
Pertemuan, perpisahan, jodoh, maut dan umur hanya Ilahi Robbi yang menentukan. Manusia hanya bisa berencana dan berusaha serta berdoa. Namun, tetap manusia tidak bisa memilih dengan siapa berjodoh, jodoh bisa berkata lain padahal sudah berencana dengan kekasih hati.
Elfa, twins baby dan Juan Mahardika ditambah Rena dan Asisten Dwi Saputra hari ini siap berangkat ke Eropa. Rencana empat hari lagi Kris dan Henry Alexander akan melangsungkan akad nikah. Hanya tinggal menunggu pesawat pribadi milik Juan Mahardika yang masih dalam perjalan dari Amerika ke Indonesia.
Setelah selesai zuhur, Juan Mahardika dan Asisten Dwi Saputra mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan dari Henry Alexander. Kabar bak petir yang menyambar walau tidak ada angin dan hujan. Laki-laki berdarah Singapura Italia itu tadi pagi pukul sembilan telah melangsungkan akad nikah dengan putri dari Kyai Din.
Juan Mahardika yang marah besar mendengar kabar itu. Henry Alexander mengaku terpaksa menikah karena dijebak. Hanya sayangnya, Henry Alexander tidak mengatakan jebakan seperti apa yang dialaminya.
Vedio dan foto akad nikah sederhana dengan putri kyai di kirim melalui pesan WA pada ponsel Asisten Dwi Saputra. Henry Alexander tidak berani menemui Elfa dan Rena karena merasa bersalah. Dia memilih menemui suami kedua sahabat itu saat di kantor.
Bukan hanya mendapatkan bogem mentah saja dari Juan Mahardika. Karena emosi suami Elfa itu memecatnya sebagai teman. Mengusir dari kantor karena kesal dan marah.
Henry Alexander juga belum mengabarkan kepada Kris hari ini. Antara bingung dan merasa bersalah. Melihat reaksi dari suami sahabatnya saja sangat marah. Bagaimana dengan reaksi calon istri dan Mama Caterine mendengarr kabar ini?
__ADS_1
Juan Mahrdika baru membayangkan istrinya marah saja sudah sakit hati. Laki-laki beranak kembar itu tidak pernah membiarkan air mata istrinya menetes sedikit pun. Pasti akan menangis jika istri dan dua sahabatnya mendengar berita ini.
"Bagaimana ini, Dwi?" tanya Juan Mahardika setelah Henry Alexander diusir dari kantor.
"Saya juga bingung, Tuan. Rey sekarang sudah menuju bandara. Bagaimana dengan istri Anda?"
"Entahlah."
"Kita tetap berangkat saja, Tuan. Seperti rencana awal, setidaknya saat Kris terpuruk ada dua sahabat yang menemani."
"Tunggu, aku hubungi El sebentar!"
Menghubungi dengan VC, Juan Mahardika sama sekali tidak tega melihat wajah Elfa yang secerah mentari pagi. Berdandan cantik, mempersiapkan keperluan twins baby dengan amntisias. Membawakan kado khusus dan pesanan Kris yang dicarinya sendiri membuat Juan Mahardika tidak tega jika pernikahan sahabatnya batal.
__ADS_1
"Kamu hubungi Henry dulu, Dwi!"
"Untuk apa, Tuan. Tadi dia sudah Anda usir?"
"Jangan ceritakan pernikahan dia pada Kris sekarang. Labih baik kita saja yang memberikan kabar kepada Kris."
"Baik saya hubungi dia sebentar."
Asisten Dwi Saputra menghubungi Henry Alexander menggunakan ponsel. Laki-laki yang kini menjadi menantu Kyai Din itu mengatakan baru saja bercerita dengan Mama Caterine. Belum sempat menghubungi Kris karena saat ini Kris sedang tidur karena di sana waktu menunjukkan tengah malam.
Asisten Dwi Saputra juga meminta kepada Henry Alexander untuk menunggu rombongan dari Jakarta jika Mama Caterine akan menemui Kris. Hanya pada ibu kandung saja Henry Alexander berharap meminta maaf kepada Kris.
"Ok, Tuan. Ayo kita berangkat sekarang!"
__ADS_1
"Kita bertemu di bandara saja, Aku akan menjemput El dan twins baby!"
"Siap, Tuan."