
Juan Mahardika mengerjapkan mata sanbil menguap. Bibir langsung monyong dan menunjukkan kekesalan karena menunggu lama. Yang awalnya pusaka bumerang dalam posisi bangun sempurna akhirnya mengantuk dan tertidur kembali.
Elfa merasa bersalah sudah meninggalkan suami yang menahan rasa lebih dari setengah jam. Padahal tadi berjanji hanya lima menit saja sudah akan kembali. Hanya sayangnya, twins baby minta ASI sampai kenyang.
Dengan sengaja Elfa naik di atas sofa dan menghadap ke Juan Mahardika yang terlihat masih mengantuk, "Mau pindah tidur di tempat tidur atau mau lanjut beraksi?"
Juan Mahardika masih belum terjaga dengan sempurna. Masih enggan untuk bergerak dan menjawab pertanyaan istri tercinta. Membuat Elfa berniat turun kembali, "Kalau masih malas ayo pindah dan beristirahat di tempat tidur!!"
"Eeee, jangan!" tangan Juan Mahardika langsung melinggar di pinggang Elfa.
Karena spontan memeluk, Elfa langsung terjatuh dalam pelukan Juan dengan cepat sampai menekan perut dengan keras, "Aduuh perut Akak, Sayang!"
"Maaf, Akak menarik El, sih."
Dengan sengaja Juan Mahardika menarik baju tidur yang tadi menutup badan, sehingga langsung terlihat polos tanpa sehelai benang pun. Pusaka bumerang yang tadinya letoy langsung on kembali. Dengan rakus menikmati setiap lekuk wajah dengan mencium tanpa henti.
__ADS_1
Bergerilya dan mengabsen pada bibir dan semua yang ada di dalamnya, tangan Juan Mahardika membuka satu per satu buah baju tidur yang dikenakan Elfa. Saat berpindah bergerilya di setiap lekuk leher yang jenjang, baju tidur sudah terlempar entah ke mana. Helaian benang yang ada di bawah langsung disendal kebawah dengan tangan setengah dilanjutkan menggunakan kaki sampai terlepas.
Posisi tetap sepertii semula setelah lebih dari setengah permainan, "Akak, ayo pindah ke tempat tidur di sini sempit!"
"Tanggung, Sayang. Akak mau di sini saja satu ronde dan El yang memimpin sekarang, ayo cepat!"
Dengan pasrah Elfa melakukan yang diinginkan suami tercinta. Bukan suami yang bergerak, tetapi Elfa yang melakukan gerakan lembut setelah keduanya telah bersatu. Terus bergerak sampai Juan Mahardika mengeluarkan suara syahdu sambil memejamkan mata.
"Sedikit lagi, Sayang!"
"El memang top markotop, tambah satu lag pasti Akak ok banget!"
"Enak aja, El capek dong, Akak."
Juan Mahardika memeluk Elfa dengan gemas. Menciumi keningnya berkali-kali, "Ayo, pindah di tempat tidur. Akak berikan terapi khusus untuk El!"
__ADS_1
Juan Mahardika turun dari sofa tetap memeluk Elfa, "Tidak usah jalan sendiri, Akak gendong saja."
Sambil tergelak Juan Mahardika berjalan menggendong Elfa, tetapi masih dalam posisi semula. Saling menempel dan berhadapan tanpa sehelai benang pun, "Aduh aneh, Akak. El mau jalan sendiri saja!"
"Tinggal sedikit lagi, El diam jangan bergerak nanti membuat pusaka bumerang Akak bangun lagi!"
"Jangan dulu bangun, El mau beristirahat dan makan karena tenaga sudah terkuras habis!"
"El lapar, istirahat dulu, deh. Akak ambilkan makan di dapur."
Elfa berbaring di tempat tidur berusaha menarik selimut yang ada dibawah kaki. Enggan untuk bangun dan kaki memcoba untuk mencapit selimut, "Susah banget selimut diambil?"
"Akak saja yang ambil selimutnya!"
Saat Juan Mahardika ingin menyelimuti Elfa, tiba-tiba pusaka bumerang tanpa sadar langsung terbangunn sempurna karena melihat yang mulus dan masih polos, "Aduuuh, Sayang saat ini pusaka bumerang Akak tidak mau diajak kompromi, dia bangun lagi!"
__ADS_1