
Elfa tersenyum mendengar pertanyaan Mami Mitha yang bingung dengan nama twins beby. Dari dulu sesaat mengetahui memiliki dua bayi kembar laki-laki dan perempuan. Sudah menetapkan dengan nama Zifaaro untuk laki-laki dan Zafeera untuk yang perempuan.
Hanya nama belakang yang belum ditentukan. Masih ada hal yang ingin dibicarakan dengan Papi Alfariz dan Daddy Hans Mahardika. Berniat ingin mengambil nama belakang keluarga besar dari dua keluarga, tetapi masih bingung cara penempatan di tengah atau di belakang.
"Baby Za itu untuk untuk baby girl yaitu baby Zafeera sedangkan baby boy adalah baby Zifaaro," jawab Elfa sambil tersenyum dan melirik Juan Mahardika.
"Mengapa belum diberikan nama belakang, Nak?" tanya Mommy Vera.
"Belum, Mom. El sama Akak belum menentukan nama belakang karena masih bingung."
"Mengapa masih bingung, Nak?" tanya Mami Mitha.
"Tunggu dulu, Mami. Juan masih ingin berdiskusi sama Papi dan Daddy."
Sampai malam hari Juan Mahardika belum sempat bertemu dengan Papi Alfarizi. Saat Papi Alfarizi datang menengok cucu twins baby, daddy baru itu harus membantu Elfa ke kamar mandi. Sedangkan Papi Alfarizi terburu-buru ada janji dengan teman bisnis lama yang sudah pensiun.
"Bagaimana ini, Sayang. Papi belum bisa ditemui?"
"Nanti saja, Akak. Tidak perlu terburu-buru. Kalau kita mengadakan aqiqah baru disebutkan dengan nama lengkap."
__ADS_1
"Baiklah."
Keesokan harinya, Elfa dan Rena melakukan VC dengan Kris di Eropa. Mengucapkan selamat kepada Elfa yang melahirkan twins baby. Kris bercerita sekarang sudah mulai bekerja di perusahaan milik Juan Mahardika di klinik perusahaan.
Bercerita juga sekarang mulai membuka hati untuk Henry Alxander. Kris bisa menerima laki-laki keturunan Singapura Italia itu karena mulai belajar keyakinan yang dianut oleh Kris. Termasuk Mama Cristine juga mulai belajar sedikit demi sedikit.
"Henry belajar atas kemauan sendiri atau karena Kris?" tanya Rena.
"Awalnya dia karena ingin menikah dengan Kris, kemarin Herdy melamar Kris."
"Apa jawaban kris?" tanya Rena.
"Apa kata Henry saat itu?" tanya Elfa.
Kris bercerita awalnya Henry Alexander mengajak menikah dengan dua keyakinan. Kris menolak dengan tegas, prinsip yang dipegang teguh sampai sekarang tetap tidak berubah. Hanya akan menikah dengan laki-laki yang seiman dan sekeyakinan.
Ada banyak warga yang berbeda negara dan berbeda keyakinan, tetapi mereka bisa menikah. Hanya melakukan pernikahan di depan negara saja. Sedangkan di keyakianan tidak ada yang bisa menikahkan karena adanya banyak perbedaan.
Henry Alexander mulai terbiasa mengikuti kegiatan Kris. Mulai dari melakukan kewajiban lima waktu sampai kegiatan pengajian kumpulan orang yang seiman di grop perusahaan. Lama-kelamaan Henry mulai tertarik dengan keyakinan Kris.
__ADS_1
Setelah mengikuti Kris selama satu bulan. Henry Alexander mulai suka rela mempelajari keyakinan Kris. Ditambah Mama Cristine juga ikut mempelajari yang putranya lakukan.
Tiga sahabat pejuang gadis menghentikan VC karena suara tangis baby Zi dan baby Za yang bersahutan. Elfa harus memberikan ASI kepada twins baby dibantu oleh Rena dan Nany Sofia. Memberikan ASI secara bergantian sampai kenyang dan tertidur kembali.
Papi Alfarizi dan Mami Mitha datang menjenguk kembali cucu twins baby pada malam harinya. Duduk di ruang tamu bersama Mommy Vera dan Daddy Hans Mahardika. Berdiskusi nama belakang yang akan ditambahkan pada baby Zi dan baby Za.
"Bagaimana menurut Papi?" tanya Juan Mahardika.
"Nama ayahlah yang berhak untuk nama belakang terutama anak prempuan."
"Kalau menurut Daddy bagaimana?"
"Daddy setuju, dengan Papi Al, tetapi ambil nama belakang Papi Al untuk nama putra Juan itu akan lebih bagus lagi."
"Tunggu dulu, apakah Mom boleh usul?"
Hai sobat mampir yok di novel teman yang rekomen ini, jangan khawatir di noveltoon juga lo
__ADS_1