Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 126. Akad Nikah Rena dan Dwi


__ADS_3

Kurang satu minggu pernikahan Rena dan Asisten Dwi Saputra. Persiapan demi persiapan terus dilakukan dengan teliti. Hampir semua persiapan sudah selesai tinggal menunggu hari H saja tepatnya hari Sabtu depan.


Rena dan Elfa di buat bingung karena sudah satu minggu Krisnawati tidak bisa di hubungi sama sekali. Ponsel tidak aktif setelah terakhir mengirim pesan di grup yang isinya tiga sekawan. Seolah menghilang bak ditelan bumi, orang tua dan keluarga tidak ada yang yang memberikan jawaban pasti.


"El dan Rey. Kris pamit dua minggu untuk pergi tugas. Mungkin ponsel tidak akan aktif, tetapi jangan khawatir, tepat di hari pernikahan Rey, Kris pasti datang." tulisan pesan terakhir Krisnawati sebelum menghilang.


Rena dan Elfa mencari Krisnawati di rumah sakit tempat bekerja. Pihak rumah sakit mengatakan jika Krisnawati izin cuti selama dua minggu karena urusan keluarga. Namun, pihak keluarga tidak ada yang menjawab dengan jelas.


Misteri hilangnya Krisnawati sampai hari H belum juga terungkap. Pagi ini Elfa datang dengan diantar Juan Mahardika ke rumah Rena. Menemani Rena yang sedang dirias oleh MUA di kamarnya.


Juan Mahardika kembali ke villa menemani calon pengantin pria setelah mengantar istri tercinta. Satu per satu keluarga datang dari Jakarta, Bogor dan Bekasi. Mereka beristirahat di villa masing-masing sebelum berangkat bersama dari villa milik Papi Alfarizi.


Rena dan Elfa saat ini panik dan bingung menunggu kabar dari Krisnawati. Sahabat satu ini sudah hampir sebulan sering menghilang dan muncul tanpa bisa di tebak. Ponsel, email, media sosial semua tidak aktif bak sekarang ini Kris sedang berada di negeri antah brantah yang tidak terjangkau tegnologi.


Akad nikah tinggal setengah jam lagi. Orang tua Rena sudah berdiri di depan rumah menerima tamu yang datang bergantian. Para tetangga juga sudah berkumpul untuk menjadi saksi sakral acara hari ini. Rombongan pengantin pria di kabarkan sudah dalam perjalanan menuju rumah mempelai wanita.


Krisnawati datang sudah dengan berdandan cantik sebagai pendamping pengantin. Memakai baju kebaya rancangan Mami Mitha seragam dengan Elfa. Datang menggunakan ojek online sampai depan rumah.


"Maaf, Kris terlambat," kata Krisnawati tersenyum seolah tanpa dosa memeluk Rena dan Elfa.


"Kris, bikin kita khawatir saja," jawab Elfa.


Berpelukan bertiga dan merasa lega. Momen yang bahagia bisa berkumpul bertiga walau ada banyak pertanyaan untuk Krisnawati. Namun, waktu tinggal sebentar lagi akad nikah dan tidak sempat untuk bertanya.


Penghulu datang hampir bersamaan dengan rombongan iring-iringan pengantin pria. Dengan sendirinya Krisnawati tidak sempat di sidang oleh dua sahabat. Semua teralihkan oleh acara akad nikah yang sebentar lagi akan dilangsungkan.


Ibu kandung Rena datang dan mengajak mempelai wanita dan dua pendamping ke luar dari kamar. Dengan kebaya senada tiga dara yang terlihat sangat cantik dan mempesona. Membuat siapa saja terpana melihat mereka termasuk suami atau calon suami.


Rena duduk disamping pengantin pria sambil meunduk. Elfa dan Krisnawati duduk di belakang pengantin wanita. Memasang kerudung pada pasangan pengantin yang sedang menghadap penghulu.

__ADS_1


Juan Mahardika saja terpana melihat Elfa yang terlihat cantik dan elegan. Wanita yang jarang berdandan, tetapi jika sekali berdandan pasti akan membuat orang kagum. Seolah Juan Mahardika jatuh cinta lagi dan lagi pada sang istri.


