
Juan Mahardika masuk kantor hanya mengambil kunci mobil, dompet dan tas. Setelah mendapatkan jawaban yang pasti dari Asisten Dwi Saputra jika kemungkinan besar Elfa ada di Bogor. Langsung bergegas ke luar kantor dengan tergesa-gesa.
Asisten Dwi Saputra melihat tuannya melintas dengan cepat. Menebak pasti akan menyusul Elfa ke Bogor. Bergegas menyambar tas dan ponselnya yang terletak di meja kerja dan berlari menyusul ke luar kantor, "Tuan, tunggu saya ikut!"
"Aku mau ke Bogor!"
"Iya, sini kunci mobil Anda, saya saja yang menyetir!"
Asisten Dwi Saputra melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Berharap bisa sampai rumah sakit milik kakak Elfa tidak jauh jaraknya dengan gadis itu. Masih bisa menemukan dengan cepat tanpa harus mencari.
Harapan tinggal harapan, baru sampai dua pertiga perjalanan. Ada kemacetan parah terlihat di depan mata. Bahkan jalan sisi lawan arah di tutup dan dialihkan melalui jalan alternatif.
Banyak para sopir yang turun dari mobil dan duduk-duduk di jalan aspal. Ada juga para penumpang angkutan umum juga ikut duduk dan berbincang. Sebagian besar berbincang sambil melihat ponsel.
"Anda tunggu di sini saja, Tuan. Saya akan bertanya mengapa terjadi kemacetan ini!"
"Iya cepatlah!"
Asisten Dwi Saputra turun dan berjalan mendekati rombongan orang yang sedang bersantai, "Permisi, Pak. Apa yang terjadi kok macet parah?"
"Di depan ada truk muatan telur terguling," jawab salah satu orang yang sedang duduk santai.
"Mengapa bisa terguling?"
"Ada balita yang terjatuh hampir terlindas truk, diselamatkan oleh seorang gadis yang mengorbankan mobil mewahnya demi menyelamatkan balita itu."
Asisten Dwi Saputra langsung teringat dengan Elfa. Putri pengusaha itu juga memiliki mobil mewah limited edition. Besar kemungkinan yang dimaksud orang yang bercerita itu adalah gadis yang dicari Juan Mahardika.
Rombongan orang yang terduduk itu melihat vedio bersama sambil mulutnya berdecak kagum. Bahkan satu ponsel ada sekitar tiga orang yang melihat. Ada juga yang menggelengkan kepala sambil melihat vedio di ponsel mereka.
Asisten Dwi Saputra langsung bergabung dan berjongkok ikut melihat, "Boleh ikut melihat juga, Pak!"
"Silakan, Bang!"
__ADS_1
Mata Asisten Dwi Saputra langsung terbuka lebar melihat sekilas vedio itu. Dugaan ternyata benar, ada aksi Elfa sedang menyematkan balita, "Pak, boleh saya minta vedio itu!"
Salah satu orang yang duduk meminta nomor ponsel Asisten Dwi Saputra. Mengirim vedio itu melalui pesan WA ponsel. Vedio masih terbatas belum tersebar luas karena kejadian baru saja terjadi. Vedio diambil oleh saksi langsung yang melihat kejadian itu.
"Terima kasih, Pak."
"Sama-sama, Bang."
Vedio yang didapat langsung diteruskan kepada Juan Mahardika, "Tuan, lihatlah vedio yang baru saja saya kirim!"
Vedio rekaman itu berawal seorang ibu muda yang sedang mengendarai motor metik. Putranya yang berumur sekitar empat tahun duduk di jok belakang. Tangannya melingkar di pinggang ibunya yang sedang menyetir.
Balita itu mengantuk, Tangannya terlepas bertepatan mengerem mendadak karena ada orang menyeberang secara tiba-tiba. Seketika balita itu terpental dan jatuh ke aspal. Ada truk yang bermuatan telur datang dari arah belakang dengan kecepatan tinggi.
Elfa yang datang dari arah berlawanan dari ibu muda dan truk. Tanpa berpikir panjang langsung membelokkan mobilnya di tengah antara motor dan truk. Dengan otomatis truk langsung menghantam mobil mewah Elfa dengan suara keras.
