Itu Bukan Salahku, Tuan!

Itu Bukan Salahku, Tuan!
Bab 223. Rencana Pernikahan


__ADS_3

Walau pusaka bumerang terbangun lagi, Juan Mahardika memilih untuk menahan rasa sebentar. Tidak ingin tenaga istri tercinta habis karena ulahnya. Yang akan menanggung resiko jika dibiarkan adalah twins baby karena gizi ASI akan berkurang.


Mengambilkan satu porsi nasi, sayur soup dan ayam goreng bumbu laos. Menyuapi Elfa sampai kenyang dilakukan Juan Mahardika dengan sabar dan telaten. Bertambah satu ronde lagi setalah kenyang dan langsung terlelap sampai waktu di sepertiga malam.


Bangun memberikan ASI lagi di waktu sepertiga malam. Selebihnya untuk menghadap yang maha Kholiq untuk bermunajad. Meminta ampunan untuk orang tua dan seluruh keluarga.


Tidak menunggu subuh yang kurang tiga perempat jam lagi. Elfa kembali terlelap karena mengantuk dan kelelahan. Waktunya banyak tersita untuk buah hati dan suami tercinta.


Setelah Juan Mahardika mandi dan menunaikan ibadah subuh, membangunkan Elfa untuk solat, "Sayang, sudah hampir jam enam. Bangun solat dulu!"


"Ya Allah, mengapa tidak dibangunkan dari tadi, Akak?"


"El terlihat lelah, Akak jadi tidak tega membangunkan tadi?"


"Terang aja lelah, tadi malam Akak tambah sampai tiga ronde," gerutu Elfa sambil berlalu dan bergegas mengambil air wudlu.


"Maaf, Sayang. El sih membuat Akak candu."

__ADS_1


Waktu berlalu dengan cepat, Hanry Alexander tinggal dan belajar sudah satu bulan tepat di hari ini. Mulai mantap ingin segera menikah dengan Kris dengan cara mulai mempersiapkan diri. Mulai mempersiapkan waktu dan tanggal pernikahan dengan menghubungi lewat ponsel.


Yang awalnya Mama Cristine berniat menyusul ke Jakarta, tetapi diurungkan. Lebih memilih mempersiapkan pernikahan dengan Kris. Kris mulai mantap dan menerima lamaran Henry Alexander.


Ada satu kabar gembira lagi hari ini. Rena mulai ada tanda-tanda berbadan dua. Disamping sering pusing dan muntah, sahabat Elfa itu sering makan makanan yang aneh-aneh.


Pagi setelah Juan Mahardika berangkat kerja, tiga sahabat mantan pejuang gadis melakukan VC. Berencana untuk satu bulan lagi ke Eropa. Akan menghadiri pernikahan dan moment penting pernikahan Kris di sana.


Mereka juga berbincang tentang kehamilan terutama bercerita kepada Rena. Pasalnya dia yang terakhir merasakan ngidam diantara dua sahabat lainnya. Banyak memberikan nasehat sekitar kehamilan agar bayinya sehat dalam kandungan.


"Rey mau muntah saat melihat nasi."


"Bisa diganti dengan roti atau singkong sebagai karbo, El dulu suka makan lebih dari tiga porsi lauk tanpa nasi."


"Perut apa karung itu?" canda Kris.


"Jelaslah banyak, El ada dua bayi. Oya ngomong-ngomong kemarin Henry cerita apa pada Kris tentang khitan?"

__ADS_1


Kris tertawa sebelum menjawab pertanyaan Rena. Membuat Rena dan Elfa perpikir hal yang aneh, "Jangan bilang Kris sudah melihat bentuk baru yang sudah di khitan?" tanya Rena nyeleneh.


"Hus, ngawur aja!" teriak Kris sambil kembali tergelak.


"Mengapa Kris tertawa seperti itu?" tanya Elfa penasaran.


"Henry kemarin bercerta kalau burung miliknya sekarang jadi bagus bentuknya. Seperti ada ring dan berbentuk seperti bunga kuncup dan hampir berkembang." jawab Kris sambil tergelak lagi.


"Kris langsung membayangkan setelah diceritakan oleh Henty?" tanya Rena sambil meledek.


"Kok Rey tahu?"


"Dasar otak mesum, ya tahu lah. Rey bisa membaca tawa Kris yang aneh itu!"


Kris kembali tergelak dan mengedipkan mata, "Jangan memancing Kris, ingat Kris masih polos dan lugu."


"Gombal, lugu dari mana sudah punya satu tuyul?" tanya Rena ikut tergelak.

__ADS_1


__ADS_2