Bergeser mendekati Elfa, Juan Mahardika langsung berbisik di telinga, "Cantiknya istri Akak,"


"Dari dulu," jawab Elfa sekenanya.


"Semakin hari semakin cantik."


"Nanti saja merayunya, itu sudah mau dimulai!"


Penghulu memulai dengan membacakan data identitas pengantin, wali dan saksi. Pembawa acara memulai mengawali dengan memanggil Qori untuk mengumandangkan ayat suci. Dan mulai bersiap untuk akad setelah selesai pembacaan ayat suci Al Qur'an.


"Aa pengantin, apakah sudah siap?" tanya Pak Penghulu.


"Insyaallah siap, Pak."


"ya siap."


Penghulu membimbing dengan membisikkan kata di telinga, "Saudara Dwi Saputra bin Surya Saputra, saya nikah dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Rena Marlena binti Baskoro dengan mas kawin seperangkat solat dan uang tunai dua ratus juta dua ratus tiga puluh ribu rupiah dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Rena Marlena binti Baskoro dengan mas kawin tersebut di atas dibayar tunai." Asisten Dwi Saputra menjawab dengan satu tarikan napas.


"Bagaimana sah?" tanya Pak Penghulu.


"sah!" jawab seluruh undangan yang menyaksikan.


Pak penghulu langsung membacakan doa selamat dan doa khusus untuk pasangan pengantin baru. Dilanjutkan penyerahan mas kawin dari pengantin pria ke pengantin wanita. Mencium punggung tangan setelah menjadi suami sah.


Doa restu silih berganti diucapkan untuk kedua mempelai. Kedua orang tua, saudara, anggota pejuang gadis, keluarga pengantin pria dan tetangga. Terutama tiga sahabat yang melalui suka duka bersama lebih dari lima tahun.

__ADS_1


Setelah mengabadikan momen penting bersama keluarga dan sahabat. Masih ada waktu satu jam untuk beristirahat sebelum acara resepsi di gelar. Elfa dan Krisnawati menghabiskan waktu berbincang bertiga di kamar.


Membicarakan tentang masa depan pejuang gadis setelah Rena menikah. Yang belum menikah tinggal Krisnawati seharusnya dia lah yang harus memegang kepemimpinan. Hanya sayangnya mantan kekasih Jonny Evans itu tidak bisa meneruskan karena alasan pekerjaan.


Akan di serahkan kepada Esih, Mia dan Yuni yang akan menggantikan pimpinan pejuang gadis. Rena dan Elfa hanya akan mendukung dalam dana dan menjadi penasehat saja. Markas tetap akan berada di rumah Rena karena setelah ini Rena akan ikut suami tinggal di Jakarta.


Sedang asyik berbincang, ada suara dering ponsel milik Krisnawati, "Tunggu, Kris ke luar mau angkat telepon sebentar!"


Krisnawati ke luar kamar diikuti Elfa dan Rena saling pandang. Dulu sahabat itu tidak pernah menyembunyikan apapun selama ini. Seperti ada yang disembunyikan Krisnawati dari dua sahabatnya.


"Ada apa sebenarnya dengan dia?" tanya Elfa heran.


"Rey juga bingung, sudah satu bulan lebih dia tidak aktif lagi di pejuang gadis."


"Apakah dia tidak bercerita tentang Jonny yang sekarang ini ditangkap polisi?"


"Sebelum dia melaporkan mantan brengsek itu, dia cerita sekilas, apakah dia tidak cerita ke El kemarin?"


"Tidak, El mendapat kabar itu dari Asisten Dwi dan Akak Juan."


"Rey curiga Kris sering menghilang karena si mantan brengsek itu."


"Tidak mungkin dong, Rey. Sekarang si Jonny ada di tahanan."


Rena termenung teringat dua bulan yang lalu Krisnawati datang dalam keadaan pelipis robek dan berdarah. Saat ditanya mengaku terjatuh dari kamar mandi dan pelipisnya terbentur pinggiran pintu. Matanya bengkak seperti habis menangis dalam waktu yang lama.


"Apakah ini semua karena peristiwa dua bulan lalu ya, El?"


"Peristiwa apa sih, Rey?"

__ADS_1


__ADS_2