Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 225. Kesedihan Elfa


__ADS_3

Elfa menangis tersedu dalam pelukan Juan Mahadrika. Rena berkali-kali memukul kursi pesawat dengna keras setelah mendengar cerita tentang Henry Alexander yang tadi pagi telah menikah. Sudah terlanjur naik pesawat menuju Eropa dan tidak bisa kembali.


Elfa berkali-kali memohon untuk kembali kepada suami tercinta. Ingin menghajar laki-laki yang telah membatalkan pernikahan sepihak padahal tinggal menunggu hari H. Amarah itu muncul seperti marah kepada dokter gila yang telah menyiksa Kris dulu.


"Sayang, ingat jodoh hanya Allah yang menentukan, seperti apapun kita berusaha kalau memang Henry dan Kris tidak berjodoh, seperti inilah jadinya," nasihat Juan Mahardika sambil mengusap pundak Elfa yang terus menangis.


"Akak bayangkan sendiri bagaimana hancurnya Kris kalau tahu masalah ini?"


"Akak tahu, Sayang."


"Mengapa nasibmu begini amat sih, Kris?" tanya Rena sambil memandangi foto Kris yang ada di ponsel.


"Yang terpenting, kita ada di sisi dia saat terpuruk. Kita harus selalu memberikan semangat agar dia bisa menerima ini semua," nasihat Asisten Dwi Saputra.

__ADS_1


Elfa mengusap air mata, mendengar baby Zi menangis dalam gendongan Nanny Sofia. Bergegas melepas pelukan suami tercinta, "Awas, El mau memberikan ASI pada Zi!"


Elfa berjalan masuk kamar mengajak Nanny Sofia dan Baby Zi. Berjalan sambil memikirkan nasib sahabat yang tidak beruntung lagi. Derita itu seolah tidak ada ujung dan pangkalnya bagi Kris.


Juan Mahardika tidak tega melihat istri tercinta bermuram durja. Langsung berlari menyusul ke kamar, "Sayang kasihan twins baby nanti rewel kalau Mommy-nya bersedih."


"El tidak apa-apa, Akak."


Elfa memberikan ASI sambil melamun. Jika dipikir dengan logika memang benar kata Juan Mahardika. Kita hanya bisa berusaha, tetapi tetap yang di atas yang menentukan. Jika memang tidak berjodoh tetap tidak bisa bersatu.


Elfa ingin sekali memaki-maki laki-laki yang kini sudah menjadi suami orang. Ingin bertanya salah Kris sampai dia tega memberikan harapan palsu pada Kris. Hanya sayangnya nomor ponsel sudah dihapus oleh suami sebelum dia bercerita.


Elfa melihat bukti pernikahan dari foto dan vedio dari ponsel milik Asisten Dwi Saputra. Istri dari Henry Alexander wanita berhijab dan masih muda. Jika diingat dari cerita mengatakan dijebak dan terpaksa menikah seperti tidak mungkin.

__ADS_1


Ada kejanggalan dari cerita itu setelah dipikir dengan mendalam. Menikah karena terpaksa dan dijebak dengan wanita sholeha. Mungkin suatu hal yang aneh dan tidak mungkin, apalagi putri dari orang yang dianggap panutan umat.


Selesai memberikan ASI kepada baby Zi, Elfa bergegas mengambil ponsel dan mencari informasi tentang kabar itu di media sosial. Mudah saja mencari informasi di zaman serba tegnologi tentang kabar itu.


Elfa pertema mencari informasi di media sosial milik Henry Alexander. Biasanya laki-laki keturunan Singapura Italia itu selalu rajin membagikan kegiatannya di media sosial. Hanya sayangnya sudah dua hari ini akun laki-laki itu mati dan tidak aktif lagi.


"Satu-satunya jalan, harus tahu siapa nama istri Henry. Semoga dia juga aktif di media sosial," monolog Elfa dan bergegas ke luar kamar menyusul Juan Mahardika yang sedang berbincang dengan Asisten Dwi Saputra.


"Akak!" teriak Elfa.


"Ya ada apa, Sayang?"


"Akak tahu nama istri dari Henry itu?"

__ADS_1


"Tidak, Henry tidak mengatakan nama istrinya. Mengapa El tanya nama itu?"


__ADS_2