
Elfa sedang membaca berita di media sosial dan televisi yang sudah di jadikan satu oleh Asisten Dwi Saputra. Berita tentang Jonny Evans dan kafe yang di gerebek oleh pihak kepolisian satu minggu yang lalu.
Pepatah mengatakan sepandai-pandainya orang menyimpan bangkai, suatu saat pasti akan tercium juga. Itulah pepatah yang tepat untuk usaha kafe Jonny Evans. Kafe yang juga memiliki usaha terselubung itu tercium oleh pihak yang berwajib.
Kabar mengatakan, ada dua polisi yang menyamar bekerja di kafe itu. Yang perempuan menyamar sebagai karyawan pelayan dan satu lagi laki-laki sebagai koki. Dua polisi itu baru saja lulus menjadi anggota, sehingga masih terlihat muda.
Setelah bekerja dua minggu, polisi wanita itu ditawarkan untuk bisa mendapatkan uang tambahan yang lebih banyak. Dengan melayani para pelanggan yang datang dengan tawaran imbalan yang menggiurkan. Pihak kafe hanya mengambil dua puluh persen dari pendapatan dari pelanggan.
Untuk koki juga ditawarkan mencari tambahan dengan mencari wanita muda yang mau bekerja sebagai wanita yang mau melayani para pelanggan yang datang ke kafe. Akan mendapatkan imbalan sepuluh persen dari pelanggan yang berani membayar mahal.
Saat ini Jonny Evans dan anak buah yang terlibat di dalamnya sudah berada di balik jeruji besi. Proses perkara masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib. Termasuk wanita yang sering melayani pelanggan di kafe Jonny Evans sudah di ciduk satu per satu.
Jonny Evans sudah mengelola bisnis kafe esek-esek lebih dari lima tahun. Ibarat kata sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan terjatuh juga. Sekarang ini Jonny Evans sedang terjatuh dan tergelincir dari usahanya yang nyaman dan menghasilkan banyak uang.
"Apakah kemungkinan tidak ada yang cuap-cuap di luar sana siapa saja pelanggan kelas kakap dari Jonny Evans, AKak?" tanya Elfa setelah selesai membaca berita.
"Kalau ada yang berani mengatakan itu mereka mencari mati sendiri, Sayang."
"Mencari mati bagaimana?"
"Dari kemarin wanita yang berani memberikan keterangan tentang kafe, sebagian besar sudah ditangkap oleh polisi satu per satu. Sebagian besar mereka terlibat dan menikmati hasilnya."
Elfa hanya mengangguk dan berpikir, sebagian besar para warga akan takut dengan yang namanya polisi. Pasti akan banyak yang bungkam untuk menyelamatkan diri sendiri. Akan puraa-pura tidak kenal walau sudah mendapatkan uang haram dari kafe tersebut.
"Ada satu lagi, Sayang. Ada peran penting Kris teman El tentang terungkapnya Jonny Evans ini. Apa sebenarnya hubungan Kris dengan Jonny?"
__ADS_1
"Maksud Akak peran penting apa, El tidak faham?"
"Asisten Dwi mendapatkan kabar dari komandan yang menangani kasus ini, awal mula informasi dan mendapatkan bukti usaha Jonny dari Kris, kabar ini sangat rahasia, Sayang."
"Ooo ...."
Elfa tersenyum sinis teringat awal berkenalan dengan Krisnawati. Gadis lugu yang mencintai dengan diam pada laki-laki cinta pertamanya itu sekarang menyerah juga. Diam bukan berarti emas khusus untuk kasus dari gadis yang memiliki darah suku Sunda dan Betawi itu.
"Jonny Evans adalah cinta pertama dari Kris," kata Elfa sambil tersenyum kecut.
"Yang benar, Sayang. Mengapa Akak tidak tahu ya?"
Sambil mengambil napas panjang Elfa bercerita pada sang suami. Saat Krisnawati lulus SMP tidak mau dinikahkan sirri oleh ayah kandung karena berkenalan dengan pemilik kafe. Jonny Evans baru saja membuka kafe kecil di lahan yang luas.
