Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 158. Kiriman Vedio


__ADS_3

Sambil makan buah dan duduk di pinggir kolam renang kaki dicelupkan di air Kris kembali bercerita. Setelah kebusukan dan niat buruk suami rahasia terbongkar. Kris berusaha membatalkan pernikahan di pengadilan dengan berbagai cara.


Kris tidak bisa menggugat dengan alasan apapun karena disamping tidak ada yang tahu pernikahan itu. Kris tidak memiliki bukti percakapan tujuan pernikahan hanya karena balas dendam. Tidak mungkin juga akan beralasan tidak diberikan nafkah lahir atau batin walau satu bulan tidak pernah satu rumah.


Kris semakin terpojok saat Doter Yohan Carnett datang baik-baik menemui Ibu Prayuda. Mengatakan akan bekerja ke Indonesia bagian timur selama tiga bulan. Meminta izin agar Kris resign dari rumah sakit dan mengikuti suami kerja keliling Indonesia.


Maka itulah selama tiga bulan Kris hilang tanpa jejak saat Rena akan menikah dulu. Kris dengan terpaksa bergabung dengan rombongan para istri dokter menuju Papua selama dua minggu. Dengan terpaksa pula harus tinggal satu kamar, tetapi Kris memilih tidur di lantai.


Di suatu tengah malam, Dokter Yohan Carnett pulang dalam keadaan mabuk berat. Kris sedang terlelap saat mimpi indah, dokter urologi itu mengangkat Kris ke tempat tidur. Mengikat tangan dan kaki seperti diadegan vedio Rama, dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan rama.


Saat Kris bercerita, wanita hamil itu tidak meneteskan air mata sama sekali. Karena hanya bercerita tanpa langsung melihat adegan itu. Kris bercerita sambil bengambil napas panjang berkali-kali.


"Ceritanya stop dulu, El pingin makan es krim," kata Elfa menghentikan Kris bercerita.


Ingin makan es krim hanya alasan Elfa agar kejadian kemarin tidak terjadi lagi. Elfa sangat khawatir saat melihat Kris berkali-kali mengambil napas panjang. Apalagi kaki Kirs terus di gerakkan memukul air yang ada di kolam renang seolah sedang melampiaskan kemarahan dengan memukuli air.


"Apa El tidak penasaran dengan lanjutannya?" tanya Kris sambil terus memukuli air dalam kolam renang dengan kakinya.


"Penasaran sih, tetapi twins baby pingin makan es krim vanila dan stroberi."


Rena teringat kata orang jika ingin sesuatu ibu hamil harus dituruti agar bayinya tidak ileran, "Cepat beli es krimnya, jangan sampai twins baby ileran nanti!"


"Sini Kris saja yang beli!"


Elfa dan Rena saling padang sambil menggelengkan kepala, "jangan!" teriak mereka bersamaan.


"Kenapa, apakah kalian takut Kris tersesat? Tidak mungkinlah karena dulu Kris kuliah di sini dan hampir semua sudut jalan hapal di luar kepala."


'Takut kamu kabur, Kris.' Hanya sayangnya Rena menjawab di dalam hati saja.


"El percaya Kris hapal, El tidak ingin makan es krim yang di jual di luar sana."


"El mau es krim buatan sendiri, Kris bisa buatkan?"

__ADS_1


"Tidak, sudah ada koki yang membuat es krim itu. Tinggal teriak dari sini lima menit pasti datang."


Kris tersenyum dan mengangguk, hampir lupa jika suami Elfa adalah seorang pengusaha ternama dan terkenal. Air liur ikut ingin menetes membayangkan es krim yang dibuat dengan bahan premium pastinya, "Cepat teriak, El. Kris juga sudah tidak sabar ingin minta es krim vanila juga."


"Ikut ngiler ya, Kris?" tanya Rena


"Iya, baru dibayangkan saja air liur mau menetes."


"Rey yang tidak hamil saja ikut ngiler."


"Ayo kita ke gazebo saja makan es krimnya!" ajak Elfa.


