Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 213. Diare


__ADS_3

Malam ini Juan Mahardika tidak pulang ke rumah. Dari rumah sakit Ajuzeka langsung menuju rumah duka yang berada di desa Mami Mitha. Almarhumah akan dimakamkan di pemakaman umum satu tempat dengan orang tua Mami Mitha.


Keluarga besar Papi Afarizi ikut hadir dalam pemakaman pagi ini tepat pukul sepuluh pagi. Hanya Elfa saja yang berhalangan hadir karena memiliki bayi. Namun, Elfa terus berhubungan dengan Rena dan terkadang bertiga dengan Kris yang ada di Eropa.


Suasana duka sangat terasa saat Rena bersimpuh di dekat jenazah ibu tercinta setelah dimandikan. Pasalnya Rena belum bisa mewujudkan keinginan terakhir ibunda tercinta ingin memiliki cucu dari Rena. Ada rasa sedih dan penyesalan yang mendalam ibu sudah berpulang duluan.


Takdir tidak bisa ditolak, harapan bisa memiliki momongan didampingi ibu tercinta kini pupus sudah. Hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk ibunda tercinta. Diampuni segala dosa dan diterima disisi Allah SWT.


Sampai malam hari, seluruh keluarga Alfarzi belum ada yang berpamitan pulang. Hanya beristirahat sejenak di villa pada sore hari untuk mandi dan beganti baju. Malam harinya melakukan doa bersama dengan warga sekitar dan keluarga besar Rena.


Sementara Elfa malam ini tanpa disadari sudah enam kali bub ke kamar mandi. Badan terasa lemas karena disamping bolak-balik ke kamar mandi harus memberikan ASI kepada twins baby. Tidak hanya lemas tenaga seolah terkuras habis atas dan bawah.


"Tadi makan apa, Nyonya. Mengapa bisa diare?" tanya Nanny Sofia sangat khawatir.

__ADS_1


"Tidak makan dari luar kecuali snack satu bungkus kecil."


"Mungkin sneck nya kadaluarsa kali?"


"Tidak tahu juga, Nanny."


"Mau menghubungi Tuan Juan atau menghubungi Tim dokter, Nyonya?"


Setelah diperiksa Elfa sudah hampir kekurangan cairan. Berada diambang batas minimal cairan yang ada di dalam tubuh. Harus segera ditambah cairan infus untuk menstabilkan cairan dalam tubuh Elfa.


Dokter menyarankan Elfa untuk dirawat di rumah sakit. Elfa menolak karena berat dengan buah hati tercinta. Dengan terpaksa Elfa harus di infus untuk menambah cairan di kamar utama saja.


Elfa masih bisa memberikan ASI kepada Twins baby walau dalam keadaan tangan memakai selang infus. Tetap memaksakan makan sesuai asupan gizi yang sesuai petunjuk dokter. Semua dilakukan demi twins baby mendapatkan ASI seperti biasa.

__ADS_1


Elfa sengaja tidak menerima saat Juan Mahardika melakukan VC setelah berdoa bersama dilakukan di rumah Rena. Elfa beralasan sedang di kamar mandi dan menjawab dengan menggunakan pesan WA, "Maaf, Akak. El sedang berada di kamar mandi, Akak akan pulang kapan?" tulis pesan Elfa.


Sayangnya pikiran Juan Mahardika langsung teringat seharusnya sudah buka puasa malam kemarin. Menjawab pesan WA istri dengan tulisan yang menggoda, "El sudah kangen sama senjata bumerang, ya?"


Elfa hanya menjawab dengan emot tertawa saja. Tidak berani bercerita yang sedang dialami saat ini. Hanya demi menghormati keluarga yang berduka.


"Tunggu, Sayang. Malam ini juga Akak pulang." tulis balasan Juan Mahardika ditambah dengan emot simbul hati berwarna merah.


Elfa hanya tersenyum kecut sambil memandangi tiang penyangga infus yang terhubung dengan tangan kirinya. Melihat jarum jam dinding yang ada diatas pintu untuk memperkirakan kedatangan suami tercinta nanti sampai di rumah, "El harap jangan kaget ya, Akak. Dan maaf dengan terpaksa pusaka bumerang tidak bisa beraksi malam ini," monolog Elfa sendiri dan memejamkan mata.


BERSAMBUNG


__ADS_1


__ADS_2