
Senyum Elfa mengembang setelah mendengar janji suami tercinta. Khawatir yang awalnya ada di dalam hati kini menjadi lega.. Hanya berharap segera mendengar kabar dari anak buah yang sedang menyelidiki.
Sampai makan malam tiba, anak buah yang diperintahkan mencari informasi belum juga datang. Elfa kembali gelisah dan khawatir dan sempat berpikir macam-macam tentang Kris. Berkali-kali melirik pintu utama resort berharap ada yang datang untuk memberikan laporan.
"Akak, memgapa lama sekali mereka mnyelidiki?"
"Sabar dong, Sayang." Juan Mahardika melirik Asisten Dwi Saputra yang baru selesai makan malam.
Tanpa diperintah, Asisten Dwi Saputra langsung melakukan tugasnya walau belum diperintah. Hanya dengan dilirik saja sudah bisa memahami hal yang diinginkan bosnya. Menghubungi anak buah yang sedang menyelidiki resort yang tidak jauh letaknya.
Hanya hitungan detik setelah ponsel Asisten Dwi Saputra dimatikan, masuk pesan WA dengan suara notifikasi berkali-kali. Ada puluhan foto tentang kegiatan kelompok dokter yang bekerja di suatu yayasan yang mengedepankan bantuan kemanusiaan khususnya anak-anak.
"Ini baru saja di kirim foto kegiatan dokter itu, Tuan. Silahkan dilihat saya kirim lewat WA!"
"Ok." Juan Mahardika membuka satu per satu foto itu.
"Akak, kirim ke El sekarang!"
"Ok siap laksanakan."
"Rey juga mau, Aa." Rena meminta kepada suami tercinta.
"Baik, Aa kirim ke ponsel Rey."
"Terima kasih."
Sebagian besar dokter dalam kelompok itu laki-laki yang sudah beristri. Ada dokter wanita juga, tetapi suaminya juga anggota dari rombongan. Istri yang bukan anggota jarang ikut kegiatan sosial. Para istri itu hanya berada di balik layar dan tinggal di resort.
Foto yang terlihat sangat jelas adalah kegiatan dokter saja. Baik saat kegiatan di luar atau kegiatan di dalam resort. Semua dengan mudah diambil fotonya.
Ada foto para istri dokter yang sedang melakukan BBQ di belakang resort. Karena mengambl foto dari kejauhan, foto itu sebagian besar terlihat tidak jelas. Ada satu foto yang menjadi perhatian Elfa.
Foto seorang wanita hamil yang sedang membuat sambal mangga. Perutnya buncit karena sedang hamil dan mengenakan baju hamil. Hanya sayangnya, foto itu hanya terlihat badan bagian sisi sebelah kanan dan wajah tertutup badan wanita yang lain.
Berkali-kali Elfa melihat foto itu tanpa berkedip. Siluet badan yang terlihat dari samping itu terlihat tidak asing. Seolah sangat mengenal wanita hamil yang sedang membuat sambal.
"Rey, coba lihat foto yang ibu hamil sedang membuat sambal mangga!"
__ADS_1
"Ok, sebentar Rey cari dulu."
Rena langsung memandang Elfa setelah melihat foto itu. Pikiran keduanya seolah sama mengenal wanita yang hamil itu, "Apakah itu mungkin Kris?"
Juan Mahardika dan Asisten Dwi Saputra juga ikut melihat satu foto yang dimaksud Elfa. Ikut memperhatikan dengan seksama foto yang diambil dari jauh. Keduanya hanya saling pandang karena tidak terlalu mengenal salah satu pimpinann pejuang gadis itu.
"Badannya terlihat gemuk, Sayang. Kalau Kris kemarin kurus deh."
"El sangat yakin itu Kris, Akak. Mengapa dia hamil?"
Elfa teringat saat acara resepsi pernikahan Rena dan Asisten Dwi Saputra tidak terlihat hamil. Namun saat itu dia memakai baju kebaya longgar rancangan Mami Mitha. Perut Kris tidak terlihat hamil dan tidak terlihat membuncit.
"Kemarin Kris memaki kebaya longgar, apa mungkin sebenarnya dia sudah hamil saat menghadiri pernikahan Rey?"
"Bisa jadi, Rey. El juga tidak memperhatikan perut Kris saat itu."