Sementara Juan Mahardika dan Asisten Dwi Saputra sedang menyaksikan vedio yang di kirim oleh anak buah. Vedio tentang Dokter Yohan Carnett yang datang dan masuk rumah Ibu Prayuda dalam keadaan marah dan emosi. Datang tanpa mengetuk pintu langsung mendorong pintu dan berteriak memanggil nama Kris berkali-kali.


Saat dokter itu masuk ada empat laki-laki yag sedang main catur di ruang tamu. Dengan spontan menengok ke arah orang yang masuk tanpa permisi dalam keadaan marah, "Di mana Kris?"


"Saya Krisna, Anda mncari saya, Tuan?" laki-laki kurus mengangkat tangannya.


Laki-laki berbadan tegap langsung berdiri sambil bertolak pinggang, "Elo siapa datang marah-marah mencari perempuan tidak sopan di rumah orang?"


"Mencari orang yang tinggal di rumah ini, di mana dia?" Dokter Yohan Carnett masih emosi dan bertanya dengan emosi yang memuncak.


Tambah satu lagi laki-laki berbadan tambun kesal melihat laki-laki yang datang tidak ada etika, "Ini orang datang tanpa etika, apa maunya ha!" kerah leher Dokter Yohan Carnett di tarik sampai ke atas.


Dokter Yohan Carnett langsung mendorong badan laki-laki berbadan tambun dengan keras. Hanya sayangnya badan laki-laki tambun itu tidak bergerak sama sekali. Justru badan yang mendorong yang terdorong ke belakang sambil kerah baju masih ditarik.


Karena Dokter Yohan Carnett terus emosi dan masih ingin mencari Kris. Dengan kesal laki-laki tambun itu memukul perut dengan keras berkali-kali. Dokter Yohan Carnett ingin menangkis tetapi kalah tenaga dan kalah besar.


Laki-laki yang hanya berani nyali tanpa memiliki skil beladiri itu langsung tersungkur di lantai. Memegangi perutnya sang sakit dan berusaha untuk berdiri kembali. Namun sayangnya dia kembali tersungkur dan tergeletak di lantai sambil memejamkan mata.


Vedio kiriman berakhir setelah Dokter Yohan Carnett terbaring di lantai tak berdaya. Hanya ada tambahan keterangan jika dokter itu terbangun sudah berada di rumah sakit. Keterangan rumah sakit jika laki-laki itu ditemukan pingsan di dalam mobil rental yang di sewanya.


"Apakah sampai sekarang dokter gila itu masih di rumah sakit?" tanya Juan Mahardika setelah selesai melihat vedio.

__ADS_1


"Dia masih di sana, Tuan."


Ada suara pesan WA masuk di ponsel milik Asisten Dwi Saputra. Kiriman catatan rekam medik milik dokter urologi itu asli. Ada catatan yang tertulis dan susah dibaca oleh orang awam, hanya dokter saja yang bisa membaca laporan itu.


"Ini harus dokter yang membaca laporannya, Tuan. Saya tidak bisa membaca tulisan dokter."


"Kita ke klinik saja!"


"Jangan ke klinik, Tuan. Takutnya Kris mendengar laporan itu!"


"Benar juga, kamu panggil Dokter Emy ke kantor pribadiku saja!"


Belum sempat Aisiten Dwi Saputra menjawab, datang Elfa dan duduk di samping Juan Mahardika, "Untuk apa memanggil dokter kandungan ke ruang Akak?"


"Nanti Akak ceritakan, ayo ikut ke kantor!"


"Di mana Rey dan Kris, Nona El?" tanya Asisten Dwi Saputra.


"Mereka masih ada di gazebo makan es krim, El pamit pada mereka ingin ke mamar mandi."


Sampai di kantor pribadi, Juaan Mahardika dan Elfa menunggu Dokter Emy dan Asisten Dwi Saputra datang. Elfa melihat vedio tentang Dokter Yohan Carnett. Selesai melihat vedio bertepatan dokter kandungan dan Asisten Dwi Saputra datang mengetuk pintu.


"Apa yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Dokter Emy.


"Tolong bacakan rekam medik dari pasien ini, Dok!"


"Baik, Tuan?"


BERSAMBUNG


Yok mampir di novel teman yang rekomen bangert ini, di sebelah pf ya!


__ADS_1


__ADS_2