Mr. Yo berusaha untuk menghilangkan janin yang ada dalam kandungan. Mulai dari sembunyi-sembunyi sampai berterus terang. Mulai dari ingin memeri obat sampai dengan ramuan tradisional.


Kris tidak bodoh, sudah lama bekerja di rumah sakit sedikit tahu tentang obat yang akan diminum. Selalu diperiksa, dicari informasi obat di internet sebelum diminum. Selalu diselidiki semua makanan yang diberikan dari Mr. Yo apapun itu.


Karena tidak berhasil, Mr. Yo melampiaskan dengan kemarahan pada malam hari. Setiap hari selalu mabuk terkadang karena alkohol atau narkoba. Akan secara tidak sadar melampiaskan amarah itu dengan memukul menggunakan ikat pinggang.


Esoknya akan meminta maaf dan memberikan obat baik salep atau pil pereda nyeri untuk diminum. Namun, saat mabuk atau selesai memakai obat terlarang, dia melakukan lagi dan lagi.Terkadang tidak hanya punggung yang jadi sasaran karena tujuan awalnya ingin menghilangkan janin yang sedang tumbuh.


Pernah tidak tahan dan ingin kabur dari rombongan, tetapi Mr. Yo selalu berhasil menemukan lagi. Mengancam akan menyebarkan vedio Rama. Bahkan, vediao yang dilakukan sendiri dulu juga diremkam agar Kris tidak bisa lari lagi.


Setiap teringat dengan cinta yang ditolak, Mr Yo akan menggunakan barang haram itu. Dan akan melakukan lagi dan lagi kepada Kris sebagai pelampiasan hati yang terluka. Kris rela di perlakukan kasar asal tidak mengenai bayi yang di kandung.


Dengan susah payah agar suami rahasia itu tidak mendekati dua sahabat yang sudah dianggap saudara. Diri yang sudah terlanjur terjebak lebih baik di tanggung sendiri. Kebahagiaan dua sahabat terutama Elfa adalah prioritas bagi Kris.


Trias tidak menjadi korban penjualan anak gadis yang berkedok pernikahan sirri karena Elfa. Sejak lulus SMP Trias sudah tinggal dan kontrak di Jakarta juga karena Elfa. Sekolah mulai dari SMA sampai kuliah juga bea siswa dari Efa.


Gaji yang didapat dari rumah sakit untuk kebutuhan sehari-hari keluarga. Hanya Kris satu-satunya tulang punggung keluarga apalagi setelah sang ayah durjana meninggal dunia. Belum lagi hutang yang diwariskan sang ayah sebelum meninggal dunia, semua Elfa yang melunasi tanpa embel-embel mengganti.


Hanya pengorbanan menjauhkan sang penolong keluarga dari dokter yang terobsesi untuk memilikii cinta. Rela jiwa dan raga tersakiti hanya untuk membalas budi yang tidak bisa dibalas dengan apapun.


Semenjak mengetahui Mr. Yo memiliki tujuan menikah agar Elfa merasa bersalah. Semakin Kris bertekad untuk menjauhkan suami rahasia dari tujuannya. Kemana pun Mr. Yo betugas disitulah kaki Kris melangkah agar bisa mengawasi tindakannya.


Lebih memilih sakit daripada orang yang telah berjasa dalam keluarga celaka. Tidak hanya luka badan yang dirasakan, luka hati lebih parah setelah tidak sama sekali bisa memenuhi semua keinginan saat ngidam. Untung ada istri dokter yang terkadang bisa memenuhi apa yang diinginkan si jabang bayi.


Ada sedikit keuntungan memiliki teman istri dokter. Mereka selalu memperhatikan gizi ibu hamil. Kris sering mendapatkan perlakuan istimewa demi bayi yang ada dalam kandungan. Perkembangan janin sesuai dengan usia karena apa pun akan Kris lakukan demi bayi dalam kandungan sehat.

__ADS_1


Hanya satu yang membuat Kris miris, setelah kandungan terlihat membesar.Mr Yo semakin tidak perduli. Dokter urologi itu semakin tenggelam dalam dunia hitamnya. Profesi hanya sebagai kedok agar tidak dicurigai oleh pihak yang berwenang.


