
"Silakan saja, Mom. Apa usulnya?" tanya Juan Mahardika.
"Bagaimana kalau nama belakang dua keluarga disingkat digabung menjadi satu?"
"Juan pernah mencoba menggabung dengan mengambil depannya saja, jadi jelek dan aneh, Mom."
"Benarkah?"
"Benar, Mom. Silahkan saja kalau Mommy tidak percaya!"
Mulai dari menggabung Alfamahar, Rizidika sampai hanya Almadika bagi Juan Mahardika terdengar aneh di telinga. Elfa tidak setuju jika nama dua keluarga digabung dengan cara disingkat. Ingin lebih menghormati menggunakan nama asli saja lebih terdengar bagus.
"Juan saja yang memutuskan, Papi setuju saja!" perintah Papi Alfarizi.
"Baik, Pi. Juan putuskan Baby boy bernama Zifaaro Alfarizi Mahardika dan baby girl bernama Zafeera Alfarizi Mahardika."
"Setuju, itu bagus banget." Mami Mitha yang menjawab mewakili orang tua.
Hampir lima hari Elfa menginap di rumah sakit Aljuzeka. Mendepatkan perawatan terbaik, asupan gizi yang seimbang dan perhatian khusus dari semua keluarga.
Hari ini berencana akan pulang karena Elfa sudah pulih seperti sedia kala. Teteh Rania meminta untuk mampir dan menginap di Bogor. Mami Mitha mengajak ke rumah villa yang ada di desa.
"Mau pulang ke mana, Sayang. Akak bingung?"
__ADS_1
"Pulang ke rumah yang ada di Jakarta saja, Akak. El ingin mengadakan akiqah di hari ketujuh kelahiran twins baby."
"Akak setuju, kita pulang saja."
Mengatakan kepada Teteh Rania bukan tidak ingin mampir. Namun, karena waktu yang sudah mepet untuk mengadakan acara akiqah. Mungkin nanti lain waktu bisa mampir dan menginap.
Malam ini adalah hari pertama baby Zi dan baby Za menempati kamar yang ada disamping kamar utama. Sengaja membuat pintu tembus antaa kamar utama dan kamar twins baby. Agar mudah untuk memberikan ASI sewaktu-waktu.
Ada Nany Sofia yang bertugas khusus menjaga twins baby saat Elfa sedang beristirahat. Malam ini twins baby sudah terlelap setelah kenyang mendapatkan ASI eksklusif. Elfa baru saja meluruskan kaki untuk beristirahat, Juan Mahardika langsung memeluk Elfa dngan erat.
"Ada apa, Akak?"
"Tidak apa-apa, hanya kangen aja peluk El."
"Ini sudah bangun, Sayang. Bagaimana cara mengatasinya?"
"Gampang, suruh saja tidur lagi. Sekarang ini untuk sementara tidak bisa buka sendiri, masukkan sendiri dan ditutup sendiri kalau sudah selesai."
"Akak juga masih ngilu saat teringat twins baby lahir, rasa sakit itu masih terasa sampai sekarang. Semoga pusaka bumerang pengertian sekarang ini mau disuruh tidur."
Elfa tergelak yang seharusnya pengertian pikiran bukan pusaka bumerang, "Kalau pusaka bumerang Akak bangun ingat saja sakit saat kontraksi, pasti senjata bumerang pengertian.
"Ini coba pegang, dia tidak mau tidur sama sekali."
__ADS_1
"Eee jangan minta dipegang, nanti dia semakin ngelunjak!"
Juan Mahardika memilih turun dari tempat tidur, "Istirahat saja kalau capek, Akak mau mengajak pusaka bumerang berolahraga dulu."
"Maaf ya, Akak. Sabar saja dulu sampai dua bulan ke depan."
"Satu setengah bulan, Sayang. Bukan dua bulan."
"Iya terserah Akak saja yang terpenting Akak harus puasa dan jangan buat ulah."
"Tidak akan, Sayang."
"Janji ya, nanti kalau tidak bisa ditahan dan tetap ingin beraksi akan El ikat," kata Elfa sambil tergelak.
"Eee jangan dong, Sayang. Tega banget sih, lagian mau diikat di mana?" Juan Mahardika spontan memegang pusaka bumerang dengan dua tangan.
Elfa semakin tergelak melihat tingkah lucu suaminya. Berniat hanya bercanda agar tidak tegang dan memikirkan beraksi terus. Mungkin karena sudah terbiasa selalu beraksi baru libur selama lima hari saja pikirannya seolah tidak bisa mengendalikan keinginan hati.
"Nanti El ikat di tiang ha ha ha!"
Yok mampir di novel teman yang rekomen ini, ada di noveltoon juga lo
__ADS_1