Elfa teringat Dokter Emy dan tim dokter yang sekarang ini sedang beristirahat. Akan bisa diprediksi dengan tepat jika yang menganalisa dokter kandungan. Akan semakin mudah diketahui jika di lihat walau hanya menggunakan foto saja.
"Akak tolong panggilkjan Dokter Emy!"
"El mau memastikan kemungkinan wanita yang ada di foto ini berapa bulan hamilnya?"
"Akak panggil dokter dan bidan deh."
Dari keterangan dokter Emy kemungkinan wanita yang hamil itu sudah berumur empat sampai enam bulan. Dokter Emy menerangkan cara melihat dan memprediksi dengan cara melihat dan memperkirakan lingar perut ibu hamil. Juga melihat ukuran dua gundukan ibu hamil yang ada di foto itu sudah terlihat besar.
"Rey yakin atau tidak jika wanita hamil ini adalah Kris?" tanya Elfa.
"Sangat yakin."
"Apa yang membuat Rey yakin?"
"Siluet tubuh Kris, Rey hapal betul. Walaupun dia terlihat lebih gemuk, tetapi Rey yakin itu adalah Kris."
Elfa memiliki koleksi foto bertiga saat dulu masih berjuang bersama-sama di desa Mami Mitha. Mungkin bisa untuk perbandingan dari foto lama dengan foto yang terlihat sedang hamil. Elfa memilih satu foto saat Kris sedang memeluk Rena dan terlihat dari samping saja.
"Sudah El kirim foto Kris yang posisinya sama. Coba dilihat dan dibandingkan!" Elfa mengirim foto ke ponsel milik suami dan pasangan pengantin baru.
__ADS_1
"Iya jika diperhatikan sama seperti Kris ya?" Asisten Dwi Saputra melihat dua foto yang di jejerkan berdampingan.
"Menurut Akak beda deh, Sayang."
"Apa alasan Akak?"
"Coba El perhatikan siku wanita dan lengan dia!"
"Sama Akak, tidak ada yang beda."
"Di foto yang lama tidak ada bekas luka di bawah siku, di lengan bagian atas terlihat dengan samar ada bekas luka bakar."
Mata Juan Mahardika sangat jeli dan teliti bisa melihat bekas luka itu. Jika dipikir bekas luka di bawah siku dan luka bakar bisa saja terjadi setelah berfoto bertiga. Atau luka itu baru saja terjadi setelah Kris menghilang.
Pikiran Elfa semakin khawatir setelah melihat keadaan wanita hamil itu. Pikiran Elfa langsung membayangkan hal yang buruk terjadi pada sahabat. Mulai menghilang sampai sekarang melihat foto, masih ada misteri yang belum terungkap, seolah ada sesuatu yang disembunyikan sendiri tindakan Kris.
Dari mengenal Kris dulu saat di bangku kuliah. Kris adalah wanita yang paling tegar menghadapi kenyataan hidup. Pengalaman saat masih belia dan pertama mengenal cinta, membuat Kris menjadi wanita yang kuat dan pantang menyerah.
Dari tiga sahabat, hanya Kris yang tidak beruntung tentang jalinan cinta. Pengalaman dan hubungan dengan Jonny Evans yang sekarang ada di penjara. Membuat Kris tidak pernah mau yang namanya jatuh cinta.
"Sayang, masih yakin ini adalah Kris?" tanya Juan Mahardika sambil mengusap pipinya.
Elfa tersentak kaget dan tersadar dari lamunannya. Masih bingung dan hampir tidak percaya jika wanita yang dilihat di foto itu adalah sahabatnya. Yang paling membingungkan dia sudah hamil padahal tidak pernah tahu jika dia sudah menikah.
"Iya, Akak. El yakin ini adalah Kris."
"Rena juga yakin jika ini adalah Kris?" tanya Juan Mahardika lagi.
"Iya, Rey sangat yakin ini adalah Kris."
"Akak, selidiki wanita ini sekarang, kalau memang dia Kris seret dia kehadapan El. Kalau perlu culik dia bawa sini. El tidak akan mau pulang sampai permintaan El ini selesai!"
BERSAMBUNG
Yok mampir kk, ini novel rekomen banget lo
__ADS_1