Tidak pernah memperdulikan Kris yang tertidur kedinginan saat malam hari. Hanya beralaskan kasur tipis, tanpa bantal dan tanpa selimut. Semakin diperparah saat selalu menyakiti badan Kris ketika pulang tengah malam dalam keadaan teler.


Kris bercerita dengan linangan air mata. Sesekali bersandar di sofa yang diduduki dengan memandang langit-langit rumah. Mencoba menghindari tatapan mata Henry Alexander yang teduh dan penuh kasih.


"Kalau Kris perlu bahu untuk bersandar, ini ada bahu nganggur," kata Henry Alexander sambil menepuk pundaknya sendiri.


Kris tersenyum sambil mengusap air mata, "Tidak perlu, Henry mau mendengarkan cerita Kris saja sudah terima kasih."


"Apa tujuan Kris sekarang ini?"


"Kris hanya ingin merawat dia dan hidup untuk dia." Kris mengusap perut buncitnya.


"Apakah Kris tidak memikirkan keluarga sekarang ini?"


Kris seolah tersadar dari mimpi mendengar pertanyaan Henry Alexander. Selama bersama dengan Elfa hampir tidak memikirkan nasib mereka. Hanya memikirkan nasibnya yang malang saat ini.


"Ya Allah ya Rob, bagaimana nasib Ibu dan dua adik Kris sekarang ini. Apakah bisa mereka menghadapi Mr Yo?"


"Kris jangan khawatir, mereka sudah aman sekarang. mereka sudah dalam lindungan Tuan Juan."


"Alhamdulillah, semoga El dan suami selalu terhindar dari ancaman Mr. Yo yang sampai sekarang masih ingin balas dendam."


"Apakah Kris belum tahu berita tentang Mr. Yo?"

__ADS_1


"Dari kemarin Kris tidak ingin mendengar dia, tetapi setelah keluarga Kris aman ingin sekali mengetahui bagaimana dia sekarang?"


"Kris ingin tahu?"


"Henry tahu tentang Mr. Yo?"


"Iya, itu juga diceritakan oleh Tuan Juan, Kris mau aku ceritakan?"


Kris mengangguk ragu sambil kembali mengusap air mata yang menggenang di ujung mata. Kini hati semakin lega setelah bercerita pada Elfa, Rena dan sekarang Henry Alexander. Beban seolah sedikit demi sedikit berkurang dan terasa lega.


Selain mendengar cerita Dokter Yohan sedang berurusan dengan pihak yang berwajib karena barang terlarang. Kris mendengar cerita jika pihak yayasan yang menaungi para dokter bekerja sedang mengusulkan untuk rehabilitasi. Alasan dari yayasan adalah dokter urologi itui terlalu dituntut bekerja keras agar program yayasan berhasil sehingga meggunakan barang terlarang.


Sekarang ini Dokter Yohan Carnett sedang menunggu persetujuan untuk direhabilitasi di negara sendiri. Dokter urologi itu sedikit mendapat keringanan karena bekerja dalam bidang sosial. Disamping itu sebagian dari anggota dari yayasan itu mendapatkan keistimewaan karana dalam naungan yayasan kemanisiaan yang bermanfaat bagi umat seluruh dunia.


"Jadi sebentar lagi kemungkinan Mr. Yo akan kembali ke Australia?" tanya Kris dengan mata kembali berkaca-kaca.


"Eee mengapa menangis lagi, jangan bersedih dong!"


"Saat ini Kris tidak ingin bertemu dengan dia, Henry."


"Jangan khawatir, kata El tempat yang paling aman untuk bersembunyi adalah rumah musuh. Kris pasti aman di sini."


Kris mengerutkan keningnya, memngingat jika suami rahasia itu belum mendapatkan izin untuk rehabilitasi ke negara sendiri. Semua masih pengajuan dan masih menunggu persetujuan pihak yang berwajib. Jika suami terkena masalah hukum biasanya istri bisa menggugat untuk berpisah.


Berpikir untuk pulang ke Indonseia dan memanfaatkan situasi agar bisa membatalkan pernikahan, "Henry, menurut kamu apakah Kris bisa memanfaatkan saat Mr. Yo di penjara untuk membatalkan pernikahan?"

__ADS_1


__ADS_2