Mobil Elfa langsung ringsek dibawah kepala truk. Truk besar dengan muatan telur itu kehilangan seseimbangan dan terguling. Telur tumpah berhamburan ada yang pecah dan membuat jalan raya menjadi licin.
Untungnya Elfa bergegas keluar dari mobil sesaat lima detik sebelum truk menghantam mobil dari samping sebelah kiri. Langsung menyambar balita yang terbaring pingsan di aspal. Dengan di dekap dibawa ke pinggir jalan raya.
Vedio berakhir setelah balita itu sadar dan menangis mencari ibunya. Dari pelukan Elfa berpindah ke pelukan ibu kandung. Jika di lihat sekilas balita itu baik-baik saja tidak lecet sedikitpun.
Justru yang terluka Elfa yaitu lengan tangan bagian bawah lecet saat bergesekan dengan aspal saat meraih balita itu. Lengan Elfa yang awalnya putih ada goresan merah darah.
"Gadis seperti itu yang ingin Anda celakai, Tuan?" tanya Asisten Dwi Saputra baru berani bertanya setelah selesai melihat vedio.
"Memang kenapa?"
"Jika orang lain apakah ada yang rela mobil mewahnya dikorbankan demi menyelamatkan anak kecil yang sama sekali tidak dikenal?"
Juan Mahardika melihat lurus ke depan. Tidak menjawab sepatah katapun pertanyaan asistennya. Matanya terlihat kosong dan pikirannya seolah tidak ditempatnya.
"Saya akan mencari keterangan siapa tahu gadis itu masih ada di tempat kejadian, Anda tunggu di sini, Tuan!"
__ADS_1
"Hhmm."
Asisten Dwi Saputra barjalan hampir satu kilo meter jauhnya. Di tempat kejadian perkara masih ada truk yang terguling. Posisi truk itu masih seperti yang ada di vedio yang baru saja dilihat.
Ada banyak masyarakat yang membantu mengumpulkan telur yang masih utuh. Dipindahkan ke beberapa mobil pik-up. Sedangkan yang pecah dibersihkan dengan disiram menggunakan air yang berasal dari mobil tanki.
Mencari sosok gadis yang tadi menolong balita dengan memutar area tempat kejadian perkara. Sayangnya Asisten Dwi Saputra tidak menemukan putri pengusaha itu. Yang ada hanya pihak yang berwajib sedang menyelidiki dengan teliti.
Ada seorang polisi yang duduk di pinggir trotoar sambil mengambil foto. Asisten Dwi Saputra duduk di samping polisi, "Selamat siang, Pak."
"Selamat siang."
"Boleh tanya, Pak?"
"Silakan saja!"
"Sekarang ini Elfa ada di mana?"
"Anda mengenal gadis yang menolong balita tadi?"
"Iya saya mengenalnya, saya tidak menyaksikan kejadian ini, tetapi saya melihat vedio yang beredar."
"Tadi gadis itu melanjutkan perjalanan menggunakan motor ojek online, dia menolak untuk diantar oleh polisi."
"Apakah dia tidak apa-apa, Pak?"
"Ya dia baik-baik saja, hanya mengalami lecet di lengan sebelah kiri."
Asisten Dwi Saputra mendapatkan keterangan banyak dari polisi yang duduk di sampingnya. Elfa meninggalkan begitu saja mobil mewah miliknya. Menyerahkan semua urusan kepada pihak yang berwajib dan mengatakan tidak ingin menuntut apapun kepada sopir truk itu.
Sebelum Elfa meninggalkan tempat kejadian. Gadis itu sempat menanyakan keadaan sopir truk dan kernetnya. Setelah memastikan mereka tidak mengalami luka. Elfa berpamitan meninggalkan tempat dan melanjutkan perjalanan
Tanpa diduga Juan Mahardika menyusul Asisten Dwi Saputra dengan jalan kaki. Kemungkinan atasannya mendengar semua pembicaraan dengan seorang polisi. Ikut duduk di samping Asisten Dwi Saputra dan berbisik di telinga, "Kamu urus mobilnya, aku akan mencari kendaraan umum!"
__ADS_1
"...?"