Berencana akan menikah setelah umur Krisnawati berumur tujuh belas tahun seperti anjuran pemerintah. Namun uang memang bisa membutakan mata bagi orang yang tidak kuat iman. Tidak perduli siapa orangnya, jabatannya ataupun kedudukan seseorang di masyarakat, pasti akan tergoda dengan yang namanya uang.
Kafe Jonny Evans sedang mengalami kerugian besar. Tidak banyak pengunjung sedangkan untuk membayar gaji karyawan berjalan terus. Ditambah ayah kandung dari Krisnawati adalah laki-laki yang hobinya berjudi.
Kedekatan Jonny Evans dan calon ayah mertua bagai botol yang mendapatkan tutup yang pas. Sama-sama mata duitan dan lemah iman. Selalu bermain judi, minuman beralkohol setiap malam dilakukan bersama.
Sampai suatu saat bertemu dengan laki-laki tua pengusaha kaya dari luar negeri berkunjung ke kafe. Pengusaha itu melihat Krisnawati saat menjemput ayah untuk pulang. Berani membayar mahal untuk bisa menikah sirri dalam satu minggu.
Dengan tawaran uang yang sangat banyak, antara calon ayah mertua dan calon menantu itu langsung gelap mata. Mereka sepakat uang akan dibagi dua sama rata. Sang ayah untuk berjudi, sang menantu untuk modal kafe yang kekurangan modal.
Nasib Krisnawati memang tidak beruntung karena memiliki pacar dan ayah yang tidak bisa menjaga kehormatan wanita. Bukannya melindungi kehormatan, tetapi mereka rela menjual orang terkasih hanya demi uang semata. Mereka berdua membuat skenario untuk menikah sirri dulu sampai menunggu cukup umur.
__ADS_1
Jonny Evans merayu dan mengajak Krisnawati menikah sirri terlebih dahulu. Mendapat dukungan dari ayah dan ibu untuk menghindari fitnah. Demi cinta Krisnawati setuju dan tidak curiga sama sekali.
Pada hari akad nikah, pengantin wanita dilarang ke luar kamar. Semua dipercayakan kepada calon suami dan ayah kandung. Akan ke luar kamar setelah sudah resmi menjadi suami istri.
Sang ayah sengaja agar Krisnawati tidak mendengar ikrar ijab kabul. Sampai ijab kabul selesai pengantin wanita tidak tahu pengantin pria. Masih mengira suami adalah laki-laki yang selama ini dicintai.
Saat pengantin wanita ke luar kamar, merasa syok dan bingung ternyata pengantin pria adalah seorang laik-laki tua. Berbadan tambun, perut buncit, rambut pirang dan memiliki satu gigi emas. Seolah dunia sudah kiamat bagi Krisnawati saat itu.
Elfa bercerita sambil mengusap air mata berkali-kali. Hampir tidak sanggup untuk melanjutkan cerita itu. Kisah sahabat itu baru setengah perjalanan saja belum semua sampai wanita tangguh itu melarikan diri ke Australia dan bisa menempuh pendidikan tinggi di sana.
"Ya Allah ya Rob, mata El sampai merah. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dari cerita itu ya, Sayang!" Juan Mahardika memeluk Elfa dengan erat dan mengusap air matanya.
"Iya, El percaya. Setiap cobaan dan ujian dari Allah sudah di ukur oleh yang maha Kuasa. Pasti semua akan sanggup dan mampu melewatinya."
"Ya El benar sekali, Akak setuju itu. Setiap yang dilakukan oleh hamba Allah pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal. Akak sudah merasakan itu sendiri. Bagi Akak rasa syukur terus Akak rasakan karena bisa menyadari kesalahan, bertobat dan mendapatkan hikmahnya."
"Aamin."
"Lanjut lagi dong, Sayang. Cerita tentang Kris!"
"Nanti lagi, El capek."
"Ayo kita ke kamar saja akan Akak pijitin!"
"Ogah, ini masih sore, sudah bisa ditebak pasti ada plus-plus nya."
__ADS_1