
Elfa tergelak melihat Juan Maharika berkomunikasi dengan baby Zi terlihat gugup dan bingnung. Dalam pikirannya bayi bule hanya akan berhenti menangis jika diberi ASI. Padahal bayi akan menangis juga jika pup atau buang air kecil kartena merasa tidak nyaman.
"Akak, belum tentu bayi menangis karena haus. Mungkin bisa pup atau buang air kecil."
"Oya, bagaimana cara mengetahuinya, dia hanya menagis saja?"
"Akak raba di sini lah!" Elfa mempraktekkan dengan menyentuh bagian bawah baby Zi.
Sambil tersenyum Juan Mahardika mempraktekkan yang dikatakan Elfa. Saat Elfa menyentuh bagian bawah baby Zi tangan tidak basah. Namun, saat Juan Mahardika yang menyentuh agak kebawah tangan basah bahkan langsung dicium dengan spontan tangan sendiri.
"Eeee, Akak!"
"Tidak pesing baunya, Sayang."
Elfa ikut tergelak melihat suami yang terlihat lucu dan aneh. Tentu saja tidak berbau pesing karena bayi hanya mengonsumsi ASI saja, "Sini El ganti popok dulu, Akak cuci tangan sana!"
Setelah twins baby berumur sepuluh hari, Elfa dan Juan Mahardika serta Nany Sofia dibuat jungkir balik dengan waktu. Saat siang hari twins baby sering tidur anteng. Jarang menangis dan hanya terbangun saat lapar saja. Namun, saat malam hari lebih dari tengah malam dua bayi bule itu tidak tidur, sering menangis jika tidak ada suara orang yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
Awalnya hanya Nany Sofia saja yang berniat menjaga saat malam hari. Namun twins baby lebih sering minta ASI dan menangis. Sehingga Elfa juga ikut terjaga sampai menjelang pagi, jika Elfa terjaga pasti Juan Mahardika juga ikut terjaga.
Akibatnya saat di kantor, Juan Mahardika sering tertidur karena mengantuk. Terkadang saat duduk mengerjakan pekerjaan yang menumpuk mata tidak bisa diajak kompromi. Hanya dengan duduk saja Juan Mahardika bisa terlelap.
Asisten Dwi Saputra terpaksa harus sering membangunkan saat Juan Mahardika tanpa sengaja tertidur ketika sedang meeting, "Tuan," bisik Asisten Dwi saputra ketika sedang meeting di kantor dengan jajaran kepala bagian di perusahaan.
"Mataku tidak bisa dibuka, lanjutkan dulu sebentar!"
"Anda mau ke mana, Tuan?"
"Ambil permen dan cuci muka."
Sampai setengah jam berlalu, Juan Mahardika tak kunjung datang. Padahal meeting sedang membahas hal yang penting. Dengan terpaksa Asisten Dwi Saputra harus menyusul ke kantor dan mencari keberadaan pimpinan perusahaan.
Asisten Dwi Saputra menggelengkan kepala melihat Juan Mahardika tertidur di kursi sambil bersandar, "Apakah Anda semalam bergadang, Tuan?" tanya Asisten Dwi Saputra walau yang ditanya tidak mendengar.
Asisten Dwi Saputra membangunkan Juan Mahardika dengan menggerakkan pundak perlahan, "Tuan, bangun!"
__ADS_1
"Astagfirullah, jam berapa sekarang?"
"Anda sudah setengah jam kami tunggu."
"Ya Allah ya Rob, maaf sekali lagi. Tadi malam twins baby bergadang hampir subuh baru tidur."
"SIlakan cuci muka, saya tunggu di sini, Tuan!"
"Baik."
Setelah bisa terlelap selama setengah jam, Juan Mahardika bisa kembali memimpin meeting dengan lancar. Sebagian besar anggota meeting maklum dengan kondisi Juan Mahardika. Mereka juga mengalami hal yang sama saat memiliki bayi.
Setelah mengalami waktu seakan terbalik hampir satu Minggu. Juan Mahardika mulai terbiasa tidak beraksi karena mengantuk, capek, dan kurang tidur, pusaka bumerang mulai anteng dan tidak berontak. Seakan pusaka bumerang mulai pengertian dan jarang terbangun.
Elfa sekarang yang merasa aneh setelah suami tercinta tidak modus seperti biasanya. Terkadang paranoid dan berpikir macam-macam takut penyakit lamanya kambuh kembali. Sampai saat Juan Mahardika tertidur, Elfa sengaja mentowel pusaka bumerang dan mengajaknya berbincang, "Awas macam-macam di luar sana, nanti El ikat kuat di pohon mangga di belakang rumah!"
BERSAMBUNG
__ADS_1
jangan lupa mampir di novel teman yang rekomen ini ya sobat di noveltoon juga lo