
Setelah empat jam lebih menahan rindu, sampai di rumah Jusn Mahardika langsung berlari masuk kamar utama. Berganti baju tanpa mandi hanya mencuci tangan dan menemui twins baby yang sedang bersantai di gazebo samping kolam renang, "Sayang, Daddy sudah pulang!"
Tidak hanya twins baby yang dicium oleh Juan Mahardika. Elfa juga mendapat ciuman sayang yang mendarat di pipi kanan dan kiri. Sudah lama tidak pernah meninggalkan istri tercinta saat hamil tua, belum ada satu hari berpisah sangat merindu.
"Akak sudah makan?"
"Belum, dari tadi pagi hanya sarapan saja, kalau capek jusru malas makan."
"Ayo makan dulu, nanti sakit kalau telat makan!"
"Tunggu sebentar, masih merindukan baby Zi dan baby Za."
Hampir seperempat jam, Juan Mahardika bercengkrama dengan twins baby. Mengajak mereka berbincang sambil mengangguk dan mengusap pipi. Bayi bule hanya mendengar dan mengeluarkan suara planet yang tidak tahu artinya.
"Ayo, Akak. Makan dulu biarkan twins baby bersama Nany Sofia dan Bibi Suti!"
"Baik, ayo!" Juan Mahardika menautkan tangan dengan sempurna.
Setelah duduk, Elfa mengambilkan steak daging dengan saos lada hitam, "Ini silakan, Akak. Mau minum apa, es jeruk atau es teh?"
"Susu," jawab Juan Mahardika singkat.
"Eee, pilihannya hanya dua!"
Juan Maharika tergelak karena masih mengingat saat dalam perjalanan tadi melihat twins baby menikmati ASI bergantian. Tidak bisa dilarang berpikir macam-macam karena melihat langsung dua gundukan. Biasanya bisa dengan bebas menikmati itu setiap saat, tetapi sekarang dikuasai oleh buah hati tercinta,
__ADS_1
"Akak!" teriak Elfa.
"Ada apa, Sayang?" tanya Juan Mahardika sambil melirik dua gundukan yang terlihat belahan tengahnya.
"Makan bukan melihat ke sini!"
"El mancing Akak sih, itu tidak ditutup satu kancingnya, sayanglah pemandangan indah dicuekin."
"Dasar tukang modus!"
Sambil tergelak Jun Mahardika mengusap pipi Elfa, "Setelah makan temani Akak mandi ya!"
"Akak belum mandi?"
Juan Mahardika menggelengkan kepala sambil menikmati makan siang yang sudah telat. Karena sangat merindukan istri dan buah hati sengaja menunda mandi. Padahal sekarang waktu sudah memasuki senja hari.
"Itu bukan menemani kalau menunggu di luar, Sayang."
Belum sempat Elfa menjawab protes suami, ada security yang datang melapor, "Tuan, ada tamu seorang pengacara yang ingin menemui Anda."
"Pengacara dari mana, Pak?"
"Katanya pengacara dari seorang dokter."
Juan Mahardika dan Elfa saling pandang. Hanya menebak kemungkinan pengacara baru dari Dokter Yohan Carnett. Ingin menanyakan tentang putra yang sudah lahir yang belum diketahui.
__ADS_1
"Suruh tunggu di ruang tamu, Pak. Dan tolong hubungi Asisten Dwi ya!"
"Siap, Tuan."
Juan Mahardika tidak langsung menemui tamu. Sambil menunggu Asisten Dwi Saputra dan pengacara yang menangani Kris datang. Masuk kamar untuk mandi dan membersihkan diri terlebih dahulu.
"El jangan temui pengacara itu ya!"
"Baik, Akak. El ke kamar twins baby saja."
Asisten Dwi Saputra menemui tamu bersama pengacara yang menangani kasus Kris di ruang tamu. Juan Mahardika masih berada di kamar dan belum ke luar. Mandi di kamar mandi dengan perjalanan Asisten Dwi Saputra lebih cepat asistennya daripada tuannya yang mandi.
Juan Mahardika datang setelah lima menit Asisten Dwi Saputra menunggu, "Selamat sore."
"Selamat sore, Tuan." jawab mereka serempak.
"Ada apa, Dwi?"
"Beliau ini pengacara baru dari Dikter Yohan Carnett, Tuan," jawab Asisten Dwi Saputra.
"Ada perlu apa, Anda kemari?" tanya Juan Mahardika.
"Klien kami ingin bertemu dengan Nyonya Kris, Tuan!"
BERSAMBUNG
__ADS_1
jangan lupa mampir di novel teman yang rekomen ini ya di novel toon juga lo